16.

1.4K 180 59
                                        

Happy Reading
-
-
-
-
-

Setelah mengungkapkan tentang dirinya dan Sabrinna kepada Cahaya Lintang sungguh lega tetapi...disisi lain Cahaya mencintai nya disisi lain juga Lintang mencintai Sabrinna bukan Cahaya.

Cahaya beranjak dari duduknya dia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.Tapi sial Cahaya tidak bisa menahannya dia menangis didepan Lintang.Lintang menarik tangan Cahaya agar terduduk lalu Lintang memeluk tubuh itu Cahaya menangis tanpa suara.

"Cahaya".Lirih Lintang dengan tangan yg setia mengelus punggul Cahaya.

Cahaya tidak bisa bersuara karna menangis dan dia hanya menganggukan kepalanya dan Lintang bisa merasakan itu.

"Kamu tetep istri aku".Bisiknya

Cahaya melepaskan pelukannya dan berlalu ke kamar mandi.

Lintang menatap pintu kamar mandi itu nanar.

"Maaf".

*****
Didalam kamar mandi tangis Cahaya pecah didepan wastafel.

Cahaya memperhatikan perutnya di depan cermin lalu mengelusnya.

"Kamu ada disaat yg tidak tepat,maafin mama ya".Isaknya.

Tubuh Cahaya merosot di dinding kamar mandi.

"Baby maafin papa ya".Lirihnya dengan suara bergetar."Papa gak salah yg salah mama".

"Gimana nasib aku kedepannya TUHAN".

"Apa aku gak boleh bahagia?".Tanya nya kepada diri sendiri.

Terdengar suara ketukan dari luar kamar mandi dengan menyebut nama Cahaya.

tok tok..tok

"Cahaya ayo keluar".

"Cahaya walaupun aku ga ada rasa sama kamu tapi kamu tetep istri aku".Ucap Lintang dengan suara tinggi.

Cahaya yg mendengar penuturan Lintang hanya terisak tanpa suara sungguh sakit di dadanya.

Cahaya mengusap air matanya lalu menarik napas dalam-dalam agar dia merasa tenang.Setelah itu dia keluar dari kamar mandi.

*****

Lintang prustasi kenapa Cahaya lama sekali di dalem kamar mandi.

Lintang memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi

tok.tokk...tokk

"Cahaya ayo keluar".

"Cahaya walaupun aku ga ada rasa sama kamu tapi kamu tetep istri aku".Ucap Lintang dengan suara tinggi.

Tidak lama pintu kamar mandi terbuka menampakan Cahaya dengan mata sembab nya dengan wajah yg menahan tangis.

"sini peluk".Ujar Lintang sambil merentangkan tangannya.

Cahaya tidak menolak dia berhambur memeluk Lintang dengan erat Lintang pun membalas tak kalah erat sambil mencium pucuk kepala Cahaya.

TENTANG KITA :On GoingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang