13. Having Dinner

10.3K 403 15
                                        

Welcome to Arsenio⭐️

Bayaran setiap penulis : vote, komen, dan follow.

⚠️Terdapat kata kata kasar dan adegan yang tidak pantas ditiru dibeberapa part⚠️

⚠️Terdapat kata kata kasar dan adegan yang tidak pantas ditiru dibeberapa part⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

PUKULAN demi pukulan Arsen layangkan pada sebuah samsak, dengan keras. Pagi pagi begini, lelaki itu sudah nampak di markas—lebih tepatnya ruang gym yang berada disana.

Ceklek

Pintu gym terbuka, menampilkan sesosok lelaki tampan dengan rambut bergaya bak artis korea—Alan.

Alan berjalan mendekati Arsen dan duduk di kursi yang tidak jauh darinya. Sahabatnya itu benar-benar fokus sampai tidak sadar kalau dia datang.

Alan melipat kedua tangannya di depan dada, seraya memperhatikan Arsen yang terus melayangkan pukulan pada samsak.

Bugh

Pukulan terkahir yang Arsen layangkan, menjadi pukulan paling keras yang ia miliki, pagi ini.
Dadanya naik turun. Nafasnya memburu dengan wajah yang memerah akibat kelelahan, dan peluh mengalir diseluruh bagian tubuhnya.

Alan melemparkan botol air mineral yang tersedia disana dan ditangkap dengan baik oleh Arsen.

Arsen menoleh lalu mengangkat botol air mineral itu sebagai tanda terima kasih. Alan mengangguk saja.

Setelah meneguk air itu hingga sisa setengah, Arsen menyeka peluh yang mengalir di wajahnya dengan handuk kecil.

Arsen menatap Alan sekilas, "Kenapa?" tanyanya.

"Nyokap cerita, katanya beliau ngeliat lo di acara kolega bisnis, kemarin." ucap Alan, memberitahu.

Arsen menoleh singkat, "Sampein ke nyokap lo, maaf gue gak liat."

"Santai. Tumben lo mau ikut? Biasanya juga ogah." Alan terkekeh.

"Bokap maksa."

"Pasti disuruh ngelanjutin beliau." tebak Alan, Arsen menghela nafas panjang.

"Ya gitu lah."

"Udah jadi konsekuensi sebagai anak pertama, nerusin bokap. Apa lagi keluarga lo konglo." Alan menaik turun kan alisnya.

Arsen menatap sekilas Alan dengan tajam. Lelaki itu kembali meneguk air mineralnya hingga tandas.  "Bukan itu masalahnya." decak lelaki itu.

ARSENIO [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang