Hi guys maaf ya baru update lagi
hihihi happy reading semua🤗
•
Tidak terasa winter sudah melewati setengah semester menjadi siswa SMA. Hari ini adalah jumat minggu terakhir sebelum UTS yang akan dimulai minggu depan. Jadwal uts juga baru saja diberitahukan oleh ketua kelas.
Anggota TU sekolah pun menempelkan denah tempat duduk selama uts di lemari kelas yang ada di dekat pintu. Otomatis semua murid langsung mengerubungi depan lemari untuk melihat denah murid. Ternyata kelas winter akan satu ruangan dengan kelas kak Jaerdan 10 ipa 2 - 11 ipa 2. Winter dan Vina pun langsung mencari nama mereka masing-masing. Mereka dapat di ruang yang sama, winter pun mencari nama Jaerdan juga ternyata dia duduk sama rachel.
Entah kenapa tiba-tiba mood winter agak turun setelah mengetahui hal itu. Bel sekolah pun berdering tanda siswa bisa bubar untuk pulang.
"Ter ayo pulang" kata vina
"iya bentar" kata winter yang masih sibuk merapikan alat tulisnya
Mereka pun berdua berjalan ke arah gerbang sekolah
"ter gue duluan ya" kata vina
"iya hati hati" sahut winter
Seperti biasa winter akan menunggu Jaerdan di bangku taman dekat parkiran motor. Hampir 10 menit tidak juga muncul sosok Jaerdan diparkiran motor
"winter" panggil Jaerdan
Winter pun bangun dari duduknya
"maaf ya gue ada rapat osis dulu balik sendiri gapapa kan? maaf hp gue mati jd gabisa ngabarin" kata Jaerdan
"Oh iya kak gapapa, semangat kak rapatnya" kata Winter
Winter pun berjalan ke arah gerbang dan Jaerdan pun masih ditempatnya tadi
"eh lo lagi mau pulang juga? naik apa?" tanya Rava yang juga jalan ke arah gerbang
"naik bus" kata winter
"yaudah ayo bareng gue juga" kata Rava
Mereka berdua pun jalan bersama sama. Namun ada sosok yang masih bergeming ditempatnya melihat mereka berdua
Winter POV
"tumben pulang naik bus, biasanya balik sama cowo lo" kata Rava
"cowo gue?" kata Winter
"iya itu yg anak osis" kata Rava
"aaminnnn" kata winter
"lah kenapa jd aamin?" tanya Rava
"Soalnya belom jadi pacar" kata Winter
"Oh lagi pedekate ceritanya" kata Rava sambil menyenggol lengan winter
"iya nih pedekate udah 4 tahun" kata winter
"hah 4 tahun?!" tanya Rava kaget yang dibalas anggukan winter
"setia banget nunggunya" kata Rava
"ya gimana siapa tau nunggu berbuah kebahagiaan kan" kata winter
"kalo gak bahagia gimana akhirnya? sia-sia dong" kata Rava
Winter hanya diam doang
"nyatain lah perasaan lo biar dia tau" kata Rava
"udah" jawab winter singkat
"terus? dia cuma diem doang?" tanya Rava penasaran
"kenapa lo kepo bgtsih" kata winter sambil memicingkan mata
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us
FanfictionIf you have a choice between me and her, choose her because if you really loved me there wouldn't be a choice -winter
