"Huh.. hah.." Ali membuka mata nya itu, namun dia tidak mengenali tempat ini. "Heh? ini dimana?" Ali hanya kebingungan melihat tempat setengah hitam setengah putih, dan Ali berada di tengah tengah warna itu.
"Ini mimpi kah?" Ali bertanya dengan dirinya, dia tahu mesti tidak ada yang menjawabnya, dia sendiri disana.
Ali segera berdiri dari duduk nya "Hey?? ada orang?!" Ali berteriak, namun sama sekali tidak ada jawaban. Ali pun berjalan ke warna putih, namun dia malah terpental ke tengah warna, "ouch, ini kenapa?" Ali pun merintih karena terjatuh.
Akhirnya Ali berdiri lagi dan berjalan ke daerah warna hitam, namun kejadian sama terulang lagi, dia terpental untuk kedua kalinya. "Sialan! jadi aku hanya bisa di tengah 2 warna yang membosankan ini? aneh banget, mana gaada orang" oceh Ali. Tetapi tidak ada yang menanggapi ocehannya itu.
"D-dimana semua orang? uncle? Alicia? ayah? m-mama..? dimana kalian.. dimana kalian semua!!" Ali berteriak, suara itu menggema di ruangan itu. Suasana menjadi hening, hanya di penuhi suara isakan tangisan dari Ali.
"Tolong.. keluarkan aku? mama.. mama mana?" Ali tak berhenti memanggil orang, sama saja tidak ada gunanya, tidak ada yang menyahutinya sama sekali.
Ali pun berdiri dan mendongakkan kepala nya. "Hentikan permainan ini! siapapun yang berada disini, keluarlah hiks hiks"
"Ali.. anak buah hati mamah.."
Ali pun sadar ada suara memangil namanya, segera Ali mencari nya. "Mah? MAH! MAMA DIMANA??!" Ali pun berteriak di tengah tengah 2 warna itu.
Wujud seorang mama pun muncul di depan Ali. "Hai sayang" Mama pun membuka tangannya untuk memberikan pelukan.
Ali pun berlari dan langsung memeluk mama nya, tidak menembus, itu berasa nyata sekali. "Ma.. aku kangen mama.. darimana saja sih ma? dan ini dimana?" Tanya Ali.
Mama Aliya pun mengelus pipi Ali. "Maaf sayang.. ini sudah waktu nya pergi.. Dan kita sekarang berada di dunia yang menentukan kita mati dan hidup."
Ali terkejut bukan main dia langsung memeluk erat mama nya itu "Lagi? Ali lelah ma.. Ali ingin ikut mama.."
Mama Aliya hanya menggelengkan kepalanya dan membelai rambut Ali "tak.. kau masih punya waktu yang banyak di dunia Ali, Kau tak kasihan dengan keluarga mu disana? mereka menunggu mu."
"Ma, mama juga keluarga ku, jadi aku bisa ikut mama ya? aku cape di bully, di rendahkan disana.. biarkan aku ikut dengan mama, aku mohon." Ali pun memohon ke mama nya itu.
Mama Aliya mengeluarkan air mata nya dan tersenyum lembut "Kau masih ada ayah Ali, Kau harus kembali." Ucap mama seraya memegang pundak Ali.
"T-tapi.."
Tangan mama pun berpindah ke tangan Ali. "Turuti keinginan mama yang terakhir, mama mohon.. ya?"
Ali hanya menunduk ke bawah. "Mamah mohon, mama kembali kesini demi kamu, lagian toh tak seburuk itu dunia mu" Kata mamah Ali yang masih di penuhi dengan senyuman.Ali pun memijat pelipis nya, setelah berpikir sejenak akhirnya dia memutuskan pilihannya. "Baik ma, aku akan mengabulkan permintaan mama yang terakhir kali nya, tapi.. bolehkah aku mama cium pipi ku untuk terakhir kali nya?"
"Tentu Ali" Mama mengecup pipi Ali.
Ali pun berpelukan dengan mama nya untuk terakhir kalinya. "Terimakasih ma!" Ali tersenyum dipenuhi air tangisan mengalir.
Mama Aliya pun mengusap pipi Ali yang basah itu "Jangan menangis ya? Ali kan kuat.."
Ali pun bersaliman dengan mama nya "iya ma.. sampai jumpa di akhirat ya! assalamualaikum"
"Waalaikumussalam" jawab mama nya itu.
Ali pun berjalan ke warna putih, cahaya memenuhi badan Ali, sedangkan Ali melihat mama nya telah menjadi kunang kunang biru, dan pergi ke atas.
