4. Alasan

194 29 5
                                    

Terkadang Brunei heran, kenapa kakaknya satu ini ingin dan mengajukan diri untuk menjadi babu- ah maksudnya pelayan- bukan lagi, "orang" yang mengurus rumah tangga?

Maksudnya, ia tahu dan paham sekali kalau keluarganya memang berbeda dari keluarga biasanya. Mereka ajaib, aneh dan unik, tapi apa sampai sejauh ini?

Tidak, Brunei bukannya tidak nyaman atau tidak suka dengan pembantu rumah tangga atau pekerjaan sejenisnya. Ia hanya penasaran.

Lagipula, siapa sih yang suka membersihkan rumah? Menyapu, mengepel, masak, bahkan mencuci. Dan itu semua harus dilakukan dan selesai dalam satu hari!

Dan itu semua masih belum tercantum tentang sekolah dan pekerjaan negara.

Bagaimana bisa?

Dapat darimana waktu sebanyak itu?

Apa indonesia sepintar itu dalam mengatur waktu?

Sepertimya bukan, aljabar saja kadang dia lupa rumusnya.

Hmm..

"Brunei, sebentar lagi makan malam"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Brunei, sebentar lagi makan malam"

OH TIDAK, TUGASNYA BELUM SELESAI

"Iyaa kaakk, bentarr T∆T"

Sebentar, bukan kah ia sedari tadi hanya melamun tentang abangnya?

KENAPA SUDAH MAU MALAM!?

CEPAT SEKALI WAKTU INI BERJALAN

BAGAIMANA BISA IA MENYELESAIKAN SEMUA TUGASNYA KALAU WAKTU BERLALU DENGAN CEPAT?

Tunggu, kalau begitu bagaimana dengan Abang Indon? Yang bisa mencuci, menyapu, mengepel, memasak, sekolah dan melakukan hal lainnya dalam 1 hari? Bahkan terkadang masih sempat tidur siang.

Masalah itu harus Brunei tanyakan nanti, setelah makan malam.

"BRUUNEEEII"

"IYAAA KAAAKK"

🆂🅰🅼🅿🅰🅷 🅼🅰🆂🆈🅰🆁🅰🅺🅰🆃

Chapter 4

Alasan.

Malam itu, setelah makan malam. Semua berkumpul di ruang tengah, bercanda ria dan mengobrol bersama. Sebuah rutinitas sederhana yang sering dilakukan dalam rumah tersebut sebelum tidur, rutinitas yang seharusnya mempererat hubungan antara satu sama lain.

Sungguh waktu yang tepat bagi Brunei untuk menanyakan hal yang mengganjal pikirannya sedari tadi pada Indonesia.

Kakaknya itu sedang duduk disofa, tidur dan bersender pada Malaysia yang ribut-ribut menyuruhnya untuk bangun karena bahunya mulai pegal. Yang tentu saja sama sekali tidak ditanggapi oleh Indon.

Brunei mendekat dan menyentuh bagian belakang telinga Indonesia, yang membuatnya kaget dan terbangun secara tiba-tiba.

"Apa itu tadi?" Ujarnya setelah memekik pelan, ia melihat Brunei Darussalam di belakangnya yang terkekeh sambil menutup mulutnya.

"Baguslah kau sudah bangun, sana tidur dikamar! Bahuku pegal gegara kamu tahu' " Perintah Mal sambil memegangi bahunya, bibirnya mengerucut. Hmph, paling paling kode buat dipijitin. Kalau benar begitu, percuma saja, Indon ga bakal peka.

"Iya tahu, tapi masa sendirian. Temenin dong"

Mendengar itu, Brunei segera menariknya naik keatas. Ke kamar Indonesia dan Malaysia.
Pintu kamar itu ditutup, dan dikunci. Brunei ingin segera langsung ke intinya, ia haus akan jawaban. Indonesia masih setengah tidur, jadi ia tidak mempermasalahkan hal yang dilakukan oleh adiknya.

"KAK, KENAPA KAKAK MAU JADI BABU-"

"perhatikan kata katamu, dan kakak butuh uang."

"ouh, lalu bagaimana kakak bisa mengatur waktu dengan baik?"

"he?" Tentu saja, ini Indonesia. Kecepatan otaknya sama lemotnya dengan kecepatan internet di negaranya.

"Tidakkah kakak sadar? Kakak menyapu, mengepel, mencuci, menjemur, dan memasak! Semua itu sangat menghabiskan waktu, lalu kapan kakak belajar dan mengerjakan tugas negara dan sekolah? Bukankah itu artinya kakak bisa mengatur waktu dengan baik?"

Brunei menghela nafas setelah menjelaskan panjang lebar, indonesia terkekeh pelan mendengar dan melihat raut adiknya yang terlihat imut saat sedang penasaran.

"Aku juga tidak tahu sebenarnya. Karena begitu kakak merasa malas melakukannya, kakak lakukan saja, kemudian semuanya selesai. Awal awalnya capek sih, tapi demi uang dan jajanan, aku akan melakukan semuanya demi itu (。•̀ᴗ-)✧"

"Dan masalah tugas sekolah- memangnya ada tugas sekolah?" Indonesia terhenti sesaat, seingatnya dia tidak pernah mengerjakan tugas sekolah, lalu darimana nilai nilainya itu? (・-・;)ゞ

"Apa itu tugas negara? terdengar membosankan (●'⌓'●)"

" ಠ⌓ಠ "

Case alasan indon, ditutup!

Misteri selanjutnya, darimana semua nilai Indonesia? Dan bagaimana dengan nasib warga +62? Tugas negara ada saja personifnya malah gatau Σ(ಠ_ಠ)

Carilah sendiri, Brunei males ಠಗಠ

,༶•┈┈⛧┈♛༶•┈┈⛧┈♛༶•┈┈⛧┈♛

Sαɱραԋ ɱαʂყαɾαƙαƚTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang