26

2.5K 179 28
                                        

Kageyama sudah didepan pintu rumah Hinata

Tok tok

Ceklek

"Ah kageyama, kau pasti ingin menjenguk shoyo, mari masuk"

Dengan senang hati kageyama masuk

"Langsung saja kau kekamarnya" perintah ibu pada kageyama

"Ha'i, saya izin ke atas ya"

"Oh tolong sekalian bawa ini, shoyo tidak mau makan dari pagi" ucap ibu sambil memberi nampan berisi bubur kepada kageyama

.
.

Ceklek

"Kaa-san aku tidak lapar" Hinata langsung berucap tanpa melihat ke arah pintu

Kageyama mendekat "siapa yang kau panggil kaa-san hah?"

Deg

Hinata menyibak nya selimut yang dia pakai dan langsung menduduk kan diri nya

Dia sangat tau suara itu

"Ke-kenapa kau kemari?"

Kageyama duduk di bangku dekat kasur Hinata lalu menaruh nampan di meja

Kegayama mendekat dan langsung memeluk Hinata

"Lepas-kan"

"Apakah kau cemburu kepada calon kakak iparmu sendiri hm?" Bisik kageyama tepat di samping kuping Hinata

Hinata diam dia masih mencerna ucapan kageyama

Jadi yang kemarin dia lihat itu kakak nya kageyama?

Bodoh sekali aku... Yap mungkin itu yang dipikiran nya sekarang

Kageyama melepaskan pelukan nya, lalu memegang tengkuk Hinata dan melumat lembut bibir ranum Hinata

Sekitar 30 detik ciuman mereka berhenti

Hiks

Hinata menangis

"Gomen kageyama gomen hiks"

Kageyama terkekeh lalu mengusap rambut Hinata

"Cup cup cup bayi besar menangis"

"Gomen"

Jari telunjuk kageyama tepat di depan bibir Hinata "sut jangan bawel cepat makan aku suapi"

"Orang bodoh mana yang tidak makan hanya karna cemburu melihat kekasihnya pelukan dengan kakak nya sendiri hahaha" lanjut kageyama dengan nada mengejek

"Sialan kau"

.
.

Kageyama turun untuk mengembalikan nampan nya

"Gimana apa shoyo mau makan?"

"Tentu saja"

"Syukurlah"

Kageyama kembali ke kamar Hinata

"Apa yang kau lakukan boge"

Gimana tidak kaget, kageyama melihat Hinata tanpa menggunakan baju dan sedang memain kan puting nya

"Kageyama shh puting ku gatal sekali tolong aku mau nangis rasanya"

Glup

Kageyama mendekat setalah menutup pintu

Dia duduk didepan Hinata

"Ahh"

Kageyama memasukan puting nya kedalam mulutnya, menjilati, menghisap, memilin, meremas dan lain lain

"Aahh mphhh sudah ahhh"

Setelah 3 menit kageyama baru melepas nya

"Apa masih gatal?"

"Seperti nya sudah baikan"

Kageyama terdiam

"Kau kenapa kageyama"

"Ah tidak aku hanya kepikiran gimana jika puting mu keluar susu?"

Bukk

Hinata melempar bantal ke muka ganteng kageyama

"Baakkaaaa"

"Tapi aku sangat ingin itu terjadi, aku sangat suka susu semua merk susu sudah aku coba dan tinggal yang ini yang belum aku coba" ucapnya sambil menunjuk puting Hinata

Hening

"Mungkin kita harus menikah lalu saat aku hamil dan melahirkan baru ada asi hang keluar"

"AYO KITA NIKAH BESOK DAN BIKIN ANAK SEKARANG"

KEDEBUKKKKK

Hinata mendorong kageyama sampai jatuh dari kasur

"Aduh gimana kalau calon suami mu mati disini"

"Masih banyak laki laki lain wleee" Hinata mengejek kageyama

"Hilih kemarin melihat ku berpelukan saja sampai mogok makan hahayy" kini kageyama gantian mengejek Hinata

"Hihi itu kan kau masih hidup"

"Oh jadi kau mau aku mati, yasudah"

Kageyama bangkit lalu membuka jendela lalu mengangkat kaki nya agar bisa keluar dari jendela itu

"Hei hei aku bercanda bakayama ku sayang hihi jangan gitu dong nanti aku jadi janda gimana"

"Aku tidak mau memaafkan mu wlee" kageyama beranjak dari jendela dan berjalan membawa tas nya

Dia ingin mengetes Hinata

"Aaaaa maaf kan aku kageyamaaaaaa"
Ucap Hinata sambil memegang kaki kageyama

"Ada syarat nya"

Kageyama tersenyum seperti iblis

"Apa?"

"Ayo bikin anak"

'Sudah ku duga' begitulah batin hinata



.
.
.
.
.
.
.
To be continued

Maaf banget lama up nya, author nya ga mood hihi:-

hajimeteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang