Dear Alna's || CHAPTER 04

98 17 1
                                        

Kayanya sulit banget yah buat klik tombol bintang :(

Ok lah gak apa.

Happy reading!

Dear Alna's

Chapter 04 : Awal kisah



Alna berjalan menelusuri koridor sekolah dan seperti biasa, dia sesekali tersenyum pada para siswi yang menyapanya. Berbeda dengan sifat Gabriel dulu yang di segani oleh banyak siswi maupin siswa pada masa sekolahnya.

Tapi sejak kejadian beberapa hari yang lalu tentang dirinya juga Rio dan Nanda . Alna sedikit lebih tertutup, terlebih sifatnya yang lebih dingin.


Dia terus berjalan sambil membawa paperback di tangannya yang berisi seragam ganti miliknya.

Tetapi ia merasa ada yang aneh, bukankah semua para siswi tadi sedang menyapanya? Aaah mungkin hanya perasaannya saja. Dia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Namun baru saja beberapa langkahan, sayup-sayup dia mendengar seseorang yang sedang membicarakan dirinya.

" Masak sih Alna seperti itu. " kata gadis berambut ikal.

" Gue juga gak percaya deh. Karena gak mungkin Alna seperti itu, yang ada Nanda sendiri yang ngelonte. " bantah gadis yang ada di sebelah kiri siswi berambut ikal itu.

" Iyya, buktinya dia udah ngerebut Rio dari Alna. Lagian si Rio gak punya mata kali yah. Ya kali selingkuh sama Nanda yang jelas gak ada apa-apanya ketimbang Alna. Gue gak jadi ngefans sama Rio ih , mending sama Alga aja. " sanggah gadis yang berada di sebelah kanan.

Alna mendekati ketiga gadis itu. " Jangan terlalu mudah menyimpulkan segala sesuatu, sebelum kalian sudah mengetahui kejadian yang pasti. " ucapnya dan meninggalkan ketiga gadis yang tadi membicarakan dirinya.

Dan yah, memang sudah terbaca di pikiran Alna tentang kabar yang beredar tentang dirinya.

Lagian kejadian itu sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, tapi kenapa masih saja ada orang-orang yang mengungkitnya lagi.

Aah segitu potensinya dirinya di SMA itu. Dia menyimpan kembali seragam gantinya di sebuah loker miliknya.

" Ish. "desisnya saat merasa ada seseorang yang mendorong dari belakang hingga membuat dia sedikit terhuyung beberapa langkah. Dia membalikkan badannya melihat siapa yang sudah berbuat ulah. " Si cabe ternyata. " ucapnya dalam hati saat melihat sang pelaku.

" Eh ada orang ternyata. " ucap Nanda menatap Alna remeh.

" Ada apa? " tanya Alna sambil bersedekap dada. Setelah kejadian itu, dia tidak bisa bersikap sok baik pada gadis bermodel cabe kriting di depannya itu. Sifat ke hangatannya lenyap sudah. Oh tidak tidak, untuk sekarang dan seterusnya dia tidak bisa bersifat lebih baik lagi.

" Eh songong amat yah ?" ucap Nanda saat melihat tatapan menantang dari Alna.

" Gimana rasanya di tinggal plus di selingkuhin pacar sendiri Alna?" tanya Fera teman Nanda yang tak sama cabenya dengan Nanda.

" Kalian mau tau rasanya? " tanyanya balik. Dan dengan tampang bodohnya Nanda dan Fera mengangguk. Alna tersenyum sinis. " Nanti gue kasi tau saat waktunya udah tepat. Dan untuk sekarang lo bahagia-bahagia dulu gih sama si pecundang itu . " ucapnya tersenyum remeh.

Dear Alna'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang