2 bulan kemudian...
Junkyu tengah bersiap untuk pergi ke kantor agensi sekarang, mereka akan melakukan sebuah pemotretan nanti. Tapi entahlah sejak kemarin sore kepalanya sangat pusing, aneh sekali ia merasa mual-mual padahal ia yakin dirinya tidak salah makan. Ia makan makanan yang setiap hari ia makan, tapi kenapa jadi begini?
Tak mau ambil pusing, Junkyu memilih untuk keluar dan bergegas untuk berangkat sekarang. Ia berpikir bahwa mungkin akan hilang sendiri sakitnya.
Lagi-lagi ia bersitatap dengan mata tajam itu.. seseorang yang telah memporak-porandakan hidupnya. Mereka berhasil menutupi itu semua selama 2 bulan ini, dan selama itu pula ia juga sering melakukan "itu" dengan Haruto. Kalian kaget? Sama halnya dengan diriku, aku juga tak mengerti kenapa masih mau menuruti Haruto, kenapa ia selalu kalah dan terkesan malah menikmati?
Ia bimbang apakah keputusan untuk menyembunyikan masalah ini dari orang lain itu benar, terlebih Hyunsuk dan Jihoon selaku leader di Grup? Ia juga takut jika suatu saat akan ada kehidupan lain di tubuhnya, jujur ia belum siap untuk itu karena... Itu tidak mungkin ia laki-laki kalau kalian lupa? Dan kodrat lelaki adalah yang membuat hamil, bukan yang dihamili? Benarkan? Lalu yang terjadi padanya itu apa... ?
Lama-lama pasti mereka akan tahu sendiri, melihat gelagat aneh yang tidak biasanya.. mereka bisa menyimpulkan sesuatu bahwa ada yang tidak beres di sini.
Junkyu hanyut dalam pikirannya, tanpa tahu seseorang yang sejak tadi mengajaknya bicara.
"Junkyu? Kyu... kau mendengarkan ku?"
"Y—aa! Maaf tadi kau bilang apa?"
"Kau kenapa? Wajahmu pucat sekali, kau sakit?"
"Pucat? Benarkah?"
"Yaa... Jika kau sakit lebih baik kau istirahat di dorm saja Kyu, jangan paksakan dirimu. Biar nanti aku yang bicara kepada manager Hyung"
"Tidak Hyung, aku baik-baik saja... Yaa memang sedikit pusing, tapi inikan hanya pemotretan aku nanti juga bisa istirahat sebentar... A-aku janji akan baik-baik saja. Biarkan aku ikut Hyung.."
Junkyu mengatakan dengan puppy eyes andalannya.
Hyunsuk yang mendapati tatapan seperti itu tidak mampu untuk menolak.
"Haish, kau ini memang keras kepala"
"Baiklah kau boleh ikut, tapi kau harus minum obat dulu"
"Aaaaaaa gomawo hyung!"
Ucap Junkyu girang.
.
.
.
Kepalanya benar-benar pusing sekarang, tapi ia tak boleh berhenti. Dan ia tambah pusing lagi karena ia harus berfoto berdua dengan Haruto! Benar-benar takdir, kenapa pula harus Haruto kenapa tidak dengan yang lain saja?
Haruto bergerak maju menghampiri Junkyu dengan tatapan tajam yang mengintimidasi. Sejak tadi ia memperhatikan bahwa ada yang salah dari kesayangannya itu. Ia mendengar pembicaraan antara Junkyu dan Hyunsuk yang mengatakan bahwa Junkyu sakit. Maka semenjak itu, ia tidak pernah melepas pandangannya dari Junkyu.
Pandangan mereka bertemu, namun Junkyu buru-buru memutus kontak mata mereka. Haruto terkekeh melihat tingkah menggemaskan kesayangannya itu.
Staff mengarahkan pose yang pas untuk keduanya. Semua berjalan lancar, karena pose yang diberikan masih sebatas wajar. Namun entah angin darimana tiba-tiba staff mengarahkan untuk melakukan kembali pemotretan dengan pose yang berbeda yang lebih intim. Jantung Junkyu berdetak cepat saat Haruto dengan sengaja merapatkan tubuh mereka, dan tangan kurang ajarnya sedikit meremas pantat bulatnya. Ia mendelik, hey! Ini di depan umum! Ada beberapa orang di sini. Ia tak habis pikir dengan Haruto yang dengan gamblangnya melakukan itu di depan banyak orang. Tapi yang membuat heran adalah perkataan staff yang malah mendukung perlakuan Haruto tadi, astagaa! Yah.. mungkin mereka tidak tahu adegan Haruto meremas pantatnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
L.O.V.E ? [Harukyu]
Storie d'amoreWARNING!!!! BXB [Mature content] Haruto (Dom) Junkyu (Sub)
![L.O.V.E ? [Harukyu]](https://img.wattpad.com/cover/262923022-64-k682042.jpg)