chapter 11

686 88 8
                                    

Suara deru mobil tak terdengar hingga dalam. Jalanan ramai dilintasi mobil dan pejalan kaki.

Kita melihat ramainya kota Tokyo pada malam itu, banyak orang bersenda gurau, bergembira, dan masih banyak lagi. Tak sadar dia menghela nafas lelah.

"Ada apa?" Suara berat bertanya tanpa alasan. Kita berbalik menghadap Ushijima yang duduk di sebelahnya, sementara sopir hanya fokus pada jalanan saja.

"Ah, tidak papa, aku menghela napas tanpa sadar.." Shinsuke menjawab jujur. Setelah itu sunyi.

"Apakah kita masih ada pertemuan setelah ini?" Kita melihat ke arah I-pad digenggamnya. Dia membaca dengan hati-hati.

"Setelah rapat, ada pertemuan khusus dengan tuan Arland.."

"Dimana? Kapan?"

"Di... Club'(?) Ya, di sebuah club' yang lumayan terkenal, pukul 23:55.." jelas Kita.

"Kapan dia membuat janji temu?"

"Sekitar, 3 hari yang lalu.." Ushijima mengangguk.
"Apa kau sehat?" Ushijima bertanya menaikkan satu alisnya, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kita.

"Eh? Huh?--.." Kita terkejut dengan tatapan tiba-tiba itu. "A-aku baik.." dengan cepat ia memalingkan wajahnya.

Sejurus dengan itu, tangan Ushijima mencengkram pipi Kita, dan menghadapkan wajah kecil itu dengan wajahnya.
"Kau agak pucat.. bukankah saya memberi waktu istirahat yang cukup untuk mu?"

"E-entahlah.. aku baik baik saja.." Ushijima melepas cengkraman tangannya.

Setelah itu sunyi. Tak ada pembicaraan lagi, sampai mobil mereka terhenti di depan pintu masuk sebuah gedung yang besar. Mereka berdua keluar dari mobil tersebut.

"Wow.." Kita menatap ke atas, memperhatikan gedung yang menjulang itu.
"Eh, ngga setinggi punya Ushijima-san.." simpulnya dalam hati.

Mereka berdua masuk ke dalam gedung, Ushijima memimpin dan Kita mengekor di belakangnya.

"Yo! Sapijima..." Ushijima terhenti saat mendengar namanya diselewengkan.

"Sapi?" Beo Kita tanpa sadar.
🐮 🐄 Itulah yang dipikirkan oleh Kita.

"Eh lhu bawa siapa, ji?" Orang itu mendekatkan wajahnya ke arah Kita. Refleks Kita langsung mundur bersembunyi dibelakang tubuh gede milik Ushijima, dia menotice adanya tanda bahaya jika tidak melakukan hal itu.

-t e r d e t e k s i  j a m e t -

"Loh takut? Sorry ya.." orang itu merapikan dasi yang merekat apik di kemejanya.

"Gw Kuro, temen si sapi.. Kuro Tetsurou.. inget nama gw yak.."

"Saya tidak ingat pernah memasukkan mu kedalam daftar teman.." Kita mengerjap dengan tanggapan Ushijima.

"Edan kejam beut lu!" Desis orang bernama Kuro itu.

Ushijima pergi begitu saja setelah tau percakapan tak berfaedah ini. Kita hanya bisa mengikutinya pergi, dan Kuro pun di tinggal sendirian.

"Ya elah, gw di tinggal cowo cakep.." kecewa Kuro.

"Kalo Kenma tau apa jadi?" Kuro terlonjak kaget.

"E-eh.. canda doang kok.." Yaku menatap tajam ke arah boss jamet nya itu.

"Terserah.." Yaku pergi mendahului Kuro.

"Kalau boleh bertanya, siapa orang tadi, master?" Kita bertanya.

"Kuro Tetsurou, pemilik perusahaan game yang sedang marak akhir2 ini.."

"Pemilik perusahaan game?" Kita berpikir keras, "berarti dia hebat, dong!" Final Kita.

Mr. MafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang