Happy Reading...
🐶❤️🦊
***
Mendengar ucapan Jisung semuanya tertawa. Mereka pikir jika Jisung legal akan mencoba meminum alkohol namun kenyataannya hanya akan bergadang untuk malam pertama legalnya.
***
Setelah kejadian di sekolah Renjun masih mengingat ucapan Jeno. Bahkan sepulang sekolah di berbaring lesu di kamar.
Saat teman-teman serumahnya mengajak makan dia menolaknya.
"Renjun cepatlah makan, kau ini kenapa?" Ucap Yangyang
"Apa aku selama ini selalu mengganggu Jeno?"
Yangyang bingung, bukan mendapatkan jawaban dari apa yang ia berikan kepada Renjun. Malah Renjun balik bertanya atas masalah cintanya.
Tapi mendengar itu Yangyang mengerti, perasaan Renjun. Yangyang itu pintar, diantara teman satu rumah nya dia paling pintar diantara yang lain.
"Kamu tak mengganggunya Renjun. Yang kamu lakukan selama ini adalah bukti bahwa kamu mencintai Jeno"
"Sungguh?" Renjun menyakinkan ucapan Yangyang
"Yakinlah, suatu saat Jeno akan berpaling kepada mu. Maka dari itu kamu semangat mengejarnya"
Mendengar perkataan Yangyang. Renjun segera bangkit dan mengajak Yangyang untuk makan.
***
Hari berikutnya, di rumah rantau. Ya rumah rantau hanya ada orang-orang negeri sebrang. Renjun sedang menyiapkan sarapan, karena hari ini adalah piket Renjun masak.
Tak lupa Renjun membuatkan bekal untuk Jeno.
"Untuk siapa bekal itu?" Tanya Chenle
"Untuk Jeno"
Chenle menghela nafas beratnya. Teman yang satu ini bersih keras mengejar Jeno.
***
"Kau yakin akan mengucapkannya lagi di hadapan banyak orang?"
"Aku yakin"
"Kau akan di tolaknya lagi"
"Aku tak peduli dengan itu" dia segera lari setelah mendengar bel istirahat berbunyi.
***
Saat bel istirahat Renjun segera mengejar Jeno yang tadi sudah duluan pergi keluar. Renjun akan memberikan bekal makan siang yang ia buat untuk Jeno.
Namun baru beberapa langkah Renjun keluar
Praaakk
Suara kotak makan itu terjatuh. Di sana tepat tak jauh dari Renjun berdiri sekitar 3 meter. Ada anak kelas 127 menyatakan cintanya kepada Jeno
"Jeno, aku mencintai mu. Jadilah pacar ku"
Gadis itu menyodorkan setangkai bunga mawar, "jika kamu mengambil bunga ini maka kamu menerima ku menjadi pacar ku" ucapnya lagi.
Mendengar perkataan gadis itu semuanya bersorak
Terima
Terima
Terima
Siapa yang akan menolak gadis dari kelas 127, mereka cukup terkenal atas kecantikannya.
Mendengar semua itu Jeno mengambil bunga itu. Setelah itu semuanya tepuk tangan.
Mendengar semua itu Renjun berlari menuju tempat sepi. Dia tak mempedulikan bekal makanan yang terjatuh.
Sampai di halaman belakang Renjun menangis sesegukan.
Tak tau saja jika tangisan Renjun mengganggu orang yang sedang tidur di balik pohon di pinggir Renjun.
Siswa itu membuka matanya dengan malas.
"kau mengganggu tidur ku"
Renjun kaget, dia pikir ini adalah tempat sepi namun nyatanya masih ada orang disini.
"Maafkan aku"
"Kau menangis?" Siswa itu akhirnya berjongkok di depan Renjun.
Renjun membuka kaca matanya dan segera menghapus jejak air matanya. Namun siswa itu mengambil kaca mata Renjun, dan memakainya
"Ini tidak min"
"Itu kaca mata gaya buka min"
"Owhh sperti itu"
Kreekkk
Kaca mata itu di injak oleh siswa tadi
"YAK apa yang kau lakukan pada kaca mata ku"
"Kaca mata itu tak berguna bukan"
"Aisssh kau ini"
"Nama ku Mark Lee" dan kemudian Mark menarik ikat rambut Renjun
"YAK"
"Kau cantik, siapa nama mu?
"Renjun, Huang Renjun"
Mark tersenyum. Dan kemudian mengambil kaca mata yang dia injak lalu meninggalkan Renjun begitu saja.
***
Jeno menarik tangan Jungwoo ke tempat sepi.
"Ini bunga mu"
"Maksud mu?"
"Kau tak mengerti, ini bunga mu kan?"
"Tapi Jeno. Kamu tadi menerimanya"
"Aku hanya kasihan kepada mu, jika aku tak menerimamu. Kamu akan malu"
"Tapi Jen"
"Aku tak bisa menerima mu"
"Jika kamu tak bisa, bisakah kamu berpura-pura menjadi kekasih ku jika di sekolah"
"Aku tak bisa"
"Tapi seisi sekolah tau jika kamu telah menjadi pacar ku"
Jeno tak menjawab perkataan Jungwoo dia segera pergi meninggalkannya dan mencari kawan-kawannya.
Jaemin menyodorkan sebuah kotak bekal, diatasnya tertera (untuk Jeno Ku 💕).
"Renjun tadi menjatuhkan ini, saat Jungwoo menyatakan cintanya kepada mu"
Jeno menatap kotak itu begitu lama
"Jika kamu tak ingin, makan akan kita makan" timbal Sungchan
Jeno segera menariknya, dan memakannya 'enak. Sangat enak' Jeno dengan lahapnya menghabiskan kotak bekal dari Renjun.
"Bahkan baru kemarin kamu bilang tak ingin pacaran, dan hari ini kamu menerima Jungwoo sebagai pacar mu" ucap Jisung
Jeno tak menggubris ucapan Jisung, dia begitu menikmati bekal dari Renjun.
"Dan menghabiskan bekal dari Renjun" tambah Jaemin
"Enak sekali jadi Jeno" ucap Jisung.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, semua anak segera memasuki kelas.
Renjun segera berdiri, dan menepuk-nepuk rok nya yang mungkin kotor dan membetulkan tatanan rambutnya.
"Aissshhh kenapa Mark mengambil ikat rambut ku juga sih, ini akan gerah nantinya"
Renjun segera memasuki kelas dengan sedikit lesu.
***
🐶❤️🦊
TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Family (NOREN GS) ✔️
RomanceRenjun yang sejak duduk di bangku SMA sudah mengejar cinta nya Jeno, namun Jeno selalu menolaknya. Dan datanglah Johny yang begitu mencintai Renjun. Yang ingin tau kisah cinta masa SMAnya Renjun dan perjalanan sampai dia menikah kalian bisa membeli...