6.angkasa untuk amira

8 2 0
                                        

"Diammm...."

Triakan nyaring itu menghentikan aksi parah siswi membully Amira, semua mata tertuju pada sosok yang kini berdiri dengan tatapan tajam, para siswi kini mulai caper buru buru memperbaiki riasan mereka berharap pria itu menoleh kearahnya, ini akan menjadi gosip terpanas di kelas mereka seorang siswa kelas VIP masuk di kelas umum, di tamba lagi pria itu seorang kapten putsal di sekolah mereka,

"Bank berjalan"

"Demi apa bau duit guys"

"Oh my husband"

Berbagai bisikan bisikan dari para siswi membuat Amira penasaran dengan sosok yang berteriak tadi, dengan sisa sisa ke branian gadis itu mengangkat pandangannya ke ara pria yang mendekat ke arahnya,
"Angkasa" lirihnya

"Hai manis" ucap angkasa mengusap pelan kepala gadis itu, "maaf aku terlambat" lanjutnya merai lengan amira, angkasa dengan muka datarnya membawa gadis itu kluar dari kelas, berbagai tatapan tak percaya, dan tak suka ia terima,

Sementara itu di lain sisi seorang Nathaniel mengepalkan tangannya dengan kuat, ada rasa cemburu yg menggerogoti nya, kejadian itu tak luput dari perhatian Arga yang tersenyum miring "selamat Amira, dia sudah jatuh cinta" batin Arga kembali ketempat semula,

Suasana yang tadinya Riuh kini terkendali sejak kepergian Amira dan angkasa yang masi menjadi gosip panas di kelas umum, cepat atau lambat berita hari ini akan menggemparkan kelas umum, di mana gadis culun yang selalu di buli karna miskin mendapat perhatian dari seorang angkasa,

"Harusnya kamu gak Dateng, bukannya aku tidak menghargai atau tidak berterima kasih tapi aku tidak ingin merasa di kasihani, aku sudah terbiasa dengan situasi tadi" ucap Amira setelah tiba di tempat sepi, taman belakan sekolah.

"Maaf tapi setelah ini aku akan selalu ikut campur dalam urusan kamu" jawab angkasa dengan senyum manisnya, sementara Amira berdecak kesal sambil melap air matanya secara kasar,

"Udah gak usa nangis, mau ini gak" tawar angkasa, menyodorkan permen lollipop berukuran besar, Amira dengan senang hati menerima nya bahkan wajah sedih yg menghiasi wajah indahnya kini hilang entah kemana hanya karna lolipop itu,

"Suka banget ya"

Gadis itu manggut-manggut sambil menjilati permen nya Tampa peduli dengan pertanyaan pria itu, bahkan kini tingkah nya seperti anak kecil membuat angkasa, berusaha untuk tidak mencubit pipi gembul nya,

"Mau" tawar gadis itu sambil menyodorkan permen lollipop yg selesai di emutnya, tujuan nya agar pria itu ilfil dan segera pergi dan berhenti memerhatikan dirinya yang pokus makan,

"Mau ngapain" teriak gadis itu menarik kembali permennya yang hampir saja di makan oleh pria itu,

"Lo tadi kamu nawarin kan"

"Ya, tapi gak gitu juga konsepnya, masa ia permen ini udah aku emut mau kamu makan lagi"

"Loh kok marah kan kamu tadi tawarin, kata orang rejeki gak boleh di tolak, kan pengen cobain gimanasi rasanya permen yg suda di emut princess"

Jujur saja gadis itu ingin teriak mendengar pujian angkasa namun Masi ada rasa malu yg tersisa sehingga mencegah dia untuk tidak melakukan hal aneh.

"Ikut aku ya, aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat"

"Ke mana"

"Udah ayo" ucap pria itu menarik pelan tangan Amira,

Beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah lapangan putsal yg terletak ruangan paling ujung dengan pasilitas yang lengkap, tentu saja ini pertama kali gadis itu memasuki ruangan putsal semenjak sekolah karna selain pokus pada pelajaran, dia tidak pernah minat yang namanya olahraga, apapun itu selain renang

"Tunggu di sini ya aku mau latihan dulu"

Amira hanya mengangguk angguk memerhatikan beberapa teman teman angkasa yang mulai bermain, tak di sangka Nathan juga berada di sana, membuat ketos dingin itu tiba-tiba tersenyum Tampa dia sadari, namun perlahan senyum itu menghilang saat melihat angkasa duduk di samping Amira sambil memakai sepatu,

Tangan pria itu mengepal memperlihatkan buku bukunya yg mengeras, ingin sekali dia meninju pria itu,

"Cemburu bilang bos" bisik Arga yang memang satu tim dengan angkasa jadi otomatis bertemu lagi di lapangan selain di kelas,

"Ck, minggir" sentak Nathan menghampiri dua orang yg sedari tadi mengganggu pikirannya,

Namun saat hampir mendekati Amira Nathan memilih belok, gengsi nya lebih tinggi daripada rasa cemburunya,

Amira yang melihat Nathan pergi saat melihatnya, kembali menunduk, seburuk itukah dirinya sampai pria itu menghindari padahal selama ini dirinya tidak pernah lagi mengintili lelaki itu, jadi di mana salahnya sekarang apa mungkin wajahnya itu merusak pemandangan bagi seorang nathan.

"Liat apa Ra" ucap angkasa mengikuti ara pandang Amira, gadis itu menggeleng pelan, dan kembali pokus pada anak anak yg bersiap latihan tanding,

Lima menit kemudian Nathan kembali ke lapangan dan memulai pertandingan dengan tim angkasa, di sana terlihat Nathan menatap benci ke ara angkasa, entahlah sejak kemunculannya tadi sangat mempengaruhi pikiran Nathan seakan akan pria yang menjadi lawan mainnya itu telah merenggut sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

Angkasa yang melihat tatapan Nathan yang berbeda seketika tersenyum simpul melirik Amira sekilas, yakin bahwa pria yang ada di depannya itu tengah cemburu

"Menarik" batin angkasa.

Prriitt

Bunyi Pluit dari wasit menandakan permainan segera di mulai, Arga menggiring bola dengan linca ke ara gawang, di ikuti angkasa maju di dekat kiper bersiap menerima bola yang akan di umpankan dari anggota timnya,

"Goolll" teriakan kemenangan tim angkasa saat pria itu berhasil mencetak angka untuk timnya, tak lupa Amira berdiri dengan senyum manisnya memandang lurus ke ara angkasa,

Dengan iseng angkasa meng kiss bye Amira yang berdiri di luar  Jaring, seketika Nathan tidak terima, langsung menyenggol angkasa dengan  keras, dirinya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan tubuhnya bereaksi begitu saja, tak suka saat melihat angkasa begitu bebas mengekpresikan diri di depan gadis itu,

Angkasa yang di senggol pura pura bertanya dengan isyarat sedangkan Nathan terlihat mengangkat tangan pertanda tidak sengaja,

Pertandingan berlanjut dengan sengit, tim angkasa memperoleh poin 3 sedangkan tim nathan baru memperoleh satu, sebenarnya banyak kesempatan untuk mencetak gol bagi tim Nathan tapi karna terbakar api cemburu jadilah pria itu tidak pokus dan Mala asal asal menendang bola,

"Angkasa lu bisa" teriak Amira untuk yang pertama kalinya di hadapan banyak orang, gadis itu tidak peduli tatapan anak anak lain yang jelas dia hanya ingin bebas berekspresi seperti yang lain,

Angkasa yang di soraki Amira dengan semangat 45 kembali mencetak gol kemenangan, pria itu berlari ke hadapan Amira sambil bertos,

Hari ini Amira bisa melupakan sedikit masalahnya dengan menonton pertandingan latihan angkasa, meskipun sebenarnya jau di lilubuk hatinya menjerit ingin meneriakkan nama Nathan.

Sungguh bodoh jika dia melakukan itu, berusaha keras untuk melupakan namun semesta selalu mempermainkan,

"Kamu tadi Kren banget deh" puji Amira jujur, angkasa yang di puji tiba tiba menggaruk tengkuknya padahal barusan ingin menyombongkan diri tapi Mala tidak bisa berkata apa apa,

"Ah masa sih" ucapnya lantang "stupid" batinya, padahal dia ingin mengatakan oh jelas tapi lidahnya Mala bengkok ke jawaban aneh.

"Iya bener kamu keren, pantas aja kamu jadi kapten" lanjut amira

"Thanks ya"

Pada akhirnya angkasa mengakui, dia kalah dengan senyum gadis itu,

"Tuhan, jangan pernah ambil senyum itu dariku" batin angkasa merangkul pundak gadis itu pergi dari lapangan indor

Tampa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan dari jau dengan senyum miring,

"Lo selalu merebut apa yang gw punya selema ini, kini waktunya gue membalas dua kali lipat"


Dahlah gak di vote, yg penting kalian suka aja udah cukup

Langit AmiraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang