.
.
.
HAI HAI EVERRYYBOODDYYY!!!
Besok valentine, gak ada yang mau donasi coklat kah :)
Terakhir kali dikasih coklat dua tahun lalu 😂 itu pun untuk yang pertama kali~
Btw yang baca masih hidup, kan?
.
Hihihi, fanficnya makin lama makin bosen yak?
Tenang, gak sampai chapter 40 udah tamat kok🗿
Kayaknya sih.
So, scroll terus ke bawah~
Bacanya pelan-pelan...
Happy reading ma reds~>>
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Brak!!
"WAAA- selow bang!"
"Kalian darimana?"
Pintu terbuka dengan cara didobrak. Halilintar mendengus, sepertinya ia lupa bahwa ia tidak tinggal sendiri. Seenaknya saja keluar tanpa izin. Tapikan ia sulung.
Gempa pula memandang kedua abangnya yang terdiam meminta penjelasan. Setelah ia terbangun karena suara pot pecah tadi, Gempa menemukan sunshine sudah dalam pot yang baru.
Heran? Of course.
Setahunya Thorn tidak pernah menyelinap diantara malam untuk mengganti pot bunga, walau bunga itu merupakan bunga kesukaannya.
"Dari Korea, Gem. Ketemu Eren," sahut Taufan ngawur.
"Kok gak ngajak?" Gempa berkacak pinggang.
"Kalian sih ngebo trus, susah banguninnya jadi kami langsung capcus ke Korea."
'Apalagi ini,' batin Halilintar yang nyimak percakapan kedua adiknya.
Tapi ia segera mengganti topik keberadaan Eren di Korea karena ada yang perlu ia chek.
"Gem, semua lengkap?"
"Lengkap? Apanya? Barang? Aman kok," sahut Gempa kurang mengerti. Beri pertanyaan kok gak jelas, pikirnya.
"Bukan. Kunyuk-kunyuk yang tinggal di rumah kita," ucap Taufan memperjelas maksud pertanyaan si sulung.
"Bang, rumah yang kita tinggali ini milik ayah bukan kita."
"Ya sama aja, kita kan anaknya."
"Ehem!"
"Lengkaplah bang, mana mungkin mereka keluar malam-malam. Kecuali kalian," ucap Gempa memberi jawaban yang dikehendaki. Tak lupa juga tetap berusaha mencari tahu mengapa kedua abangnya keluar malam.
"Masa?" Halilintar yang sememangnya orang yang tak mudah percaya melangkah kakinya menuju lantai atas, ingin mengecek sendiri apakah benar keempat adiknya berada di dalam kamar.
Bukan apa, ia tahu ada salah seorang adiknya yang bermain di belakang mereka.
Namun Gempa sontak mencegah abangnya. "Abang ini gak percaya banget, ntar mereka kebangun gimana?"
"Tidurin balik," jawab Halilintar acuh tetap menuju atas.
Yang pertama kamarnya Blaze, terdengar suara-suara yang sedikit teredam dengan bantal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permata [✔]
Fanfiction[Boboiboy Fanfiction 📚 ] Bukan keluarga Boboiboys namanya jika tidak menyimpan sebuah rahasia. Menjalankan rutinitas seperti biasa, para Boboiboy mendapatkan teror di kota tempat mereka tinggal. Beberapa diantaranya adalah pencuri permata yang me...
![Permata [✔]](https://img.wattpad.com/cover/278315292-64-k966294.jpg)