"Sayonara ma.." Ali pun menutup mata nya.
***
"Uh.." Ali terbangun dari pingsannya."Eh, Ali dah bangun!! Ejen Bakar sini!!" Suara itu berasal dari Alicia.
Ali yang baru terbangun pun langsung terkejut, di samping ranjangnya di penuhi oleh para ejen muda, teman Ali.
Ejen bakar berlari menuju ranjang Ali. "Ah! benarkah? mau juga panggil dokter.."
Ali pun mengubah pose tidurannya menjadi duduk. "Sebenarnya, apa yang sudah jadi ni?" Ali pun bertanya kepada mereka semua.
Rudy pun tersenyum saat melihat Ali yang kebingungan itu. "Kau lupa? kau lah yang membantu mematikan Vikram tu~" Jelas Rudy.
Ali pun berusaha mengingatnya, " Eh, ha'ah lah"
Ali pun bertanya lagi "Berapa lama aku pingsan nih?"
"4 hari" jawab Khai.
Mata Ali pun terbelalak. "Lah, lama nya.."
Moon pun menghentakkan kasur Ali itu "Kau tahu? kau tadi sedang kritis, Eh tiba tiba bangun."
"ohh" Ali hanya santai, perkataan Moon tidak membuat Ali kaget, karena kejadian yang barusan Ali alami bisa Ali mengerti.
"Santai nya kau nih? Kau hampir mati lah!!" Bukan moon yang kesal namun Alicia yang kesal.
Ali pun menggelengkan kepala nya dengan pelan "Kalau pun aku tak menuruti keinginan mama ku, semestinya aku juga sudah mati sih"
"mama? Untung aja mama mu datang dan menyadarkan hidup mu itu masih penting.."
Sahut Iman."betul tuh. Owh iya.. aku, dan yang lainnya." Rudy pun mengulurkan tangannya ke Ali.
Ali pun membalas uluran tangan dan bersaliman. "Tak apa.. saya maafkan, manusia ga pernah luput dari kesalahan kok!"
"Terimakasih Ali!" Jet pun tersenyum lebar mendengar jawabannya yang melegakan nya itu. Diikuti anggukan yang lainnya juga.
"Sama sama" jawab Ali dengan senyum tipis nya itu.
Ejen Geetha, ejen karya, dan Ejen Leon pun datang menemui Ali.
"Eh mentor.. Maaf.. aku tidak mengikuti perintah dari kalian dan jenderal.. Maaf sekali lagi." Ali pun menundukkan kepala nya karena tidak tahan malu untuk melihat muka mereka.
justru para mentor tidak marah, mereka semua tersenyum ramah. "Tidak apa, justru kami berterimakasih Ali, terimakasih kau bisa menahan Vikram di dalam letusan bom itu.. kalau tak.. kemungkinan Vikram pun akan menyerang bagian MATA yang lain. Terimakasih Ali dan kawan kawannya.." ucap Ejen Geetha.
Ali kaget, seharus nya mereka marah karena Ali tak mengikuti aturan yang di berikan. "e-eh.. iya sama s-sama" Ali pun menjadi gugup.
"Sama sama ejen Geetha" Jawab para semua ejen muda.
Saat mereka mengobrol bersama, Ali hanya merenung memikirkan kejadian di mimpi nya itu, terasa nyata sekali, aku rasa itu bukan mimpi, namun benar benar kejadian nyata.
Ali hanya melamun, namun tiba tiba kunang kunang biru melewati di depan mata nya "Eh kunang kunang?" batin Ali. Kunang kunang itu membentuk menjadi wujud seorang mama nya, wujud itu hanya.. tersenyum. Namun wujud itu menjadi hilang, Ali pun hanya tersenyum tipis
"I love you mom.. semoga tenang ya ma?"
______________________________
Akhirnya! selesai juga nih cerita, ini udah ending yaa jadi udah gaada lanjutannya.
kenapa cepet banget selesai? karena aku mau fokus sama cerita yang lainnya. Maaf kalau bosenin..dan sampai jumpa lagi!!

KAMU SEDANG MEMBACA
mama.. [ejen ali]
Fanfictiondi movie Ali, Ali melakukan kesalahan sehingga dia dibenci oleh teman temannya dan mentornya. Sehingga Ali diberhentikan dari misi dan Ali bertemu dengan mamanya yuk mampir, di baca yokk aku cmn mau ngeluarin ide ke sini, udh meluap luap diotak:') p...