is the only reason you're holding me tonight, cause we scared to be lonely?
###
Manik miliknya menangkap sinar matahari yang menelusup dari balik jendela, membuatnya dengan perlahan membuka mata yang demi apapun, terasa berat sekali.
Tangannya yang rasa-rasanya tadi memeluk sesuatu saat ini hanya tergeletak di atas kasur.
Sunghoon-nya sudah tidak ada disana.
Ia bangkit secara perlahan, terduduk dan mendapati kamarnya yang sudah rapi walaupun cerminnya hampir retak seutuhnya. Bergantian melihat tangannya yang sudah diberi plester, yang ia bahkan tidak tau kapan itu dipasang.
Indera penciumannya mencium aroma masakan yang baginya terasa lezat.
Tunggu dulu, apakah Sunghoon sedang memasak?
Jongseong bergegas turun dari kasurnya dan berhenti di ambang pintu ketika melihat Sunghoon di dapur dengan raut wajah yang begitu serius, bergantian memeriksa ponsel kemudian kembali melanjutkan kegiatannya. Mungkin memeriksa resep.
Mulai beranjak dari tempatnya secara perlahan dan mengambil kesempatan untuk memeluk Sunghoon dari belakang, yang membuat Sunghoon terkejut, tentu saja.
"Jongseong, astaga. Kalau tumpah gimana?"
Benar-benar seperti tidak pernah terjadi masalah di antara mereka semalam, kan?
Jongseong mengintip mangkuk kosong yang sedang Sunghoon bawa, menyandarkan kepalanya pada bahu milik Sunghoon,
"Tumben mau nyoba masak, masak apa sih?"
"Omelet."
Bukannya melepas pelukannya atau apa, Jongseong malah terkekeh pelan, "oke, selamat memasak, sayangku. Siapa tahu mau gantiin posisiku sebagai chef rumah."
"Ngejek. Aku bisa masak, ya, enak aja. Daging pangganganku lebih enak."
Jongseong malah semakin mengeratkan lengannya pada pinggang milik Sunghoon, "yaudah sekarang coba buktiin omeletnya bisa enak nggak."
"Seong, susah masaknya kalau begini."
Namun Sunghoon juga sebenarnya tidak berniat melepaskan lingkaran tangan Jongseong pada pinggangnya, memilih untuk melanjutkan kegiatan memasaknya yang sudah mencapai langkah menunggu untuk membalikkan omelet pada teflon.
Jongseong kali ini sudah menciumi pipi Sunghoon singkat, menggerakkan badan mereka sedikit ke kanan dan kiri, seakan menari.
Sunghoon yang kemudian menghentikan kegiatan mereka, berbalik untuk menghadap Jongseong,
"Seong, tapi, aku boleh nanya?"
Alis milik Jongseong terangkat, mengangguk seakan berkata tanyakan saja.
Sunghoon meyakinkan dirinya sendiri sebelum melontarkan pertanyaan yang jujur saja menurutnya penting untuk ia tanyakan.
"Semalam, waktu kamu meluk aku begitu. Itu cuma karena kamu takut sendirian kan? Ketakutan yang kita berdua punya?"
Wajah Jongseong masih menunjukkan tanda tanya, "maksud kamu?"
Sunghoon menatap manik Jongseong sambil menghela napasnya,
"aku tahu kamu sudah kehilangan perasaanmu kan? Karena itu kemarin kemarin kamu coba ngeyakinin diri sendiri dengan ngomong aku cinta kamu. Yang tadi juga, sayangku."
Jongseong melepaskan lingkaran tangannya pada pinggang milik Sunghoon, kali ini bergantian menghela napasnya.
Menangkupkan tangannya pada wajah milik Sunghoon agar ia dekatkan dengan wajahnya, menyatukan dahi mereka perlahan dengan mata menatap tepat pada mata Sunghoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
scared to be lonely
Fanfiction-Kesalahpahaman membuat sunghoon harus berusaha mempertahankan perasaannya. Atau memang seharusnya, ia menyerah saja? ⚠bxb! Jayhoon ft. Heeseung © taekiyaa, 2022
