☔☔☔
Haris sampai dirumah setelah latihan basket diluar sekolah bersama anggota timnya yang lain.
Rambutnya dia keringkan setelah keramas. Melangkah menuju meja belajarnya untuk mengerjakan PR, namun matanya tak sengaja melirik ke jendela milik rumah sebelah yang tertutup dengan lampu yang padam .
Biasanya kalau hujan begini Juna akan duduk didekat jendela menikmati rintikan hujan, tapi tumben anak itu tidak disana?
Atau Juna masih belum pulang dari sekolah?
Haris tidak bisa pulang bersama karena disibukkan dengan latihannya yang tak bisa ditunda atau ditinggalkan biar sekejap saja sebab pertandingannya akan dilaksanakan 2 hari lagi. Dan mereka sangat mengharapkan kemenangan untuk tim basketnya kali ini.
"Juna udah pulang belum ya?"gumamnya.
Dia mulai khawatir lagi takut terjadi sesuatu pada temannya itu, apalagi saat disekolah tadi dia sempat marah pada Juna.
Maka untuk menampik rasa khawatirnya, Haris segera menghubungi Juna.
Mencoba menelepon anak itu tapi tak kunjung diangkat. Dia mau mengirim pesan pun Juna aktif beberapa jam lalu.
Jadi, kemana perginya Juna?
☔☔☔
Dua orang pemuda duduk berhadap-hadapan didalam sebuah cafe. Salah satunya mengeratkan hoodie biru yang dikenakannya guna menghangatkan tubuhnya yang basah karena air hujan.
Juna duduk berhadapan dengan Saka dimeja dekat jendela cafe. setelah Saka menariknya untuk berteduh, dan Juna yang hanya mengikut saja.
"Kok belum pulang?"tanya Saka.
"Itu tadi udah mau pulang sih cuman ada urusan bentar"
"Ooh"
Keadaan kembali hening, keduanya menatap ke luar jendela. Hujan sudah tidak terlalu deras seperti beberapa saat yang lalu, hari juga semakin sore dan yang dikhawatirkan Juna adalah Tantenya yang akan mencarinya atau mungkin Haris.
"Rumah lo dimana?"tanya Saka. Pemuda itu memusatkan pandangannya pada Juna yang langsung menoleh padanya.
"Emm...di kompleks deket sini, gak jauh dari taman"
"Gue anterin ya, abis hujan reda"
Juna menggeleng disertai senyuman "Gak usah, Saka. Gak perlu repot, gue bisa kok balik sendiri"
Saka malah tersenyum "Gak papa,biar sekalian aja nganterin lo, gak ngerepotin kok"
Juna yang merasa tak enak hati jika menolak tawaran dari pemuda yang sudah meminjamkan hoodie untuknya juga maka mengangguk setuju. Dan sore itu, Juna pulang ke rumah dengan di antar oleh Saka.
Motor yang dikendarai Saka berhenti tak jauh dari gerbang rumah Juna, pemuda iu melepas helm yang dia kenakan kemudian memberikannya ke Saka.
"Thanks ya Saka, sorry lo repot-repot nganterin gue balik"
"Astaga Juna, gak perlu minta maaf segala. Kan gue yang nawarin, it's okay"ucap pemuda itu.
Juna menyengir lalu melirik ke dalam rumah, "Mau mampir dulu?"
"Hmm..next time aja Jun, gue udah mau balik. Ada acara nanti malem bareng keluarga"

KAMU SEDANG MEMBACA
PLUVIOPHILE | [Harukyu]
Fanfiction•{HIATUS}• {☔}-Tentang 'Seseorang' yang gembira dan merasa tenang saat Hujan tiba, namun berbeda dengan 'Sosok' terdekatnya yang justru membenci saat Hujan datang. 👬BxB 👑Haruto&Junkyu 🌱Start : 01 September 2021 🍁End :