Sudah tidak ada lagi cinta dalam diri seorang Teressa Anastasia. Kegagalan kedua orang tuanya dalam pernikahan membuat dia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun.
Hingga Daffa Reagan Alexander datang. Pria penuh perhatian dan kasih sayang ya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°
Mata Daffa berubah tajam ketika melihat Teressa berbincang dengan teman-teman lelakinya. Gadıs itu terlihat asik sekali, padahal baru beberapa menit Daffa kembali dari kamar mandi. Saat ia pergi tadi Teressa sedang bersama dengan Kayla dan Vanya, tapi kedua gadis itu entah pergi kemana, meninggalkan Teressa bernama dua orang pria yang tidak Daffa kenal.
Teressa memang termasuk orang yang friendly. Dia terlihat akrab dengan kedua orang itu hingga membuat Daffa merasa kesal. Dia pun berjalan mendekat ketika melihat salah satunya tertawa sambıl menyentuh tangan Teressa. Entah candaan apa yang gadis itu keluarkan hingga mereka tertawa bersama. Daffa secara refleks menepis kuat yang semula menyentuh tangan Teressa itu berniat merangkul pundaknya.
"Jauhin tangan lo dari dia," kata Daffa dengan penuh penekanan hingga membuat pria itu langsung menjauhkan tangannya dan sedikit mundur dari Teressa.
Menyebalkan sekali melihat gadis itu akrab dengan pria lain. Daffa dengan posesif langsung melingkarkan kembali tangannya dipinggang Teressa, menarik gadis itu untuk mendekat padanya. Bukan hanya itu Daffa pun mendekatkan wajahnya ke telinga Teressa lalu berbisik pelan di sana.
"Baru gue tinggal udah selingkuh aja." Perkataan itu langsung membuat Teressa menatap Daffa dengan aneh, tapi Daffa menatapnya dengan serius.
"Pacar?" Teressa mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan itu.
"Siapa, Sa?" tanya Daffa tepat ditelinga Teressa.
Kenapa harus berbisik, sih?!
Bikin Teressa merinding saja!
"Hanan sama Nathan," jawab Teressa sambil menatap kedua temannya.
Daffa pun ikut menatap kedua pria itu secara bergantian.
"Santai Bang cuman temen doang., kata Nathan ketika Daffa terus menatapnya dengan tidak suka.
Daffa mendengus kesal ketika mendengarnya. Apalagi dia harus melihat Teressa yang ikut tertawa.
"Emang agak posesif," kata Teressa sambil menepuk-nepuk pelan pundak Daffa.
"Udah tau pacarnya posesif enggak usah buat ulah." Daffa menarik Teressa semakin mendekat padanya. Kedua teman Teressa itu tertawa dan memilih untuk pergi karena tidak ingin ikut campur.