Bagian 3

1.3K 124 3
                                        









~Something in Between~
A Story written by Weirdodorks



Hari sudah cukup petang, dan jaehyun baru mengakhiri sesi latihannya bersama beberapa temannya di klub basket. Siang tadi ia sempat mengecek ke kelas Johnny, karna kekasihnya itu punya jadwal kuliah disiang hari. Tapi yang ditemuinya hanya Yuta dan Taeyong, sepasang kekasih yang mengaku dititipi absen oleh Johnny.

Tanpa kehilangan harapan, Jaehyun memilih menunggu Johnny menjemputnya sembari mengirimkan beberapa pesan. Tak sedikitpun berniat memilih opsi lain dengan menerima semua tumpangan yang ditawarkan orang-orang yang mengenalnya untuk pulang.

“Sunbae yakin menolak kuantar? Sebentar lagi gelap dan sepertinya akan sulit mendapatkan taxi karna besok hari libur?” Tanya Moonbin yang sempat bersikeras menungguinya sampai Johnny datang, tapi jelas-jelas Jaehyun tolak mentah-mentah.

“Yapp, pacarku sudah dijalan. Pergilah, sepertinya adikmu lebih butuh tumpangan daripada aku.” Bohongnya sembari menunjuk Jeno yang sedang mengemasi perlengkapan basketnya.

Jaehyun sudah mahfum, bahwa lelakinya tak pernah suka jika ia diantar oleh pria dominan lain. Sedangkan klub basket didominasi oleh pria-pria dominan. Kecuali ia dan hangyul, salah satu hoobaenya dari tahun pertama. Sayangnya, hangyul pun hari ini absen latihan untuk menunggui kakaknya yang sedang sakit.

Sudah satu jam dari waktu Jaehyun keluar dari gedung olahraga. Tapi Johnny tak kunjung menampakkan dirinya ataupun sekedar membaca pesan yang lebih muda. Entah sudah berapa kali juga Jaehyun mencoba melakukan panggilan telefon yang sama sekali tak mendapatkan balasan lain kecuali suara operator.

‘Mungkin Johnny sebegitu lelahnya setelah kuliah dan kekantor ayahnya, lalu ketiduran di apartemennya.’

Hingga akhirnya Jaehyun memilih berjalan kaki untuk pulang. Ia tak ingin jika nanti Johnny bergegas datang menjemputnya tanpa membuka pesan terlebih dahulu, ia akan kecewa karna tak menemukan keberadaan Jaehyun yang sudah naik kendaraan umum. Bodoh memang, tapi setidaknya dengan cara ini ia mungkin akan bisa lebih jelas melihat jika Johnny lewat nanti.

Ia menyingkirkan segala rasa lelah dipundaknya dengan bayangan akan memeluk Johnny begitu mereka bertemu. Meminta untuk dimandikan, lalu cuddle sampai pagi karna besok, jadwal keduanya sama-sama kosong.


.
..
...
....
.....

“Johnny-ah, apa pacar kamu nggak marah kalau nuna disini sampai lusa?”

“Jaehyun? He’s an angel inside. He’s always have the brightest smile tiap kali bisa bantu orang. Nuna tenang aja, Jaehyun nggak akan keberatan.”

You love him so much, huh?”

Surely i am, nun. Jadi jangan khawatir lagi. Stress nggak baik buat bayi, apalagi mamanya.”

“Johnny-ya, aku nggak tau lagi apa yang akan terjadi kalau kita nggak ketemu siang tadi.”

“Ssstttt, its okay nun. That bastard is the one who must be regretful for leaving such a perfect girl like you. Dulu waktu kita kecil juga pernah janji kan, kalau anakku akan jadi anakmu juga dan begitupun sebaliknya.” Hibur Johnny.

Sejenak terdengar isakan kecil dari wanita itu. Ketika Johnny mengantarnya kerumah sakit tadi, Ji-wan dinyatakan hamil. Padahal sepanjang jalan, ia bercerita jika kekasihnya baru saja ia campakkan karna berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.

Its okay nun, bayi dikandunganmu kan berarti juga anakku. Jadi aku juga akan membantumu merawatnya dengan baik.”

Jaehyun bersumpah ia tak sedikitpun berfikiran negatif mengenai Johnny bahkan setelah ia ditinggalkan di cafe pagi ini. Tapi ia juga tak menyangka jika begitu ia pulang membawa lelahnya, yang akan menyambutnya adalah kekasihnya yang tengah memeluk seorang wanita dan mengatakan akan merawat anak.

“S-siapa..?”

“Oh, Sayang? Kamu udah pulang? Astaga kamu pulang sama siapa sayang, maaf kakak benar-benar lupa menjemputmu.”

Johnny sedikit berlari mendekati Jaehyun yang masih mematung didepan pintu partemennya. Hendak meraih tas yang masih menggantung dilengan yang lebih muda, namun saat itu juga tangannya ditepis.

“Ini maksudnya apa kak? Anak siapa yang kalian bicarakan?”

“Duduk dulu ya sayang, tenang dulu. Ada yang kakak mau omongin sama kamu.”

Jaehyun merasa darahnya mendidih saat itu juga, bagaimana bisa Johnny memintanya untuk tenang?. Rasa lelah disekujur tubuhnya juga sedikit mempengaruhi emosinya. Ia tak punya kesabaran lebih untuk sekedar menanti penjelasan atau mencerna apa yang baru saja dilihat dan didengarnya.

“Nuna, apa nuna sadar ada dirumah siapa malam-malam begini?”

Tanpa sadar Jaehyun menatap Ji-wan nyalang dengan nada bicaranya yang lebih tinggi dari biasanya. Johnny yang melihatnya merasa was-was, takut-takut Jaehyun akan melakukan sesuatu yang melewati batas.

“Oh, apa ternyata seharian ini kalian bermain dibelakangku?” Bentak jaehyun dengan tangannya yang menunjuk tepat di wajah ji-wan.

Jika kemarahan Johnny memiliki saklar, maka Jaehyun kini tengah menekan tombolnya untuk menyala. Johnny juga tengah lelah. Seharian ini ia berbolak-balik untuk ke rumah sakit, kampus, juga kantor ayahnya. Ditambah Jaehyun yang menuduhnya secara tiba-tiba.

“Jaga bicaramu Jaehyun-ah, Ji-wan lebih tua darimu. Lagipula sejak kapan sikapmu begitu kasar pada wanita.”

“Aku? Kasar? Apa sedikitpun kakak tak pernah berkaca?”

Johnny mengepalkan tangannya mendengar serangan balik kekasihnya. Wajahnya bahkan sudah memerah, menahan amarah. Ia berbalik untuk sekedar bicara pada Jiwan sembari sebelah tangannya menggenggam lergelangan tangan Jaehyun erat.

"Jiwan-ah masuklah ke kamar tamu, dan jangan memikirkan apapun. Aku akan menyelesaikan urusanku dengan Jaehyun dulu."

Tak menunggu Jiwan bergerak, Johnny sudah menarik Jaehyun untuk memasuki kamar mereka. Tak perduli Jaehyun yang merintih sebab genggamannya yang terlalu kuat hingga membuat pergelangan tangan jaehyun memerah.

"Lepashh.. Kak.. Awhhhh."

Johnny melepasnya kasar, sedikit mendorong Jaehyun hingga terjerembab ke ranjang mereka. Ia menarik nafas berat beberapa kali, mencoba untuk memberi kendali pada diri sendiri.

Mereka berdua sama-sama bungkam, hingga Jaehyun berjalan ke arah lemari dan menarik satu koper besar dari dalamnya.

"Apa yang ingin kau lakukan, Jaehyun-ah?"

Jaehyun menatap Johnny dengan wajahnya yang sudah basah dengan airmata. Mengumpulkan seluruh keberanian yang selama ini tak pernah ia miliki.

"Aku lebih baik pergi daripada berada diatap yang sama dengan selingkuhan kakak dan anak kalian."

"Dia bukan selingkuhanku Jaehyun-ah. Kau hanya salah paham."

Johnny mendekat lagi, menangkupkan tangannya di kedua pundak Jaehyun dan mendorong yang lebih muda ke tembok. Hingga suara debuman antara punggung Jaehyun dan tembok kamar itu menggema. Ia berusaha untuk mencium sang kekasih dengan harapan Jaehyun akan tenang dan mendengarkannya. Namun nihil, yang didapatinya justru Jaehyun yang meronta-ronta melepaskan diri dari rengkuhannya.

"BOHONG!!! Lepas kak aku nggak mau tinggal sama penghianat, aku mau pergi dari-"

Plakkkk....

Suara tamparan Johnny lagi-lagi terdengar begitu nyaring dikamar itu. Jaehyun tersenyum remeh. Saking sudah terbiasanya, Jaehyun merasa tamparan Johnny sudah tak berdampak apa-apa padanya.

"SIAPA YANG MENGAJARIMU BERSIKAP KEKANAKAN SEPERTI INI JUNG JAEHYUN."

Dengan seluruh keberaniannya yang tersisa, Jaehyun masih mencoba melawan kekasihnya.

"Kekanakan? Bukankah jika begitu kakak juga sama kekanakannya? Kakak bahkan cemburu hanya karna kak Sehun memotretku, atau Dokyeom yang mengantarku pulang tempo hari, TAPI KAK JO SENAKNYA MENGHAMILI SEORANG WANITA DIBELAKANGKU...AKKHH..."

Johnny sudah sepenuhnya tertelan oleh amarah. Ia mencengkeram rahang Jaehyun dengan sebelah tangannya. Nada suaranya ketika berbicara tepat didepan telinga Jaehyun seolah turun hingga mampu meruntuhkan lantai kamarnya.

"Kamu tidak akan bisa meninggalkan tempat ini, sampai kamu tenang dan bisa mendengar penjelanku."

Setelahnya, Johnny melepaskan cengkeramannya pada rahang Jaehyun dan mengunci yang lebih muda didalam kamarnya. Membiarkan teriakan Jaehyun didalam sana teredam oleh dinding kamarnya yang kedap suara.







TBC.

~Something in Between~
A Story written by Weirdodorks

~Something in Between~A Story written by Weirdodorks

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Something in Between [[Johnjae]] END. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang