2. Hukuman

21 5 11
                                    

Hari sudah bergantin ke Selasa dimana kemarin hari senin gadis yang bernama Anggia Meltania Bhaskara hadir ke sekolah hanya untuk menandatangani sebuah perjanjian peraturan yang sekolah buat dan juga bertemu para tuyul selebihnya kembali kehabitat asalnya.

Panggil aja "Gia" gadis berusia 17 tahun pindahan dari Jakarta dengan seribu sifat jahilnya seribu lima ratus sifat ngeselin tengilnya duaribu sifat manjanya dan beberapa ribu lagi sifat yang tidak pernah di ketahui siapapu.

Kemarin sih gia kebelet pengen masuk sekolah tapi sekarang....

Lihatlah apa yang terjadi

Teng teng teng teng

Tong tong tong tong

Tung tung tung tung

Teng tong tung tung tong teng

"Sssst berisik maaaaa" rengek gia berusaha menutupi telinganya dengan bantal"

Terdengar sangat nyaring suara dentingan sendok yang dipukul pukul pada tutup panci.

Gia memelekan matanya melihat sang mama yang berada diambang pintu berjalan mendekati kearahnya.

"Bangun bangun bangun bangun hayu bangun bangun bangun hayu bangun" nyanyi sang mama membangunkan anaknya dengan paduan sendok dan tutup panci.

"Iya ma iya gia bangun nih" dengan ogah ogahan gia bangun dan langsung lari memasuki kamar mandi

"Dasar kebo sawah" batin sang mama melihat punggung anaknya yang menghilang masuk kamar mandi

Jam sudah menunjukan enam lima puluh sedangkan pihak sekolah sudah memeberi tahu bahawa masuk sekolah pukul tujuh pas

Dengan kekuatan halilintarnya gia sudah membereskan segalanya mulai dari mandi dan udah itu aja

Gia hanya mandi itupun terburu buru untuk sarapan?jawabannya tidak jam sudah menunjukan pukul nol tujuh lebih sepuluh yang artinya gia sudah terlambat sekolah dan pastinya gerbang pun sudah di tutup

"Mama gia pamit sekolah assalamualaikum " pamit gia dengan suara nada tinggi dari arah gerbang menggunakan motor scoopyynya.

"Iya hati hati jangan ngebut ngebut anak kebo waalaikumsalam " sahut mamah dari dalam rumah.

>>>>

Sekolah sudah sepi jika dilihat dari luar gerbang banyak motor motor yang sudah berjejeran rapi disana tidak ada murid murid lagi yang mondar mandir di karidor sekolah

"Pak tolong bukain gerbangnya dong" pintanya memohon sambil mengoyang goyangkan pagar sekolah yang menjulang tinggi.

Pak satpam melirik nametagnya "Maaf atuh ya neng Anggia Meltania Bhaskara tunggu pak panji aja kesini ya" ucap pak satpam

Gia terkekeh mendengar panggilan dari pak satpam dengan nama panjangnya "Panggil aja gia pak"

"Ini hari pertama sekolah saya loh pak masa bapak tega membiarkan anak sekolah sini gak masuk" lanjutnya

"Lagian sih si neng gianya telat kan ini udah siang neng" sahut pak satpam

"Saya anak baru sekolah sini loh pak pak jadi wajar kan pak" ucapnya dengan nada sedih yanh di buat buat dengan memerikan puppy eyesnya

"Karena lo anak baru seharusnya lo tau aturannya" ucap seseorang tapi bukan pak stapam seseorang yang berada di belakang gia

RISGIA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang