Kau Perlu Tau Suatu Hal

8 2 0
                                        

Karina mengikuti Yuki yang berjalan bersama gengnya ke halaman belakang sekolah. Disana Yuki dengan kuasa membully seorang anak kelas lain yang tak berdaya, entah sebab apa. Yang diketahui Karina hanyalah Yuki tukang bully dengan orang tua korupsi untuk menutupi semua aib Yuki. Anak tunggal memang istimewa.

Karina dengan santai merekam kejadian itu, hingga hampir 4 menit ia matikan dan tertawa dengan keras bak psikopat. Ia mendekat hingga membuat geng itu berada di puncak marahnya.

"Satu sentuhan bisa membuat geger dan sedikit demi sedikit uang orang tuamu habis." Mereka beradu mulut namun secara realistis Karina menyangkal dan membenarkan. Mengancam agar menghentikan kegiatan rutinnya atau mati.

Suara tertawa Karina yang menyeramkan membuat mereka kawan geng memilih untuk tidak melanjutkan kebiasaan buruk mereka. Namun Yuki, tidak punya malu dan tak pernah mau mengalah atau belajar karena bodoh. Ia hanya marah-marah dan pergi dengan sumpah serapah.

Beberapa hari kemudian Karina melihat Difta yang sendirian di atap Gedung sekolah, lantai 5. Difta sering menyendiri disana, ia bukan orang yang tertindas di sekolah ini, namun entah punya masa lalu yang gelap mana kita tahu soal itu. Karina mendekati dan melihat matahari yang nyaris tenggelam dan memperlihatkan lagit orennya.

"Jatuh dari sini bisa mati." Tiba-tiba Karina menyempatkan lelucon di antara kesedihan Difta, ia benar memiliki masalalu yang tidak damai. Kakak yang berusia 2 tahun lebih tua bersekolah sama dengannya dan mati karena dibulli, namun dengan tuduhan bunuh diri, Difta Kembali dilanda duka sebulan kemudian jiwa ayahnya terusik kemudian masuk wisma kejiwaan. Cobaan terberat dalam hidup ia yang kemudian kembali meneruskan sekolah dengan sejuta bullyan sebagai anak orang gila atau adik pecundang, Hampir membuatnya bunuh diri. Ia melanjutkan pindah sekolah berkat beasiswa keberuntungan yang ia dapat seperti menang lotre.

"Tapi kenapa kamu suka mencuri?" Karina melanjutkan kalimatnya dengan lirih. Dan Difta yang tidak dengar atau pura-pura tak menjawab. Beberapa detik kemudian Difta medekatkan wajahnya ke Karina seperti tertahan kemudian mejauhkan lagi tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Karina bertanya-tanya apa maksudnya tadi dan sudahlah ia hanya perlu melupakan. Karina mengalihkan perhatian dari Difta ke angkasa dan bertanya

"Eh elu bisa nge-hack kan?... Ya gua tau semuanya kalo lu bisa dapet duit dari judi online, atau cara cyber lainnya, so tolong bantuin gua buat bongkar data administrasi dan semuanya yang berhubungan dengan sekolah ini. Lu HARUS BISA, gua kasih waktu seminggu, ehm enggak 5 hari aja cukup."

Karina selesai bicara dan Kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Difta dan meniup lirih, Difta benci itu dan menghindar dengan tetap memasang wajah melongo, Difta melihat ke arah samping tasnya raib. Tasnya berada di tangan Karina sekarang. Lalu Karina dengan cekatan membuka dan menuangkan isi tasnya ke lantai. Karina yang cantik seperti melihat barangnya yang jatuh dengan senyum lebar ia mengais dengan cepat apalagi melihat Difta mendatangi dengan memelas dan cepat mengais entah barang itu miliknya atau milik orang lain.

"Ternyata kamu menderita kleptomani ya?" sambi tertawa lancar ia berbalik Kembali dan pergi meninggalkan Difta sendiri di atap. "Oh iya, gak usah baper lu masih punya tugas dari gua.... Jangan cepet-cepet bunuh diri dulu. okey?" sambil meninggalkan Difta, ia tersenyum lebar menang. Saat Kembali mengecek hp-nya Difta melihat ada nomor Karina yang mengirimkan link 'obat untuk kleptomani' video terapi semi motivasi yang perlahan akan menyembuhkan Difta. 


**

how readers? ...

STEP  (2021)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang