"AERAAAAAA!! JUNHEEEE!! KITA UDAH SAMPAAAII!!!" Suara Yeji literally bisa ngebangunin satu kompleks. Aera kebangun dengan kepala masih berat. Tidurnya tadi... sumpah, healing banget. Junhee di sampingnya juga baru melek—dan hal pertama yang dia lakukan? Lap iler. Elegan sekali, sahabatku.
Aera mengusap matanya, lalu refleks noleh ke arah jendela. Mobil udah berhenti di area parkir. Rame. Riuh. Tapi bukan itu yang bikin dirinya melek 200%.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"JUNHEE! LO LIAT YANG GUE LIAT GAK?!" suaranya nyaris pecah.
"RA, GUE DARI TADI UDAH PENGEN TERIAK!!" Mereka saling tatap, kayak sinyal telepati udah connect... dan tanpa aba-aba.