1 : Where is home?

10.1K 792 375
                                        

••••

Haii! Sebelum lanjut baca, tolong baca ini dulu, yaaa♥️

Haii! Sebelum lanjut baca, tolong baca ini dulu, yaaa♥️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••••

"Teressa minta uang."

Satu-satunya hal yang bisa membuat Teressa Anastasia kembali datang ke rumah ayahnya hanya jika dia membutuhkan uang. Selebihnya dia tidak pernah ingin menginjakkan kaki di rumah yang terasa seperti neraka untuknya.

Alasan yang membuatnya tidak ingin datang ke sini karena kehadiran wanita tidak tau diri yang sudah merusak rumah tangga kedua orang tuanya. Wanita yang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan ibunya. Wanita paling jahat yang sudah menghancurkan keluarganya. Yang merubah ayahnya menjadi seseorang yang tidak ia kenal.

Meskipun sebenarnya, Teressa malas untuk meminta uang pada ayahnya. Karena jujur ibunya memberikan lebih dari cukup uang untuknya. Tapi, Teressa juga tidak akan rela kalau uang ayahnya harus habis untuk wanita tidak tau diri itu. Bahkan kedatangannya saja sudah disambut dengan tatapan sinis.

"Kamu kalau datang ke sini selalu minta uang sama Papa kamu! Kuliah juga hanya main-main. Buang-buang uang aja. Kamu benar-benar tidak kasian sama Papa kamu yang udah kerja keras." Kalimat itu di ucapkan oleh istri siri Papanya ketika Teressa baru saja meminta uang.

Tapi, wanita itu nampak santai dengan kedua tangan terlipat di dada dia menatap sang ayah yang berdiri di hadapannya.

"Berapa Teressa? Yang kemarin sudah habis?" tanya Bara dengan penuh kelembutan. Tatapannya pun masih penuh dengan kasih sayang, tapi Teressa tidak lagi pernah merasakan kasih sayang itu.

"Udah. Mana mungkin Teressa minta kalau uangnya masih ada?" kata Teressa dengan ketus yang membuat Bara menghela nafasnya pelan.

Teressa anak satu-satunya. Bara sangat menyayanginya, meskipun kini Teressa membencinya. Karena itu Bara pasti menuruti semua keinginannya agar Teressa tidak semakin membencinya.

"Kamu sangat tidak sopan sama orang tua kamu sendiri!" bentak Retta.

"Bisa diem gak, sih?! Mending lo pergi ke kamar dan berhenti ikut campur masalah gue dan Papa," kata Teressa dengan penuh kekesalan.

"Kamu benar-benar....."

"Retta sudah!" Bara langsung memperingati istrinya itu untuk diam. Kedatangan Teressa ke rumah saja sudah membuat dia senang, jadi jangan sampai anaknya pergi hanya karena tidak nyaman.

"Teressa butuh berapa?" tanya Bara tanpa ragu.

"Lima belas juta."

"Udah gila kamu! Kamu benar-benar keterlaluan, Teressa. Kamu bahkan tidak pernah bertanya kabar Papa kamu sendiri. Sekarang datang minta uang?!" kata Retta setengah berteriak.

"Retta!"

"Jangan terlalu dimanjain Mas nanti dia semakin tidak tau diri. Datang hanya untuk meminta uang, tapi kuliah tidak benar dan malah pergi ke club setiap hari," kata Retta, sengaja ingin menghasut Bara agar tidak memberikan uang pada Teressa.

SOULMATECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang