Step 1

8 2 0
                                        

Kejadian itu bisa sempurna berkat seorang teman baru yang memiliki visi sama, menghancurkan kotornya sekolah ini. Siswa kelas 12 itu bernama Lyra. Ia yang lebih teliti menyusun laporan, ia tak bisa lulus sejak 3 tahun lalu karena kemalasan mengikuti kurikulum, jadi total usianya saat ini 19 tahun. Mereka berdua pergi ke rumah Difta.

"Asal kalian tau aku sekarang bisa membohongi orang tuaku, jika aku telah lulus dari sini. Kurasa absenku lumayan banyak yang kosong, sudah tidak peduli aku, saat longgar waktu aku menonton drama dengan genre apasaja ya, aku dapat banyak pelajaran dari sana. Selain itu aku punya ratusan sertifikat dari berbagai kursus dan seminar yang aku ikuti 3 tahun terakhir." Ceritanya Panjang lebar selama mereka berjalan pulang ke rumah Difta.

Sebuah rumah kecil yang berada di dalam gang-gang yang tidak akan dihafal seorang yang baru pertama berkunjung kecuali Karina. Rumah itu milik Difta. Mereka berdua telah menyiapkan berbagai bukti, sejak seminggu yang lalu mereka berjalan seirama guna membongkar kotornya sekolah mereka. Dimulai hari senin saat hari senin ketika upacara, sound yang telah berhasil dibajak oleh seorang anak tanpa ketahuan CCTV, Difta. Ia memasang dengan Karina, sound yang akan menghancurkan reputasi Pak Eko. Semua murid merasa menang atas apa yang terdengar di sound-system, semua warga sekolah dengan jelas mendengar Pak Eko berbicara dengan Karina segala macam mulai janji manis, hingga sumpah serapah bagi orang-orang yang merugikannya. Alhasil tanpa menunggu matahari memanasi bumi, Pak Eko secara tidak hormat dikeluarkan.

"Pak mohon kasih kesempatan sekali lagi," dengan memohon dan membungkuk di depan Kepala Sekolah. Kemudian Kepala Sekolah yang angkat bicara di ruangan yang isinya hanya mereka berdua, "Bukannya aku tidak bisa mengampuni, tapi aku memang tidak bisa membantu dengan membungkap ratusan murid disini, kecuali hanya lima enam staf kita." Kepala sekola angkat tangan dalam hal ini, kemudian melanjutkan permintaan untuk pemecatan.

"Pak kita harus mengklarfikasi hal ini sekali lagi pak, siapapun yang menyalakan rekaman itu harus masuk penjara." Tak lama kemudian, mobil sabhara dengan sirine yang khas datang. Dengan seribu bukti kejahatan Pak Eko terpaksa masuk mobil polisi dalam waktu sepagi ini.

"Terlalu banyak kejahatan yang anda lakukan selama ini, tidak tercatat namun ada laporan dan bukti yang kuat." Ia memakai borgol dengan muka murung dan bad mood. "Anda bisa memanggil pengacara untuk meringankan hukuman anda nanti saat di pangadilan." Mereka melanjutkan jalannya dengan mobil menuju kantor polisi. Pak kepala sekolah hanya diam dan tersenyum 'kami tidak perlu terlalu lama menunggumu untuk keluar, aku tak bisa bayangkan jika bisa secepat ini." Pak Eko sebenarnya memiliki heaters yang cukup banyak diantara guru-guru di sekolahnya. Namun mereka tak mungkin untuk menghujatnya secara langsung.

**

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 16, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

STEP  (2021)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang