4. Baper

1 1 0
                                        

Jalannya hidup tidak ada yang tahu bukan?
Sama seperti yang dirasakan Diva saat ini.
Jika tadi pagi masih single, beda dengan sekarang yang menyandang gelar pacar ketua geng Dragon.
Berita di kantin langsung menyebar luas.

Saat ini Diva dan para sahabatnya sedang membereskan alat tulis, karna jam pelajaran telah usai.

Memang setelah dari taman belakang mereka memutuskan untuk kembali ke kelas sebelum ketahuan telah menguping.

"Lo pulang bareng siapa va?" tanya Nisa setelah membereskan alat tulisnya.

"Enggak tahu, mungkin naik taxi," jawab Diva tanpa menatap lawan bicaranya.

"Yaudah yuk kita ke depan aja," sambung Mira yang juga memperhatikan obrolan kedua sahabatnya.

"Gue masih gak nyangka tau vs kalau lo jadi pacarnya Adit," celetuk Tika heboh.

Mira yang mendengar celetukan Tika hanya memutar bola matanya malas. Pasalnya sedari tadi dia mengulang kalimat yang sama.

"Pulang bareng gue."

Ucapan datar itu membuat obrolan mereka berempat berhenti dan secara otomatis menoleh ke asal suara.

Ternyata disana Adit dkk sedang bersandar menunggu mereka.

Semoga Adit enggak denger ucapan gue tadi. batin Tika gelisah.

Mereka hanya bisa tersenyum kikuk ketika di tatap intens oleh ke empat inti danger. Terutama Diva rasanya ia ingin menghilang saja.

"Ha-i," ucap Diva dkk serempak dengan nada gugup.

Malu-maluin banget sih, pake gugup segala. Batin diva dkk merutuki ucapannya yang gugup.

"Hahaha gausah gugup juga kali," celetuk Revan dengan tawanya.

"Gue tau kalau gue ganteng," sambung Bara dengan pedenya.

"Kita belum kenalan kan?" tanya Daniel yang tau kalau ke empat gadis di depannya sedang gugup.

Dengan serempak Diva dkk menganggukkan kepala.

"Kenalin gue Daniel Radeya Bramantio, panggil Daniel aja," ucap Daniel tersenyum ramah.

"Kalau gue Arzan Revandra Malik, panggil aa' Revan," ujar Revan dengan tersenyum yang memperlihatkan lesung pipinya. Dan tanpa di sadari telah membuat salah satu teman Diva terpesona.

"Adiyatma Alister Bagaskara, Adit," ucap Adit datar seraya menatap Diva intens yang membuat jantung Diva berdetak kencang.

"Nah kalau gue Bara Zayan Maulana, panggil yayang Bara aja," sambung Bara dengan tersenyum lebar memperlihatkan gingsulnya.
Lagi, salah satu sahabat Diva ada yang terpesona melihatnya.

"Gue Adiva Daania Khanza, panggil Adiva," ucap Diva dengan senyum manis yang membuat ke empat cowok di depannya terpaku.

"Khem." dehaman keras membuat mereka sadar.

"Hehe peace, Bos," serempak Daniel, Revan, dan Bara kala melihat tatapan mematikan milik Adit.

"Gue Annisa Shezan Banafsha, panggil Nisa," celetuk Nisa kalem.

Daniel yang mendengar suara Nisa sejenak terpana. Tanpa sadar kalau jantungnya sudah berdebar kencang.

"Gue Aretha Zayba Almira, panggil Mira," ucap Mira jutek.

"Gue Atika Fitria Tsabita, panggil Tika," lanjut Tika dengan suara cemprengnya yang khas.

"Pulang," ucap Adit dengan menarik tangan Diva lembut.
Meninggalkan para sahabatnya yang melongo seperti sapi ompong.

ADDIVATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang