Delapan

886 115 15
                                    

Happy Reading.

🐶❤️🦊

***

Jeno segera bergegas ke kelas, dia tak ingin berlama-lama di halaman belakang. Dihalaman belakang lebih menyakitkan ketimbang di kantin.

***

Bel masuk berbunyi menandakan waktu istirahat telah selesai.

"Kamu kenapa menangis Jungwoo?" Tanya Doyoung

"Aku di bentak oleh Jeno di depan umum" jawabnya

"Bukankah sudah aku bilang, jika dia tidak mencintai mu" ucap Taeyong

"Itu resiko nya jika berpacaran dengan orang yang tidak mencintai kita" tutur Doyoung

"Tapi bagaimana bisa dia membentak mu"

"Awalnya. Saat istirahat tadi, aku ke kelas Lucas untuk mengembalikan coklat yang tadi pagi dia berikan kepadaku. Dan aku juga mengatakan jika aku tak bisa menerimanya. Namun Lucas tidak terima dia mencari Jeno ke kelasnya dan bertemu di kantin, setelah itu Lucas memukul Jeno..."

"Dan kamu membela Jeno, tapi Jeno tak menerima pembelaan mu kan?" Ucap Doyoung. Doyoung memang sedikit pedas ketika berbicara.

"Ya kurang lebih seperti itu"

"Sudahlah dari pada kamu mengejar Jeno, terima saja Lucas kemudian kamu belajar bukankah sebentar lagi kita akan ujian akhir sekolah?" Ucap Doyoung

"Tapi aku sangat mencintainya Doy"

"Makan saja cinta mu itu" tutur Doyoung.

Kemudian mereka menghentikan percakapannya karena guru telah memasuki kelas.

***

Jaemin dan Jisung bersiul saat memasuki kelas. Jaemin senang karena bisa mencicipi masakan dari Renjun plus bisa bercakap-cakap lama dengan Yangyang.

Saat mengembalikan tempat bekal yang Renjun kasih kepada Jeno, itu adalah sebagian trik Jaemin untuk mendekatkan dirinya kepada incarannya.

"Kalian dari aman saja?" Tanya Jeno yang sejak kembali dari halaman belakang Jeno hanya duduk di kelas, dia malas kemana-mana dan entah kenapa kedua sahabat plus teman sekelasnya tidak ada.

"Tentu saja dari kantin" ucap Jaemin

"Aku lupa, bekal makanan ku di kantin" ucap Jeno, hendak iya berdiri namun Jaemin kemudian berbicara lagi

"Kamu akan mengambilnya? Tenang saja kita sudah mengembalikan wadah bekal itu ke Chenle tadi"

"Tapi itu belum habis"

"Kita menghabiskan itu Jeno" timpal Jisung

"APA?"

"Kamu tidak mendengar ucapan Jisung, Jen? KAMI TELAH MENGHABISKANNYA" Jaemin berteriak di dekat telinga Jeno

Rahang Jeno mengeras 'dasar... Gara-gara si Brengsek memukul ku lagi' mata Jeno melirik ke arah gadis yang baru saja memasuki kelas 'kenapa dia makin cantik sih.... Aisshhh aku ini kenapa sih selalu saja memikirkan dia'

Jeno kembali duduk di bangkunya, menundukan kepalanya yang di tahan oleh kedua tangannya. Menenangkan pikiran dan hatinya yang sejak tadi tidak beres.

***

"Kamu dari mana?" Ucap Chenle

"Aku ada bisnis kenapa?"

"Ini wadah mu"

"Chenle, bisa kamu membawanya ke rumah. Sepulang sekolah aku ada urusan dulu"

"Kemana lagi?"

"Hanya keluar sebentar"

Be Family (NOREN GS) ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang