Dan aku masih mematung dalam kebimbangan yang semata membuatku kaku. Bahkan membekukan hatiku yang sudah tak berbentuk. Kutopang rindu yang nyaris berjatuhan.
Kubuka lagi larik kertas hatimu di hatiku. Sudah tak ada selarik puisi yang mesti kubaca, semuanya sudah dimengerti, kata- demi katanya telah kuterangai, dan abjad-abjadnya usai sudah kueja. Semuanya telah kupahami.
Ah, aku sendiri sudah enggan menulis sebenarnya, sudah terlalu banyak rasa kujelma dengan kata-kata meski tak pernah kau baca. Dan saat ini, sepertinya aku telah muak dengan cinta, walau aku masih begitu mencintaimu.
Sekarang aku tahu, kangen itu perih, cemburu itu pedih iyakan? Dan kau juga harus tahu memiliki kehilangan itu sedih karena cinta hakikatnya indah namun sakit.
YOU ARE READING
Kekalahan Tanpa Pemenang
Short StoryKekalahan Tanpa Pemenang dan kita yang dipaksa kalah dalam pertempuran tak bernama; tentang perasaan kesepian, mencintai sendirian, ketulusan yang terelakan, kisah hubungan yang enggan, pertarungan dan pertengkaran sengit isi kepala manusia dalam me...