Sudah tidak ada lagi cinta dalam diri seorang Teressa Anastasia. Kegagalan kedua orang tuanya dalam pernikahan membuat dia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun.
Hingga Daffa Reagan Alexander datang. Pria penuh perhatian dan kasih sayang ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°
Bagi Daffa bagian tersulit dari mencintai adalah melupakan. Daffa menyukai Kinara sejak pertemuan pertama mereka. Dia berusaha untuk mendekati gadis itu, melakukan berbagai cara agar perasaannya juga terbalas.
Bukan mendapatkan balasan dari perasaannya, Daffa malah harus menyaksikan Kinara memilih teman baiknya. Menyakitkan, rasanya menyakitkan sekali melihat Kinara pada akhirnya memilih orang lain. Menyadari bahwa selama ini Kinara tak pernah melihatnya. Atau sekedar berusaha untuk membuka hatinya. Meskipun begitu, Daffa berusaha menerima karena melihat keduanya bahagia ketika bersama sudah cukup untuknya.
Mungkin tidak mudah, tapi Daffa akan berusaha melupakan Kinara dan memulai lembaran baru bersama orang lain. Dia akan mulai membuka hatinya dan mencoba mencintai seseorang lagi.
Kinara bahagia. Jevan juga bahagia. Dan Daffa pun harus bahagia, meskipun tidak bersama dengan Kinara.
Seperti kata Teressa masih banyak want lain, termasuk dia sendiri yang sampai sekarang masih betah menjomblo. Berbicara tentang Teressa, malam ini Daffa akan menemani wanita itu ke pertunangan temannya.
"Teressa udah siap belum, sih? Kenapa belum ngabarin juga sampai sekarang?" Daffa sudah siap, tapi dia masih menunggu Teressa membalas pesannya dulu baru dia pergi.
Karena bosan menunggu, Daffa memutuskan untuk menghubungi Teressa dan bertanya apa dia sudah siap atau belum.
'Halo, Sayang'
Daffa langsung mengerjapkan matanya beberapa kali ketika mendengar suara itu ditelpon. Teressa selalu membuatnya terkejut. Wanita itu sering sekali menggodanya hingga membuat Daffa terkadang kesal.
Kesal karena seharusnya dia yang menggoda Teressa, bukan malah sebaliknya.
"Sayang sayang aja lo." Daffa mengomel yang disambut dengan tawa kecil.
'Kenapa, Daf?'
"Udah siap belum? Lama banget. Padahal gue uda bilang untuk jangan cantik-cantik."
'Sabar, masih milihbaju.'
"Teressa enggak usah bercanda. Gue udah nunggu lo satu jam. Masa masih milih baju?" Daffa langsung melayangkan protes yang malah membuat Teressa tertawa.
'Bercanda, Sayang. Udahsiapkok gue.'
"Yaudah gue ke sana."
'Oke, Ganteng.'
"Teressa!"
'Salting, ya?'
"Tai."
Daffa langsung mematikan telpon Dan mengambil kunci mobil yang ada di meja. Kemudian keluar kamar untuk segera menyusul Teressa. Sebenarnya Daffa tidak terlalu suka membawa mobil, tapi tidak mungkin juga membiarkan Teressa yang memakai dress naik motor.