Happy Reading...
🐶❤️🦊
***
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan pun berganti bulan namun Renjun tetaplah mengejar Jeno. Selama Renjun bersekolah di Neo Culture dia menghabiskan waktunya untuk namja yang bernama Jeno.
"Hah sekolah tinggal tiga bulan lagi, sebentar lagi ujian" keluh Renjun
"Maka dari itu kau harus belajar jangan mengejar Jeno saja" ucap Chenle
"Itu benar Renjun, bukankah kau ingin melanjutkan sekolah di Seoul National University" timbal Yangyang
"Heeem"
"Mari kita semangat untuk mengejar masa depan kita bersama-sama" ucap Shotaro
"Makanan sudah siap" ucap XiaoJun, pagi ini adalah jadwal XiaoJun menyiapkan sarapan untuk ke sekolah.
Mereka tinggal berlima di sebuah apartemen yang tidak terlalu besar. Sebetulnya Chenle dan Yangyang bisa saja meminta kedua orang tuanya untuk membeli rumah tapi, mereka berdua bukan orang yang boros.
Mereka berlima orang dari negeri sebrang yang datang ke negeri ginseng untuk mencari ilmu, dan mungkin impian. Tak terasa mereka sudah bersama selama tiga tahun kurang.
***
Renjun memasuki area sekolah. Matanya berbinar melihat orang yang ia kenal. Segera Renjun berlari kecil menghampirinya, dan menepuk pundaknya dari belakang.
"Pagi Jeno, bagaimana kabar mu hari ini?"
Jeno hanya menoleh, tak menghiraukan Renjun. Namun Renjun terus mengikuti langkah Jeno.
"Jeno apa sudah sarapan?" Namun Jeno tetap saja diam.
"Jeno mau sampai kapan mendiamkan aku seperti ini" Renjun membetulkan kaca matanya.
Jeno menghentikan langkahnya "apakah bisa kau tak mengganggu ku sehari saja" ucap Jeno dengan nada dingin dan tak berekspresi, Jeno melanjutkan jalannya
"Tapi Jeno, aku sangat mencintai kamu"
Mendengar ucapan Renjun, Jeno berhenti kembali "tapi kau sangat mengganggu ku" Jeno kembali melangkahkan kakinya menuju kelas.
Mendengar ucapan Jeno terakhir, Renjun terdiam "selama ini aku selalu mengganggu mu ya,,, maaf kan aku"
Renjun segera mengikuti Jeno, bukan karena akan mengganggunya tapi memang karena mereka satu kelas.
Renjun terus menundukan kepalanya, dia sangat lesu mendengar ucapan Jeno tadi. Dia duduk dan kemudian melipatkan kedua tangannya dan menenggelamkan kepalanya.
Renjun tidak menyadari, jika sejak dirinya memasuki kelas Jeno terus memperhatikannya 'kenapa dia lesu sekali, bukankah tadi dia sangat bersemangat' batin Jeno.
Selama jam pelajaran pikiran Renjun pergi berjalan-jalan, memikirkan apa yang telah dia lakukan selama kurang lebih tiga tahun kurang kepada Jeno, Renjun telah mengganggunya.
Bel istirahat berbunyi, meski Haechan dan Chenle mengajaknya ke kantin untuk bertemu dengan Yangyang, XiaoJun dan Shotaro. Renjun memilih diam di kelas, dia hanya menitip membeli minuman pada Haechan.
Kelas mulai sepi, disana hanya ada Renjun dan sekelompok geng Jeno.
"Jeno ayo istirahat" ucap Jaemin.
Jeno segera bangkit, dan melirik ke arah Renjun yang sedang menundukan kepalanya 'dia kenapa?' batin Jeno.
Jeno pergi meninggalkan kelas, karena Jaemin dan Jisung sudah tak bisa menahan lapar.
***
Saat Jeno baru memasuki area kantin, tangannya ditarik oleh seorang siswi.
"Ikut aku" ucap siswi itu. Jeno hanya mengikutinya.
Jeno mengisyaratkan kepada Jaemin untuk makan lebih dulu.
Jeno ditarik ke halaman belakang disana sudah ada segerombol siswa kelas 127.
"Ayo cepat Jungwoo, aku sudah membawanya kesini" ucap Ten
Yang dipanggil segera menghampiri Jeno
"Jeno, aku mencintai mu" ucap Jungwoo malu-malu.
"Maaf" hanya kata maaf yang keluar dari mulut Jeno. Kemudian Jeno meninggalkannya.
"Dia itu sok ganteng sekali" ucap Ten
Jungwoo menundukan kepalanya dan menangis.
"Sudahlah Jungwoo, carilah laki-laki lain" ucap Taeyong
"Tidak aku akan berusaha keras"
***
"Lucas, kau harus tau. Bahwa Jungwoo hari ini menyatakan cintanya pada Jeno"
"APA?... Sialan sebegitu tampan kah Jeno sehingga aku di tolak oleh Jungwoo"
***
"Jadi saat tadi kamu di tarik Ten, di sana Jungwoo menyatakan cintanya kepada mu?" Ucap Jaemin
"Hemmm"
"Dan kamu hanya bilang maaf" timpal Jisung
"Kau gila Jeno. Sekelas Jungwoo kamu tolak. Jika aku jadi kamu akan aku terima saja dia" ucap Jaemin
"Jika begitu kenapa kamu tak mengejar Jungwoo saja Jaem?" Tanya Jeno
"Aissshh kamu tidak tau saja aku"
"Tunggu... Tunggu, kenapa kamu menolak Jungwoo Jen?" Tanya Sungchan.
"Apa jangan-jangan kamu memiliki rasa sama Renjun ya?" Ucap Jaemin.
"Tidak, tidak seperti itu" tutur Jeno "aku hanya tidak ingin berpacaran untuk saat ini. Bukankah kita sekolah hanya tiga bulan lagi"
Mendengar perkataan itu semua nya terdiam. Ya mereka tiga bulan lagi akan lulus SMA, sebentar lagi usianya 20 tahun (setau saya, lulus SMA di Korea saat usia menginjak 20 tahun usia Korea).
Usia legal di Korea adalah 20 tahun, dimana mereka bebas bisa tidur di jam berapapun, diperbolehkan meminum alkohol, bisa berhubungan suami istri dengan pacar, dan bisa hidup terpisah dengan orang tua.
"Sebentar lagi kita akan legal" ucap Jisung
"Apa yang akan kamu lakukan jika usia mu sudah legal Jisung?" Tanya Jaemin
"Aku akan tidur larut malam, bukankah selama ini kita harus tidur kurang dari jam 10"
Mendengar ucapan Jisung semuanya tertawa. Mereka pikir jika Jisung legal akan mencoba meminum alkohol namun kenyataannya hanya akan bergadang untuk malam pertama legalnya.
***
🐶❤️🦊
TBC
Salam hangat dari YuukiKame

KAMU SEDANG MEMBACA
Be Family (NOREN GS) ✔️
RomanceRenjun yang sejak duduk di bangku SMA sudah mengejar cinta nya Jeno, namun Jeno selalu menolaknya. Dan datanglah Johny yang begitu mencintai Renjun. Yang ingin tau kisah cinta masa SMAnya Renjun dan perjalanan sampai dia menikah kalian bisa membeli...