BAB 3

12 2 0
                                        

-Author POV-

Sesampainya di depan kamar apartementnya, Noella memasukkan password sesuai yang tertulis di kertas itu.

-pintu terbuka-

setelah Noella memeriksa kamar itu, ia segera merapikan barang-barangnya ke lemari.

'ada yang aneh' begitu pikir Noella

Kamar ini terlalu rapih dan hidup untuk sebuah kamar yang sudah lama tidak ditempati.

Rasanya kamar ini ada pemiliknya, banyak sekali dokumen-dokumen yang tersusun rapih di lemari dekat komputer. Lalu ada komputer yang tersedia, padahal Noella membawa laptop kesayangannya. 

"Pak direktur benar-benar tidak membiarkanku liburan dengan tenang" keluh Noella

Setelah ia merapihkan barang-barangnya, Noella segera mandi menyegarkan badannya yang lengket karena perjalanan tersebut. Sebelum itu ia melepas kalung pemberian Lily dan menggantungkannya digantungan perhiasan berbentuk pohon miliknya, ia memang terbiasa saat akan mandi melepas semua perhiasan yang digunakan.

Menurutnya nilai perhiasan tersebut akan turun apabila terkena air secara terus menerus, dan juga saat mandi akan banyak kandungan yang tidak bagus untuk sebuah perhiasan. Ia tidak mau merusak perhiasan ini, apalagi ini hadiah dari sahabatnya. 

Lima belas menit kemudian ia keluar dari kamar mandi, dan hanya memakai tanktop serta celana pendeknya. Noella ingin mengabari Lily bahwa ia sudah sampai dengan selamat, Noella penasaran pada omongan Green yang mengatakan bahwa handphone yang ia miliki tidak akan bisa mengakses apapun.

Noella pun mencabut kartu dari handphone yang diberikan oleh Green dan memasukkannya ke dalam handphonenya, lima menit ia menunggu penyesuaian. Setelah handphonenya benar-benar menyala ia segera mencoba untuk menelpon Lily melalui hangout di handphonenya. 

-Mohon maaf, akses ditolak! Silahkan kembali dan coba beberapa saat lagi-

Sebuah peringatan muncul dari layar handphonenya, ia tidak mengerti mengapa handphonenya tidak dapat digunakan. Setelah mencoba semua aplikasi yang ada di handphonenya, ia hanya mendapatkan kesimpulan bahwa negara ini tidak mendukung sistem dari handphonenya.

Hanya aplikasi kontak, kalender, senter dan pengaturan saja yang dapat terbuka. Segera ia mencatat beberapa nomor penting di sebuah catatan, lalu memindahkan kembali kartu tersebut ke dalam handphone yang ia terima dari Green. Noella tidak begitu paham dengan teknologi, maka dari itu handphone kesayangannya akan ia simpan di dalam tas.

Setelah Noella mengembalikan simcard itu ke handphone yang Green berikan ia segera menyalakan handphone tersebut.

'Ah iya handphone ini lowbat'

Setelah bergumam seperti itu ia segera mencari chargeran. Untung saja tipe handphone dia dengan handphone yang diberikan Green sama, maka dia tidak kesulitan untuk mengisi daya handphone ini.

Karena handphonenya belum bisa digunakan, maka ia membuka laptopnya dan segera mengirimi email kepada Lily. Menyambungkan jaringan internet laptopnya pada wi-fi umum milik apartement ini. Ia memberi tahu bahwa ia sudah sampai dengan selamat, dan juga menceritakan semua yang ia alami saat ini. 

"Lelah, kepalaku juga pusing. Sepertinya aku perlu tidur, apa apartement ini aman untuk ditinggali?

Ah akan ku kutuk si botak itu kalau macam-macam denganku, ugh kepalaku semakin sakit memikirkannya. Sudahlah aku akan tidur saja"

○○○

'SISTEM PERTAHANAN DIAKTIFKAN'

DangerousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang