Kazutora membuka pintu rumahnya. Atensinya menelusuri setiap penjuru ruangan, mencari keberadaan sang istri. "Aku pulang."
[Name] yang awalnya sedang duduk sembari membaca majalah langsung berdiri dan menghampiri Kazutora. Tetapi setelah menyadari apa yang ia lakukan, wanita itu kembali duduk dan memalingkan wajahnya.
"[Name]?" Kazutora melangkahkan kaki jenjangnya mendekati [Name], kemudian langsung duduk di sampingnya.
"[Name] Hanemiya?!" Panggil Kazutora sekali lagi setelah sepersekian detik tetapi [Name] tidak kunjung menoleh kearahnya.
[Name] berdiri, kemudian kembali duduk di kursi sebelah. "Tidak dengar."
Kazutora menggaruk tengkuk lehernya, tidak paham dengan tingkah sang istri. "Aku buat salah?"
Laki-laki memang menyebalkan. Kesalahan diri sendiri saja, ia tak tahu.
[Name] menghela nafas perlahan. "Banyak."
"Hah?!" Kazutora sedikit meninggikan nada bicaranya. Detik-detik sebelum ini semua salah Mikey dan Baji. Atau, ini salah [Name]??.
[Name] memijat pelipisnya dan beranjak menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. "Tidak-tidak, lupakan saja."
"[Name]!!"
"Saat marah, wajahmu justru terlihat menggemaskan."