HATI YANG TELAH TERCURI

536 28 9
                                        


Pagi yang cerah bunga-bermekaran indah
seelok senyum begitu merekah
membuka hari seakan riuh nan meriah
seiring kicauan kutilang turut berdendang riang

Seperti itulah suasana di tempat seorang gadis bernama Melisa melakukan rutinitasnya. Dia berada di kios Irma Florish milik budhe Irma. Di tempat itu dia menghabiskan kesehariannya membantu pekerjaan budhe Irma. Dan mulai sekarang pekerjaannya bertambah karena menggantikan tugas Lila untuk merangkai bunga di salah satu tempat langganan kios tersebut. Tempat itu adalah sebuah kafe bernama MARIO CAFE AND CAKE.

Setiap pagi jam sembilan tepat, Melisa telah sampai di sana tugasnya menata dekorasi di salah satu ruangan kafe itu dan memperindah suasananya dengan rangkaian bunga sesuai keinginan owner, tujuannya untuk menarik minat konsumen agar betah dan sering berkunjung di kafe itu dengan suasana begitu asri. Tempat-tempat hits seperti kafe-kafe kekinian ini sering dijadikan para muda mudi kreatif untuk membuat konten. Oleh karena itu si owner tidak pernah kehabisan ide untuk menarik minat pengunjung, mulai dari penyewaan pernak pernik bernuansa korea dan semacamnya yang sering disukai para muda mudi penyuka kebudayaan Asia Timur.

Di kafe inilah awal pertemuan Melisa dan Hendri hingga akhirnya mereka menjalin kasih.



💠💠💠



Owner kafe Mario begitu takjub dengan hasil pekerjaan Melisa yang sangat terampil dan kreatif mendekorasi ruangan yang dipesan salah satu pelanggan kafe itu yang rencananya akan digunakan untuk sebuah party kecil-kecilan para muda mudi yang berkapasitas sekitar tiga puluh orang.

Sambil berkeliling mengamati ketekunan Melisa, owner itu perlahan mendekat ke arahnya.

"Gimana, sudah beres?" tanya owner itu pada Melisa.

"Sudah, Mbak," jawab Melisa.

"Mario, memang nggak salah pilih kamu untuk sekedar mempercantik ruangan ini," puji owner itu merasa puas dengan hasil kerja Melisa.

"Kalau sudah selesai, kamu bisa istirahat sekarang. Jangan lupa bingkisannya sudah disiapkan Riani di depan," perempuan itu berterima kasih pada Melisa sambil tersenyum manis.

"Terima kasih, Mbak. Saya pamit dulu."

Melisa bergegas membereskan peralatannya dan bersiap pulang.

Owner kafe itu sangat baik padanya, sering kali perempuan itu memberikan bingkisan cake produk dari kafe itu sendiri sebagai wujud terima kasih dan apresiasi dari pekerjaannya yang merasa puas dengan ketrampilannya dan hasilnya tidak pernah mengecewakan.

Tanpa disadari owner dan gadis itu, selama hampir setengah jam ada sepasang mata menatap setiap gerak geriknya yang hanya terfokus pada gadis yang diajak bercengkrama oleh si owner tersebut. Siapa lagi kalau bukan Hendri Anggara Wiratama. Seorang pria penyabar dan penyuka musik. Sejak pertama kali melihat gadis itu beberapa hari yang lalu, hatinya seolah tercuri oleh paras ayu yang menggetarkan kalbu.



💠💠💠



Setelah puas memandangi keduanya, lelaki itu mendekati si owner untuk sekedar bertanya mengenai gadis yang diamatinya setengah jam yang lalu usai berlalu dari kafe tersebut.

"Oh iya, Cind. Ngomong-ngomong siapa gadis itu? Kenapa dia sering kesini?" tanya Hendri penasaran.

Owner itu bernama Cindy.

"Dia adalah Melisa seorang gadis yang bekerja di kios bunga IRMA FLORISH," papar Cindy seperti seorang reporter tv menyampaikan informasi sambil tersenyum penuh arti.

Hendri hanya ber-oh ria.

"Kenapa, Hend? Kamu suka sama dia?" tanya Cindy to the point langsung ke topik.

SEGENGGAM   SETIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang