☔☔☔Juna berangkat sekolah bersama dengan Haris. Sempat berdebat dengan temannya itu karena perihal siapa yang mau menyetir, dan akhirnya Juna yang menyetir setelah berhasil membujuk Haris dengan wajah melasnya.
Tapi sekarang dia harus berpisah dengan Haris karena pemuda itu mendapat panggilan agar segera menemui guru penjas untuk membahas soal pertandingan basket yang akan Haris ikuti.
Jadi, Juna berjalan sendiri menuju kelasnya. Bersiul santai sambil melirik ke kelas-kelas yang ia lewati, masih ada yang kosong karena memang hari masih cukup pagi.
Saat sampai dikelasnya,juga masih belum ada siswa lain. Juna melepaskan tasnya dan bermain dengan hpnya sambil menunggu Haris.
Sedangkan, Haris yang sudah bertemu dengan guru Penjas langsung menyusul ke kelas.
Sebelum memegang gagang pintu,vHaris menghentikan pergerakan karena melihat Juna yang tampak asik bermain dengan hpnya. Tak menyadari kehadirannya tapi yang lebih tak disadari oleh temannya itu, saat darah keluar dari hidungnya sendiri.
Haris susah payah menelan ludahnya melihat darah yang kembali keluar dari hidung temannya itu. Juna kembali mimisan, padahal sudah dua hari Juna tidak mengalami hal itu lagi.
Tanpa menunggu waktu lagi, Haris langsung membuka pintu dan mengambil langkah lebar untuk segera menghampiri Juna.
Sedikit membuat Juna terkaget saat dia langsung mengusap darah yang terus keluar dari hidung Juna tanpa menggunakan tisu.
"Ris... "
"Kenapa gak lo sadarin sih?" tanya Haris tanpa melihat ke mata bulat yang memandanginya.
Dia fokus mengusap cairan merah yang masih terus keluar, dia sedikit panik dan Juna yang sadar langsung menahan tangan Haris dan menyuruh temannya itu untuk tenang.
"Tenang Ris, gue gak papa" ucap Juna
"Tapi ini darahnya gak mau berhenti keluar Juna!"
"Ris...gue udah biasa sama yang kayak gini, nanti juga berhenti sendiri"
Haris menghela nafas kemudian menatap sendu mata bulat yang menatapnya juga senyuman tipisnya.
"Apa kata dokter waktu lo periksa?" tanya Haris.
Juna diam.
Dia juga masih belum tau bagaimana hasil pemeriksaanya terakhir kali.
"Gak tau, belum nanya ke Tante Emely"
"Emang lo gak denger waktu itu?" tanya Haris
"Gue mana kuat Ris dengernya"cjawab Juna diakhiri senyum kecut.
Iya, Haris tau kalau Juna tidak pernah mau mendengar mengenai hasil pemeriksaan kondisinya. Juna akan tau kalau dari Tante Emely yang bercerita kepadanya. Tapi kalau dia dengar langsung, Juna tak sanggup.
Kesempatan untuknya sembuh mungkin tak sampai 100%, tapi dia tetap berusaha demi Tante Emely, dan Haris yang selalu ada untuknya.
"Ya udah, tunggu bentar gue ambil air sama tisu diloker" setelah berucap, Haris langsung berlari menuju loker milik Juna.
Membuka loker itu dan mengambil tisu yang selalu dia sediakan untuk temannya itu, juga air mineral yang tersedia juga di sana.
Namun, saat akan menutup pintu loker kembali, dia menemukan sekotak susu cokelat di loker Juna dan terdapat sticky notes di sana.
'Selamat Pagi Juna
Semangat ya buat hari ini! '
Keningnya berkerut. Siapa yang meletakkan benda ini di sini?Dia melirik sekitar, mencari siapa tau ada seseorang yang baru saja membuka loker Juna, tapi tidak ada siapapun yang dia temukan.
Maka Haris langsung pergi tanpa mengambil susu kotak dan sticky notesnya, mungkin akan dia tanyakan nanti perihal ini kepada Juna.
☔☔☔
Seperti biasa Juna makan di kantin bersama dengan Haris, meski sedari tadi Juna menatap ngeri ke Haris yang makan terburu-buru karena masih harus latihan basket demi pertandingan yang akan dia ikuti tak lama lagi.
"Pelan-pelan Ris, keselek bakso baru tau rasa lo"peringat Juna.Haris hanya mengangguk kemudian mengunyah baksonya yang dia makan dengan gerakan mulut cepat. Kemudian mendongak melihat mangkuk Juna yang masih belum disentuh oleh si empu.
"Kenapa gak makan?"tanya Haris
"Liat lo makan, gue udah kenyang"jawab Juna.
"Nih makan, nanti laper pas belajar" Haris menyuapi yang kemudian diterima oleh Juna.
Dia sebenarnya tak nafsu makan entah kenapa, tapi karena temannya itu sudah menyuruhnya maka tak bisa dia tolak.
Haris terlalu susah untuk dia tolak perintahnya."Ya udah Jun, gue ke lapangan ya. Itu makanan lo diabisin, kalo masih mau ambil cemilan ambil aja. Udah Gue bayar". Haris berdiri dari duduknya.
"—masuk nanti, jangan bolos" ucapnya lagi kemudian mengusak rambut Juna.
"Hm iya....pergi sana"
Haris pun segera pergi ke lapangan untuk latihan dan menyisakan Juna yang masih di kantin.
Dia menatap malas semangkuk bakso yang masih tersisa kemudian mendorong mangkuk itu sedikit ke samping dan meminum air mineral yang Haris ambil tadi. Dia sudah kenyang rasanya.
Matanya menatap sekeliling sisi kantin, hanya didatangi beberapa siswa saja. Mungkin yang lain pergi ke lapangan untuk menonton tim vasket sekolah berlatih. Disana kan banyak laki-laki tampan yang sangat terampil saat bermain basket dan membuat penonton terpukau salah satunya ya temannya, si Haris.
Haris punya banyak penggemar. Hampir setiap latihan maupun pertandingan penonton-penonton akan menyerukan nama si sulung itu.
Juna menjadi salah satu orang yang beruntung karena saat akan menonton pertandingan Haris, dia tak perlu susah-susah mencari tempat seperti penonton lain yang berebutan ingin duduk ditempat yang paling dekat dengan lapangan. Karena untuk Juna, Haris selalu menyediakan tempat khusus bagi temannya itu yang akan menonton pertandingannya.
Tak jarang banyak yang mengungkapkan perasaan irinya kepada Juna yang selalu menjadi orang pertama yang Haris lihat saat dia mencetak poin. Haris akan menoleh pada Juna dan melemparkan senyumnya yang mampu membuat seisi lapangan berteriak heboh.
Kapan lagi bisa melihat senyum menawan dari pemuda tampan itu.Dan hanya pada Juna Aksara Shaqeill.
"Emm... maaf, Juna kan?"
Juna mendongak.
Siapa laki-laki yang mendatanginya ini?
—TBC—
Kira-kira siapa yang kasih susu cokelat ama sticky notes dilokernya Juna?
Ada yang mau nebak?
Terus yang datengin Juna juga siapa ya?
Ayoo ayo keluarkan tebakan kalian🙋Makasih slalu buat Vote+Commentnya♡

KAMU SEDANG MEMBACA
PLUVIOPHILE | [Harukyu]
Fanfiction•{HIATUS}• {☔}-Tentang 'Seseorang' yang gembira dan merasa tenang saat Hujan tiba, namun berbeda dengan 'Sosok' terdekatnya yang justru membenci saat Hujan datang. 👬BxB 👑Haruto&Junkyu 🌱Start : 01 September 2021 🍁End :