Sudah 3 hari Anella tidak masuk sekolah karena ia sedang sakit.
Ia sakit hanya karena memikirkan masalah yg ia alami belakangan ini.
Anella, ada apa dengannya? Dia sakit apa?
Aku selalu bertanya kepada diriku yang tak tahu jawabannya.
Aku harus menjenguk Nella.
Aku pun berangkat menuju rumah Anella.
*Rumah Nella*
"Permisi" Ucap seseorang yang mengetuk pintu rumah Nella.
"Ya, sebentar" Jawab Lettha.
"Eh, Rana cari Anella ya?"
"Iya tante, aku ingin menjenguk Nella"
"Baiklah silahkan ke kamar nya"
"Baik tante"
Rana pun langsung menuju kamar Nella dan mengetuk pintu.
"Nel"
"Ya, masuk"
Krieet
Rana kaget melihat kondisi Nella yang berselimutan sambil di kompres dan pipinya merah karena demam nya terlalu tinggi.
"Nel, aku rindu main denganmu disekolah"
"Kau harus sembuh Nel, dan jangan terlalu memikirkan orang yang selalu membully mu"
"Aku tidak akan memikirkan jika ia tidak mempermalukan ku di depan sekolah"
"Aku lelah Rana, aku berusaha untuk kuat tetapi kondisi mental dan fisik ku berbeda. Aku masih waras namun aku demam"
"Sudah sekarang kau harus memikirkan hal positif dan kau harus sembuh, aku tak mau kehilangan sahabatku yang sangat setia denganku"
"Berharap lah bahwa esok hari kau akan bangun dalam kebahagiaan. Hapuskan lah segala kesedihan hati dan kegundahan pikiran saat kau akan terlelap"
"Aku tak tahu kehidupan ku itu bagaikan apa karena sejak aku dibully aku lebih banyak pasrah, aku lelah, aku capek, aku frustasi, aku stress, aku pusing dengan kehidupan ku yang sekarang, semakin bertumbuh dewasa mengapa kehidupan ku menjadi sibuk? Aku tak punya jam istirahat walau aku masih sekolah tetapi PR ku banyak sekali dan ditambah aku harus menghadapi satu kutu kupret itu dengan sabar"
"Nel apa kau tahu?"
"Kehidupan itu bagaikan sebuah cermin, ia akan tersenyum kepadamu jika kau tersenyum padanya"
"Aku ingin mengeluh aku sudah frustasi tetapi aku ingat suatu pesan yang berasal dari laki laki yang berharga bagi hidupku" Ucap Nella.
"Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan. Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan"
"Jadi aku tetap bersyukur karena disaat aku dibully ada orang yang rela ikut dibully demi menyelamatkan nyawaku"
"Aku rela mati demi kau Nel, karena tidak ada seorang sahabat yang melihat sahabat tercinta nya disakiti oleh orang yang tidak bertanggung jawab apalagi dibully"
Nella terharu ternyata Rana sangat menyayanginya.
"Rana...... Kau....... Penyemangat......... Hidupku"
"Aku akan berusaha untuk membahagiakan orang lain padahal diriku belum tentu bahagia" Jawab Rana.
"Betul, kita bisa menghibur orang lain namun dibalik senyuman ku ada hati yang menahan sakit dan menahan rasa sedih" Sambung Nella.
KAMU SEDANG MEMBACA
rahasia terbesar sahabat
FantasyAku adalah anak keturunan campuran Korea dan indo. Dan aku memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh pembully ku. Apa jadinya jika seorang pembully mengetahui rahasia terbesar orang yang dibully dan ia menjadi berubah drastis? ingin tahu apa yang...
