"Huh?! Bagaimana bisa?!!" Ushijima membentak keras di telponnya yang sedang terhubung kepada seseorang.
"M-maaf, tuan..saya benar² minta maaf.."
"Ck--!" Ushijima memutuskan sambungan telponnya. Wajahnya terlihat marah dan kesal.
"Jadi, dia benar² salah memberikan dosis?.." Sakusa angkat bicara melihat wajah Ushijima yang terlihat geram.
"Itu benar.." jawab Ushijima.
"Hadeuh... Bawahan, kerja aja kok nggak bener.., cuih!" cibir Suna tajam.
"Hah.. Sialan.." geram Ushijima.
"Apa ada efek samping yang buruk dari hal itu?" tanya Ushijima.
"Aku kurang tahu... Tapi, mungkin tubuhnya akan menjadi lebih lemah.. Itu karena kadar berlebihan dari zat kimia nya.. Kalau efek samping lainnya mungkin masih bisa di sembuhkan.." jelas Sakusa panjang lebar.
"Ya sudah, jadi sekarang gimana? Kalo dia tahu soal ini... Dia pasti akan membantai kita..." Suna bergumam sambil membayangkan seorang yang di maksud.
"Mungkin saat ini, merawat mereka adalah solusi terbaik.." usul Sakusa.
"Oke! Kalo gitu, gw rawat mbul gw, Ushi rawat Kita, terus lhu rawat Atsumu.." Suna menjawab cepat.
"Heh! Kaga mau, anjng! Kuman, najis!"
"Astaghfirullah, kaka.." yeen muncul tiba² dengan tampang tak berdosanya. Menegur tutur kata kasar dari kakaknya.
"Kamu dari mana, yeen?" Ushijima bertanya padamu.
"Dari sono.." kamu mengisyaratkan dengan dagumu.
"Terserah.." Sakusa memijat pelipisnya, dan duduk di salah satu sofa.
"Oh iya, betewe.. Tadi, aku ketemu Iwa-senpai.. Oh, sama Kawa-senpai juga.. Mereka nitip pesen..--"
Kamu merubah wajahmu menjadi ekspresi orang mengancam. "Ku bunuh kalian, begitu katanya.."
Suna meneguk ludah kasar. "Sial, calon penganten kerjaannya ngancem orang mulu.." gumamnya.
"Jadi, apa yang harus saya lakukan?" Ushijima mengalihkan pembicaraan agar tak membuang waktu.
"Untuk sekarang, mungkin menunggu mereka bangun.. Setelah itu, jika mereka mengaku tak enak badan, ntar gw periksa sama yeen.. Terus---"
"Eh! Ngga mau!" tolak kamu memotong ucapan Sakusa.
"Ngapa, dah?!" Suna bertanya.
"Ish..gw tuh.. Merasa bersalah... Jad---"
"Bacot-! Abis itu, kalo emang sakit ntar gw kasih obat.." potong Sakusa.
Yeen merengut, "dah lah.. Gw cabut.."
"Heh! Yeen!!" teriakan Sakusa kamu abaikan dan pergi meninggalkan mansion besar itu.
"Sialan.." geram Sakusa melihat kelakuan ade luckynut nya.
"Kalau begitu, saya pamit.. Selamat malam.." Ushijima angkat kaki dari ruang tamu menuju kamarnya.
*****
Esoknya"Nghh..." tubuh kecil itu bergerak tak nyaman di atas kasur king size milik Ushijima.
Perlahan, matanya terbuka menyesuaikan cahaya yang ada di kamar tersebut. Dia mengerjap beberapa kali.
Sekelilingnya terasa berputar, kepalanya terasa sangat pusing. Perlahan, dia menangkap sosok yang sedang duduk di sofa yang berada di samping tempat tidurnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Mafia
Randomapa yang akan terjadi jika orang yang kaku dan formal bersama dengan orang sopan yang rajin...?? benar² pasangan yang aneh.. tapi, walau diluar kelihatan biasa, ternyata mereka cukup manis jika ber2.. kepo? simak ceritanya.. warning!!! bl homopobhic...