3. Basah

17 4 2
                                    

Happy Reading
<
>
<
>
<
>


Eh bapak negara kirain lo ga sekolah" celetuk rio ketika mendapatkan haris yang berjalan ke arahnya dengan muka yang sangat merah mungkin karena panas habis dihukum tadi.

Hukuman untuk hormat ketiang bendera akhirnya selesai juga kini semua siswa berhamburan ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah kelaparan hampir isdet.

Jika semua siswa berhamburan keluar kelas maka haris masuk kedalam kelas dengan muka kusut dan juga keringan yang membasahi seragam putihnya sampai seluruh wajahnya pun terkena aliran keringat yakali aliran sungai.

"Gue dihukum!" ucap haris dingin irit gak banyak gaya sambil membantingkan tasnya kebangku yang semula ada di bahu kirinya.

"Weh weh weh santai pak" ucap rio dan yang lainnya dengan siap siaga untuk lari keluar

"Tumben lo bos bisa dihukum biasanya juga lu kagak kena hukum tuh yakan prend" ucap Awan meledek sambil menyenggol bahu kiri rio

"Au ah" rio hanya mengangkat bahunya acuh

"Ih sia mah"

"Apa anjir ya emang gue kagak tau" terang rio

"Yee lo mah kagak bisa di kode"

Rio berdiri dari duduknya menghadapkan bokongnya ke wajah Awan sambil menepuk nepuknya "yeuh ngomong jeung bool urang"

"Najis pantat lo tepos" ucap awan sambil nendang pantatnya rio

"Pantat gue rusak njir" ucap rio gelisah sambil mengelus elus pantatnya

"Eh eh bos lo mau kemana baru juga lo datang" celetuk Egi melihat haris bangkit dari kubur eh kursi maksudnya

"Kamar mayat!" Ucap haris dingin

"Astagfirullah" ucap awan kaget sambil memegang dada dengan kedua tanganya dan tidak lupa dengan mata yang hampir copot

"Gue mau tidur" ucap haris kalem

"R r r ris lo masih hidupkan? Atau jangan jangan lo udah..."ucap awan terpotong

"...Anjir ris L-lo ternyata mayat yang mau tidur?" Celetuk rio gugup waspada jika temannya ini sudah meninggoy

"R r ris l-lo udah..." ucap awam terpotong lagi

"R-r-r-ris lo bukan zombey kan" panik Refan ambil ancang ancang kabur keluar kelas

"Heh anjir gue belum selesai ngomong ye" ucap awan kesal pasalnya teman temannya selalu memotong pembiacaraanya

"Bego ya kamar mandi lah!" Sarkas haris dengan melangkahkan kakinya keluar kelas dengan tangan dimasukan kesaku celana abu abunya

Rio Awan Refan lantas memandang satu sama lain "O o o o o o" ucap ketiganya memangut mangut tanda mengerti dan tidak lupa dengan ekspresi mereka seperti orang Boloho

You now Boloho? Boloho is Bego

>>>>


"Giaaaaa" teriak seseorang dari ujung karidor menggema keseluruh penjuru sekolah siapa lagi kalau bukan Puput dan Mila teman dadakan


Gia seneng bukan maen melihat kedua temannya dari ujung sana dengan kekuatan ironman gia lari menuju mereka berdua


"Gi gi lo kenapa?" Tanya Puput panik pasalnya gia seperti sedang dikejar jurig kutar ketir larinya pun tadi sempat oleng meskipun dengan kekuatan ironmannya

RISGIA [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang