"kesekian kali serasa pertama kali"

2 0 0
                                        

Aisyah yang melihat daus langsung tersenyum malu.

"Bang Daus, Aisyah bawakan makan siang buat bang Daus"sambil menunduk malu dan menyodorkan rantang makanan ke daus.

Di sambut siulan dari Ali dan teman-temanya.

"Hem.. gak usah repot-repot Aisyah"daus yang  tak enak menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal.

"Ambil aja us mubazir"Rizal menyenggol Daus

Aisyah yang menunggu jawaban sambil menunduk.

"Terimakasih Aisyah"jawab daus sambil meraih rantang makanan yang di pegang Aisyah.

Pagi ini  hatiku sangat bahagia entahlah kenapa setiap harinya aku memikirkan dia.Aku berniat membuatkan makanan untuknya,Ketika akan mengunjungi dia,aku meminta temanku Lina menemaniku,dari jauh ak melihat sosok yang ku cari sedang bersama ketika temannya.Dengan beraninya aku menghampirinya dan langsung memberikan makanan yang ku bawa,jujur jantungku tak berhenti berdebar dengan kuat,hati ini takut jika dia menolak pemberian ku.
Asal dia tahu saja leherku pegal menunggu jawaban sambil menunduk.

Ya aku tak berani memandang matanya,melihatnya pun dari jarak jauh saja.

Sebuah tangan berada di depan ku, dengan suara yang setiap malam ku rindukan'terimakasih Aisyah'Jawabnya
Ku balas dengan anggukan lalu pergi dengan perasaan yang sangat bahagia

"Aisyah astaga kamu berani banget,Gilak si dia mau Nerima makananmu  kamu" girang  Lina

"Sudahlah Lina,doakan saja"

Lina yang sudah tahu sejak lama jika Aisyah menyukai lelaki yang bernama Daus,tapi baru kali ini dia melihat keberanian Aisyah yang menghampiri Daus dan memberikan makanan.

"Ni buat kalian"Kata daus aambil menyerahkan rantang makanan tadi ke Ali

"Kamu gak mau us,ya udah buat kita tiga aja"kata Supri

"Tapi jangan bilang siapa-siapa kalau ni makanan dari Aisyah kalian yang makan"tatapan mematikan daus yang di lontarkan ke tiga temannya

"Hehe santay US,yuk kita makan di dalam"ajak Ali pada ketiga temannya

Daus diam sambil melihat temannya pergi sambil berfikir...

Karan dan aku membantu bibi membawa barang untuk di bawa pulang,ya waktunya bibi dan sekeluarga pulang pada sore hari.

"Paman balik ya, hati-hati di rumah"

"Iya paman"jawabku

"Terimakasih dah di traktir "kata Karan sambil nyengir

"Dah kakak"Fadil yang memasuki mobil

Setelah kami bersalaman bibi dan paman,mereka berangkat,kami berdua Karan melambaikan tangan.

"Pulang jam berapa?"tanya Karan yang melihatku menaiki motor dan tentunya sudah tahu aku pergi kemana

"Gk tahu,nanti ku chat deh kalau mau pulang"

"Aku mau pergi sama Angga ni,kalau kamu perginya lama kuncinya ku bawa ya"

"Iyaa bawa aja,kan ada kunci serep ni"jawabku sambil melihatkan kunci pada Karan

"Katanya hilang"Karan sambil melempar sandal ke arah ku

"Hehe dah ketemu,,,dadahhh "akupun pergi melajukan motorku karna karan yang ingin mengejar ku.

Sesampainya di Moll aku tak melihat keberadaan Febby, Ira dan Tri,yaa karna aku datang 10 menit  lebih awal dari janji jam 4 sore, aku sengaja pergi lebih awal karena ingin melihat lelaki yang membuatku penasaran.

SAKIT TAPI MANISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang