8

3.7K 357 130
                                    

Sudah seminggu Krist disini dan masih dengan keadaan yang sama.

"Enghh"leguhan kecil terdengar begitu memilukan.

Mata indahnya terbuka,namun dia merasa ketakutan saat melihat orang maupun laki laki dan perempuan,dia menjerit dan meraung tidak ingin didekati siapapun menggumamkan kata jalang untuk dirinya sendiri dan bertingkah layaknya seorang peliharaan,bahkan alat yang menempel dibadan nya terlepas semua.

"Agghhh jangan jangan de..dekati aku hiks"ujar kit menangis saat salah satu dokter mendekatinya.

"Nak tenanglah ku mohon"ujar pho berusaha menenangkan kit.

"Hiks me..menjauh hiks"kit mengambil pisau buah yang berada di laci kamar rawatnya.

"Krist dengarkan pho dan Mae nak"ujar mae.

"Hiks ja..jalang hiks menjijikan"ujarnya akan menusukkan pisau kedirinya.

"Kitt"ujar pho menahan pisau kit.

"Cepat suntik penenang"ujar dokter.

"Baik dok"perawat segera mengambil suntikan penenang.

"Ini dok"dokter Dengan cekatan menyuntikkan dilengan kit dan beberapa detik kemudian tubuhnya lemas.

"Nak tenanglah"ujar pho.

"Hiks pho mae kit Ingin ikut"ujar kit dengan tatapan kosong.

Setelah kit tenang tuan ruangroj menungggu sang istri yang sedang pergi keluar membeli baju untuk kit.

"Kit lapar pho ambilkan makan naa"tanya pho mendekati kit.

Tidak jawaban dari kit dia hanya diam saja dengan tatapan kosong dimatanya yang indah.
Tidak lema kemudian Mae datang dengan beberapa kantong belanjaan.

"Kit sudah sadar nak"ujar Mae mendekati kit mencium anak manis itu.

"Sudah makan mana yang sakit nak bilanglah pada Mae"ujar Mae.

"Nyonya kit ingin ikut pho dan Mae"ujar kit.

"Aku Mae mu nak"ujar Mae sedih.

"Kau bukan maeku hiks mae"ujar kit menangis.

"Nak kumohon padamu"ujar mae.

"Lihat Mae membawakanmu boneka yang cantik"ujar Mae menunjukkan boneka singa kecil yang lucu.

Kit hanya diam tidak ingin mengambil ataupun menatap boneka yang ditunjukkan Mae padanya.

Seminggu sudah berlalu,tapi tetap sama kit menjadi pendiam tidak ingin didekati siapapun dan memiliki rasa takut yang sangat tinggi terhadap seseorang.

"Kita akan pulang nak"ujar pho dan Mae membereskan baju baju kit dan memakaikan Hoodie kesayangan kit.

Kit hanya diam dan tidak mau berbicara sejak dirinya kemarin mengamuk.setelah sampai dimasion pho dan Mae mendorong kursi roda kit dan menuju kekamar anak manis ini.

Luka ditubuh kit belumlah pulih atau hilang,jika ditanya kemana twins,kemarin mereka sempat ingin menjenguk kit namun pho menyuruh para bodyguard nya mengusir ke 2 anaknya itu.

"Kit makan naa"ujar Mae membawakan makanan kedalam kamar kit.

"Kit hanya ingin apa nanti Mae belikan"ujar Mae menaruh bubur dimeja.

Seluruh masion sebenarnya kaget karena melihat anak manis pulang ke masion besar ruangroj dengan keadaan seperti itu.

"Aaa"ujar Mae ingin menyapu kit.

Namun bibir kit diam tidak ingin menerima makanan yang diberikan Mae.

"Kit harus makan nanti jika sembuh Mae belikan boneka naa hiks"Mae menangis tatapan kit begitu kosong seperti mayat hidup.

Pho masuk ruangan dengan membawa sebuah buket bunga.

"Anakku sayang lihat pho mu membawakan sebuah Bunga kesukaan kit"ujar pho berusaha menghibur kit.

Hasil nya tetap nihil kit diam kadang airmatanya jatuh dengan sendirinya.

"Jalang jalang hahah aku jalang menjijikan memalukan hiks aaaarggghhh"kit tiba tiba mengamuk dan menangis itu membuat phi dan Mae bingung.

" Nak kau kenapa"pho langsung menahan kit untuk menyakiti dirinya sendiri Mae segera menelepon pihak rumah sakit untuk memeriksa kit.

"Prrraanggg"mangkuk berisi bubur itu terjatuh karena tersenggol kit saat memberontak.

"Hiks tu..tuan jang..jangan pukul kit,kit kit akan menuruti perintah tu..tuan"ujar kit dengan ketakutan dia merasa pho adalah twins.

Setelah beberapa menit dokter datang dan menyuntikkan obat penenang bagi kit.setelah kit tenang dokter mengecek seluruh tubuh kit.

"Tuan nyonya tolong jangan tinggalkan dia,dia mengalami trauma akibat kekerasan yang dialaminya ini belum sehari dia keluar dari rumah sakit nyonya takutnya dia akan membunuh dirinya sendiri"penjelasan dokter.

"Ini semua salahku"ujar pho sedih menatap kit yang tertidur setelah suntikan penenang tadi.

"Baiklah dokter terima kasih"ujar pho dan Mae.

"Kami permisi dan ini obat penenang dosis rendah tuan selama trauma nya belum berakhir tolong diminumkan kepada pasien"ujar dokter memberikan pil penenang.

Pho dan Mae mengangguk mengerti.

"Apa kita menyewa suster saja suamiku"tanya Mae.

"Untuk apa"ujar pho heran.

"Coba bayangkan bila kita meninggalkannya untuk mandi atau makan kit akan melakukan hal yang fatal bagaimana hiks,kita bisa bergantian menjaganya"Mae menangis di pelukan pho.

"Ini semua gara gara ke2 anak itu"ujar pho geram.

"Kau harus memberi mereka pelajaran"ujar Mae menatap pho.

Walaupun mereka anak kandungnya tapi mereka tetaplah bersalah dan harus menghukum mereka.

"Baiklah"ujar pho.

"Geser posisi ke2 anakku kongpop dan singto menjadi cleanincervis"ujar pho.

"Lakukan mereka selayaknya orang lain mengerti dan cabut semua fasilitas yang ku berikan pada mereka mobil masion kartu kredit dan lainnya blokir semuanya"pho mematikan sambungan telefon nya dan kembali fokus terhadap kit.

"Kita lihat ke2 anak itu akan berubah atau tidak"ujar Mae.

Kenapa tidak memenjarakan twins mereka tidak tega melakukan itu,lagi pula semuanya tidak salah twins karena pho dan Mae juga bersalah disini menjodohkan mereka tanpa mengerti perasaan anak anaknya.

hurt twins(singtoxkristxkongpop)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang