~》○《~
Haikal sampai di tempat kumpul terlambat karena harus mengajak Jevan terlebih dahulu. "Apa gua bilang kan, mereka pasti dateng kok cuma bakal telat banget. Soalnya pasti Jevan izin dulu sama Kanjeng Ratunya." Ujar Jana yang membuat teman-temannya tertawa. Sedangkan Haikal melepas helm dari kepalanya lalu melangkah ke warung untuk memesan seblak pedas kesukaannya. Setelah itu baru duduk di sebelah Mahen. Mahen menoleh dan mengusap kepala Haikal saat Haikal bersandar di kursi sambil memakan gorengan yang sejak tadi sudah tersaji di meja.
"Bener juga kata lu na, sumpah gua baru kali ini liat Jevan sujud didepan cewe. Gila tuh cewe pake pelet apa coba? Jevan, anak yang paling di takutin seantero sekolah, bahkan kakel aja gak ada yang berani. Cocok dah lu jadi kacung gua." Tawa mereka meledak bersama, termasuk Jevan yang sebenarnya sedang dibully tapi anehnya ia tidak merasa terbully, sudah biasa mungkin.
"Mau tau pake pelet apa?" Tanya Jevan jahil sambil menerima kopi dari penjaga warung. Yang lain mengangguk sambil mempersiapkan telinga mereka. Dalam kegiatannya menyesap kopi, Jevan menyunggingkan senyum licik. Lalu dia meletakkan kopinya di meja. "Pake surge dunia" Dan setelahnya bisa kalian bayangkan sendiri apa yang terjadi.
Jevan yang dihabisi oleh Haikal, Jana dan Aden. Sedangkan Mahen dan Jisung hanya menonton pertunjukkan gratis ini dengan nasi goreng dan indomie yang mereka pesan sebelumnya. Iki? Dia bertugas mengkompori kegiatan baku hantam itu, ya walaupun agak sedikit kelewatan.
==============================
Baku hantam tadi berakhir karena tiba-tiba ada sekelompok gadis yang datang ke warung itu untuk membeli makanan, mungkin seblak atau nasi goreng (yang memang terkenal enak). Seandainya tidak ada gadis-gadis itu, sudah dipastikan baku hantam akan berlangsung leboh dari 10 menit. Mereka sudah kembali ke tempat duduk masing-masing dengan aktivitas absurd mereka.
Haikal menerima mangkuk berisi seblak kesukaannya itu. Dari warna kuahnya saja sudah terlihat seberapa pedas seblak itu. Bahkan Iki dan Jevan pernah diare 3 hari karena mencicipi sedikit seblak kesukaan Haikal ini. Berbeda dengan Mahen yang dirawat 2 hari dirumah sakit karena mengalami dehidrasi parah setelah diare akibat dipaksa makan seblak pedas itu. Kalau Jana katanya lebih baik makan cabe jawa aja 10 buah daripada harus makan seblak neraka. Sedangkan Aden dan Jisung ia akan kabur terbirit-birit jika dipaksa untuk memakan seblak Haikal itu.
"Kak ikal?" Ujar salah satu gadis yang sebelumnya datang bersamaan dengan sekelompok gadis yang mau beli makanan di warung tempat mereka nongkrong. Mendengar ada yang memanggilnya, Haikal spontan menoleh padahal di dalam mulutnya masih ada seblak yang baru saja ia suap. Melihat siapa yang memanggilnya, Haikal menyemburkan keluar isi seblak yang berdiam dalam mulutnya dan kemudian batuk tanpa henti. Untung saja di depan dia duduk tidak ada orang. Jika ada, dan itu adalah Iki, maka akan ada baku hantam jilid dua.
Mahen yang duduk disebelah Haikal menepuk pelan punggungnya membantu meredakan dari batuknya akibat tersedak kuah seblak neraka itu. Sedangkan yang lainnya hanya tertawa. Tapi tawa mereka segera berhenti ketika gadis yang memanggil Haikal tadi memberikan botol minumnya dan bahkan jongkok dihadapannya. Teman-teman Haikal hanya bisa saling pandang heran. "Aduh, kakak maaf. Nisa kan cuma panggil, mana tau kalau kakak bakal sekaget itu dipanggil aku. Nih minum dulu, mukanya merah banget." Ujar gadis itu yang memanggil dirinya sendiri Nisa sambil membuka tutup botol minumnya, lalu setelah itu, Haikal meminumnya rakus. Setelah tenang, Haikal menoleh menatap tajam gadis itu. "Untung malaikat mautnya lagi gak duduk disamping aku Nis. Klo gak kakak udah almarhum sekarang." Ujar Haikal pelan sambil menarik nafas tenang. Tapi kepalanya tiba-tiba dipukul pelan oleh si Nisa ini. Sontak saja teman-teman Haikal terkejut takut menatap Haikal. Begitu juga teman-temannya Nisa yang dari tadi hanya melihat. "Kalau ngomong dijaga kak. Inget, omongan adalah doa. Kakak gak makan seblak setan aja juga kalau Allah bilang kakak buat pergi ya pergi." Yang diceramahi hanya menunduk menatap jemarinya. "Udah tau lambung kakak bermasalah, masih aja. Mau masuk rumah sakit lagi? Mau muntah darah lagi? Terusin aja, kalau mau liat ibu nangis terus mah." Ujar Nisa lalu beranjak duduk menjauh dari Haikal diikuti teman-temannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hidup, Harapan, Haikal
Teen Fiction"Gua cuma percaya sama Tuhan, karena percaya sama makhluk fana itu dosa besar" . . . "Gua minta tolong, titip Ibu sama Adik gua ya... Janji jaga mereka, karena cuma lo semua yg bisa gua mintain tolong" . . . "Hidup itu berat sa, tapi seberat-beratny...