3. Help!

70 9 6
                                        

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Meski hatinya berat meninggalkan Papa dan Eomma, rasa tidak sabar Aera jauh lebih besar. Ia akhirnya benar-benar berada di Korea. Dengan koper super besar di tangan, gadis itu mondar-mandir di bandara, matanya sibuk mencari sosok penjemput—meskipun jujur, ia sama sekali tidak tahu seperti apa orang yang akan menjemputnya.

Sampai matanya menangkap seorang perempuan berjaket hitam, kacamata hitam menutupi separuh wajah, mengangkat kertas bertuliskan: KIM AERA.

"Annyeonghaseyo," sapa Aera sopan.

Tidak ada jawaban. Mbak itu hanya diam, wajahnya datar, gaya cool maksimal. Duh, songong amat. Gayanya kayak agen rahasia aja.

"SURPRISE!" Perempuan itu tiba-tiba melepas kacamatanya.

"JUNHEE?!" teriak Aera, antara kaget dan senang. Hilang sudah niat julidnya.

Junhee, sahabatnya sejak SD yang sudah seperti saudara sendiri, langsung meraih koper Aera sambil nyengir lebar. "Welcome to Korea! Gila ya, lo akhirnya beneran nyusul gue."

"Kenapa nggak bilang dari dulu kalau lo trainee juga?!" Aera cemberut, setengah protes.

"Ya biar surprise lah. Kecewa ya yang jemput gue?" Junhee manyun pura-pura tersinggung.

"Ya iyalah! Gue berharapnya dijemput member EXO kek, apa gimana gitu."

Junhee langsung melempar tatapan maut ala "lo mau gue gampar nggak?" Membuat keduanya ngakak bareng sampai sopir taksi yang mengantar mereka ke dorm SM Entertainment geleng-geleng kepala.

Obrolan mereka penuh bahasa campur aduk—Indonesia, Korea, Inggris—kayak rujak. Tapi justru itulah yang bikin suasana sepanjang perjalanan riuh.

Begitu tiba di dorm, Junhee mengajak Aera berkeliling agar tidak nyasar. Dalam hati, Aera berharap bisa bertemu senior, minimal sekadar melihat bayangan mereka dari jauh.

"Lo ngarep ketemu EXO gitu, hah?" Junhee nyeletuk tiba-tiba, seolah bisa membaca isi kepala Aera. Gadis itu hanya nyengir malu, lalu mengalihkan topik. Ruangan terakhir yang mereka kunjungi adalah Dance Practice Room. Sayangnya, ruangan itu sedang dipakai trainee lain, jadi terkunci.

"Yaudah, gue tinggal ya, Ra. Gue ada jadwal nyanyi." Junhee buru-buru pamit, meninggalkan Aera yang bahkan belum sempat bertanya apa-apa.

Aera akhirnya kembali ke kamar. Ia membereskan pakaiannya, lalu menyantap makan siang yang sudah disediakan. Dalam hati, ia ingat belum mengabari Eomma. Jadi, ia segera mengirim foto makan siang dan kamar dorm, sekaligus menambahkan kabar bahwa Junhee ternyata juga berada di Korea.

 Jadi, ia segera mengirim foto makan siang dan kamar dorm, sekaligus menambahkan kabar bahwa Junhee ternyata juga berada di Korea

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jam lima sore, kelas dance dimulai. Kelas favorit Aera! Ia melangkah dengan percaya diri, merasa cukup jago di bidang ini. Songong? Ya biar saja. Tapi begitu kelas berjalan... ampun, ternyata level trainee di sini beda banget. Gerakan yang terlihat mudah mendadak jadi luar biasa sulit. Keringat bercucuran, otot-otot menjerit. Begitu selesai, tubuhnya benar-benar terasa seperti korban banjir.

Belum sempat mandi, ia sudah harus meluncur ke kelas vokal bersama trainee lain. Dan yah... sepertinya mereka juga tidak sempat mandi. Ruangannya dipenuhi aroma kecut yang bikin Aera nyaris pingsan.

Pukul sembilan malam, akhirnya waktu freetime. Satu jam saja—cukup untuk mandi, makan, dan main ponsel sebentar sebelum jam sepuluh lampu kamar harus sudah padam. Stress? Mungkin. Tapi Aera yang fleksibel hanya menanggapinya santai. Ia sempat menelpon Papa dan Eomma, lalu makan bersama Junhee.

Namun alih-alih kembali ke kamar setelah itu, Aera malah menyelinap ke ruang vokal.

Untuk apa? Latihan lagi. Ia mencuri start. Beberapa trainee lainnya juga melakukan hal yang sama namun di kelas yang berbeda.

"Nae modeungeol bachilge, ou oooo yeah yeah, I promise you~" suaranya memenuhi ruangan. Itu lagu Promise dari EXO, lagu favoritnya sejak lama. Setiap kali menyanyikannya, hatinya bergetar seperti tersambung dengan sesuatu yang dalam.

Begitu selesai, ia merapikan gitar dan hendak keluar. Tapi... aneh. Pintu itu tidak memiliki alat sidik jari seperti yang terletak di bagian luar. Terkunci.

Panik, Aera mencoba menelpon Junhee. Tidak diangkat. Mau gedor-gedor pintu, tapi malu kalau ada trainee lain tahu. Akhirnya, ia memberanikan diri berteriak. "Dowajuseyoooo!!"

Tit. Pintu terbuka.

Aera buru-buru menarik handle, siap berterima kasih. Namun tidak ada siapa pun di luar. Kosong.

Bulu kuduknya merinding. Ia refleks melangkah kabur, tapi kakinya justru berhenti. Harusnya gue latihan dance, bukan kabur kayak gini...

Dengan nekat, ia pergi ke ruang dance. Anehnya, ruangan itu terang benderang, tapi kosong melompong. Padahal ia sempat melihat beberapa trainee melakukan latihan disana. Ia memotret dan mengirimkannya ke Junhee, menuliskan caption: nih, kosong banget!

Satu menit penuh ia perang batin, tak tahu apakah ia mau latihan atau istirahat saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu menit penuh ia perang batin, tak tahu apakah ia mau latihan atau istirahat saja. Gadis itu memutuskan untuk masuk. Musik ia putra keras-keras agar tidak takut. Lama-kelamaan, ia tenggelam dalam gerakan, berlatih tanpa henti.

Niatnya hanya sampai jam dua. Eh, jam tiga dini hari masih gaspol. Tubuhnya akhirnya menyerah, dan ia memutuskan kembali ke kamar.

Namun, pintu ruangan itu ternyata sama seperti pintu sebelumnya. Lebih ke ia tida tahu cara membukanya dari dalam. Terkunci?.

Deg.

Ketika mendekat, Aera melihat pintu sedikit terganjal—seolah sengaja ditahan. Ia berdiri kaku, mencoba mengintip dari celah kusen. Dengan hati-hati, ia mendorong pintu. Kosong lagi.

Aera menarik napas panjang, lalu membungkuk ke segala arah. "Gomawo..." ucapnya lirih, entah pada siapa.

Kalau ada satpam lewat, pasti bingung melihat seorang trainee membungkuk ke tembok.

Begitukembali ke kamar, ia langsung mandi, lalu merebahkan diri. Rasa capek luarbiasa bercampur rasa heran dengan kejadian aneh barusan. Tapi matanya keburuberat. Dalam hitungan menit, Aera sudah tertidur pulas.



Wah terima kasih telah membaca~

Untuk mengahargai penulis, kalian cukup vote aja kok, apalagi komen tentang bagian mana yang kalian suka. Mudah kan🤩?!

Jangan lupa vomentnya~

SUNBAENIM! {PCY} [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang