chapter 3

55 23 5
                                    

Happy reading!!!

Gerah, satu kata itu lah yang cocok menggambarkan kondisi Zidan sekarang, walau sinar rembulan sudah menyinari bumi yang gelap dan sejuknya udara malam, tapi tetap saja malam ini terasa begitu panas.

Zidan duduk sebentar dipinggir kasur. Hari ini terasa begitu lelah, setelah kegiatan panjang mengurus ospek. Sekarang sudah pukul 19.00 dan Zidan baru pulang dari kampus. Ia mengambil buku yang ada di atas meja dan mengipas pelan ke arah muka.

"Panas banget woii"

Tidak lega rasanya hanya sekedar kipas dari buku, ah jika saja ia memiliki kipas. Mungkin sekarang ia tidak perlu susah payah untuk mengipas seperti ini.

Zidan pun berinisiatif untuk membuka jendela kamar. Sungguh, kenapa tidak ia lakukan dari tadi? Bahkan angin alam saja sudah terasa sangat sejuk. Ia memejam kan mata nya perlahan, membiarkan angin menyapu setiap sisi kulit Zidan. Menyentuh dengan lembut, menghapus jejak keringat dan sekarang gerah yang dirasakan perlahan menghilang.

"Ya Allah, seger bener dah. Ah, rasanya adem pikiran" Zidan bermonolog

Ia menghirup rakus udara mkiraalam. Jujur, ini sangat menenangkan. Tetapi, kali ini Indra penciuman nya malah menangkap aroma yang membuat Zidan merasa sangat lapar.

"Anjir, mana laper lagi"

Mengingat ia belum juga makan dari tadi siang, Zidan pun bergegas untuk mandi dan akan membeli nasi goreng sebagai menu makan malam ini

Setelah semua nya selesai, Zidan bersiap siap untuk keluar. Ia mengambil hoddie untuk menutupi tubuh nya dari angin malam. Saat mau keluar, Zidan secara tidak sengaja bertemu dengan Endri. Ia tak menyangka jika tetangga sebelah nya adalah Endri.

"Woi, lu ngekost disini?" Tanya Zidan

Terlihat jika Endri pun tak kalah terkejut, ia melongo dengan kedua mata mendelik

"Biasa aja mata lu, awas ntar keluar lagi"

Endri mencoba bersikap tenang "iya kak, saya juga ngekost disini"

"Oh" satu kata itulah yang keluar dari mulut Zidan. Sedikit menyebalkan, Endri juga tidak terlalu menanggapi kating nya satu ini

"Dah, gw mau keluar" ujar Zidan.

"Iya kak"

Zidan melongos begitu saja dihadapan Endri, agak songong tapi tak mengapa. Endri juga bersikap acuh seperti mereka hanyalah sebatas tetangga bukan kating dan maba

setelah zidan mengendarai sepeda motor beberapa saat akhirnya sampai juga di tempat penjual nasi goreng.
Aroma nasi goreng menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman Zidan. Perut nya sudah tidak sabar untuk di isi. Dia duduk sebentar sembari menunggu antrian, Zidan bermain hp sebentar

"Mas Zidan, kayak biasa ya?" Tanya si Abang

"Iya bang"

******

Pov Endri

Rasanya capek banget habis pulang dari kampus. Mungkin, jika mandi lebih enakan kali ya? Gue pun langsung bergegas untuk mandi. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya gue sudah selesai dan langsung duduk di tepi kasur. Gue sengaja nggak mengering kan rambut, supaya sensasi nya jadi berasa. Karena gak ada kerjaan, gua mengambil ponsel di atas meja untuk bermain sosmed sebentar.

Hingga tak terasa waktu Maghrib pun telah datang, terdengar adzan berkumandang di sekitar kost, gua bergegas mengambil air wudhu dan sholat. Gue duduk sebentar di atas sajadah, namun tiba-tiba gue kepikiran untuk menyiapkan keperluan ospek besok. Gue ga mau telat lagi kayak hari ini.

Janji Kita (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang