Chapter 4

847 118 8
                                    

"Apa saya terlihat seperti orang cabul, Osamu?"

Degh

'Mampus lhu, Sam..' batin Atsumu.

'Tuh kan, orangnya dateng..' batin Kita shin

"E-enggak, kok tuan... Anda salah dengar..." jawab Osamu berusaha tenang.

"Oh ya? Sepertinya saya tak mungkin salah dengar.." ucap Suna lagi.

"Maksud saya itu, ada orang sipit yang pernah saya temui.. Dia memiliki tatapan seperti orang pedo.." jelas Osamu.

"Apa maksud kamu itu adalah saya?" tanya Sunat curiga.

'Itu bapa angkat gw!'
"Saya tidak berniat menyindir, tuan... Tapi, kalau tuan tersindir saya minta maaf..."

"Iya in.. Kamu pinter banget ngeles.. Anak siapa sih?"

"Anak bapa dan bunda.." jawab Osamu bercanda sambil tersenyum, secara tak sadar Osamu memberikan senyumannya yang paling berharga. Membuat Suna terdiam, dan tersenyum miring.

"Iya in, deh..." Suna pun ikut duduk bersama mereka, begitu juga Ushijima dan Sakusa.

Setelah memesan minuman, suasana canggung menghiasi mereka. Tak ada yang mencoba berbicara.
"Apakah kalian dari kelompok polisi khusus?" tanya Ushijima dengan hati-hati.

"Emmm... Maksud anda?" tanya Kita shin balik.

"Maksudku, pasti kepolisian tak akan mengirimkan polisi abal² kepada kami.. Apakah kalian terlatih? Tubuh kalian terlihat biasa saja..."

"Apa anda mengejek kami, tuan?" tanya Osamu tak suka.

"Ushijima tidak mengejek mu, Osamu... Dia bertanya..." jawab Suna dengan senang hati.

"Apa anda meragukan kekuatan kami untuk melindungi anda? Saya bisa memukul wajah tampan anda untuk membuktikannya..." usul Osamu dengan senang hati. Kita shin langsung menyikutnya, memelototinya.

"M-maaf, Osamu kalo bicara suka nggak di kontrol..." ucap Kita shin meminta maaf.

"Tidak apa²... Maaf sudah meragukan kalian.." balas Ushijima.

Canggung lagi.....
Keadaan kek gini bener² bikin canggung, nggak sih?

Tiba² dering hape Sakusa memecahkan keheningan serta kecanggungan itu.

Sakusa angkat kaki, dan pergi dari sana. Dan..entah apa yang membuat Atsumu mengikuti kepergian Sakusa dengan pandangannya. Atsumu sendiri tak sadar kalau dia memandangi Sakusa yang pergi.

"Apa menjadi polisi itu merepotkan?" tanya Suna penasaran.

"Yah... Jika tugas kami sedikit, itu tak terlalu merepotkan.." jawab Osamu.
"Apa menjadi CEO itu merepotkan?" tanya Osamu balik.

"Yah, kalau perusahaan sedang di ambang kebangkrutan, itu akan sangat merepotkan..." jawab Suna.

"Apakah anda memiliki perusahaan selain perusahaan ini?" tanya Kita shin.

"Ada beberapa perusahaan kecil.." jawab Ushijima.

"Eeehhh... Sugoi.." gumam Atsumu sambil menatap gedung menjulang tinggi tak jauh di depannya.

"Osamu, kenapa kau ingin jadi polisi?" tanya Suna.

'Siapa juga yang mau jadi polisi buat ngorbanin nyawa sendiri! Mending gw buka toko onigiri aja..'
"Karena saya pikir itu adalah pekerjaan yang keren.." jawab Osamu.

"Begitu, apakah kau sudah menikah?" tanya Suna tanpa ragu.

"A-apa?!.."
'Mata sipit kurang ajar! Bisa²nya dia bertanya seperti itu pada orang yang baru dia kenal..'

"Pfft-- aku hanya bercanda, aku sudah tau kau belum menikah.. Wajahmu sudah seperti orang jomblo.." canda Suna.

"Mengacalah, tuan sipit!" umpat Osamu dengan pelan. Tapi, sayangnya didepan oleh Suna.

"Maaf, Osamu.. Saya punya tunangan..." elak Suna

"Apakah tunangan itu pacar anda? Maksudku.. Orang seperti anda biasanya hanya menikah karena perjodohan perusahaan..."

"Osamu!! Kau tidak sopan!!" tegur Kita shin nggak tau udah berapa kali.

"Hahaha, kau ini menarik.. Sepertinya kau bukan orang yang patuh terhadap hukum kasta.." tebak Suna.

"Hukum kasta? Hukum seperti itu tak diperlukan.." jawab Osamu santai.

"Sudah ku duga..."

"Ushijima, Suna, Kita harus pergi.." ucap Sakusa yang tiba² nongol.

"Iya, baiklah..." Ushijima pun berdiri dari kursinya.

"Yah... Ya sudah deh, sampai nanti lagi.. Osamu.." Suna tersenyum melambaikan tangan.

"Pergi juga akhirnya.. Ribet amat, dah..." ucap Osamu saat para CEO itu pergi.


Sementara itu, di sisi mereka.

"Lebih mudah dari yang ku kira.." ucap Suna senang sambil melempar-lempar ringan benda yang ada di tangannya.

"Kalo sampe salah target ribet kita.." ucap Sakusa malas.

"Nggak akan... Soalnya, Osamu itu menarik banget.."

"Saya ragu kamu adalah lelaki lurus, Suna.." ucap Ushijima.

"Eh? Tenang saja, tuan Ushijima... Kelurus tidaknya saya tak akan memengaruhi perusahaan kita..." jawab Suna santai.

Benda yang dipegang Suna mengeluarkan beberapa suara, suara seperti orang yang sedang mengobrol.

"Ini semua menjadi lebih menarik..." gumam Ushijima disertai smirk nya.

"Eeh... Ushijima tertarik mainan? Tidak biasa.." balas Suna.

"Kalian makin nggak bener.. Gw jadi merinding.." timpal Sakusa dengan nada tak suka.

Mereka mendengar benda kecil tadi mengeluarkan suara suara, makin mereka mendengarnya, makin lebar senyuman miring terpatra di wajah mereka.

Ya, benda itu adalah sebuah alat yang terhubung dari alat yang di pasang Suna di dekat Kita shin dan Miya twins. Lebih tepatnya, benda itu akan bersama mereka selamanya. Sebuah penginapan pengintaian secara diam-diam. Sehingga percakapan antara tiga orang itu akan langsung terdengar jelas oleh kuping mereka.

Sayang sekali, Kita shin tak menyadari alat yang disematkan Suna di tempat yang author juga nggak tau ada dimana. Mafia itu berada satu langkah di depan mereka, dan polisi tertinggal dibelakang.












T.B.C

-karakter milik Haruichi Furudate-
-haikyuu-

Lama kaga up :v
Sorry..

Udah gitu, pendek banget lagi...
Sengaja :v

Dahlah..

Mr. MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang