Yeayyy part selanjutnya update.
Gambar itu fiska yaaaaa :D---
"woy Nathalie, selamat pagi" pria rese memanggil.
"Kita itu bukan teman, jangan sok akrab. Selamat pagi!"
"Itu semua sarapanmu? Apa tidak sedikit?" Raka duduk menghampiriku dengan membawa makannya.
"Itu urusanku, kamu juga pagi-pagi begini makan ramen?" tanyaku padanya.
"hhmmm" Dia bergumam sambil memakan makanannya dengan semangat.
"Bukannya peduli ya, nanti makananmu tumpah kalo cara makanmu ajah ga bener."
"Jangan khawatir. Aku makan dengan hati-hati"
Tumpah
"Aduh!" pekiknya.
"Benarkan kataku?" aku berjalan kearahnya membersihkan bajunya dengan tissue.
"Ohh? Maaf maaf hehe"
"ternyata kau masih sama ya seperti dulu, peduli"katanya lagi.
"terserah apakatamu sajalah"
Setelah menyelesaikan makananku, aku dan raka berjalan menuju lift untuk pergi ke apartmen masing-masing. hari ini aku pergi makan sendiri pagi-pagi sekali, biasanya stevan selalu menemani. Karena aku khawatir dengan tembakan ditelapak tangannya, jadi kupikir aku tidak ingin merepotkannya.
"Jadi bagaimana kabarmu?"ucap raka membuka pembicaraan.
"Bagaimana apanya?"kataku bingung.
"Kamu selalu bersama dia kan?"
"Dia seharusnya berbelanja denganku nanti. Karena aku baru saja pindah, aku masih perlu mengurus banyak hal"
"Tampaknya kamu akan lebih akrab dengan Secret servicemu, kupikir kamu akan segera memecatnya"
"Yaaa, aku tidak tahu akan berapa lama akan bertahan."
"Kau akhirnya mendapatkan teman... Mama begitu bahagia nathalia kecilku" Katanya sambil menirukan seorang ibu-ibu yang terharu.
"Heh kurang ajar kamu yaaa!" bentakku.
"Ah iya, aku jadi ingat saat kau memberi surat yang begitu banyak lembaran saat kita marahan. Jujur saja itu membuatku kaget, surat itu menyentuh hatiku" katanya sambil memegang dada.
"Aku sudah bilang aku hanya melatih tulisan tanganku, bodoh." Aku memberikan semprotan pembersih baju "dan ini, untuk mengangkat noda bekas ramen."
"ah kamu selalu begitu bertanggung jawab"
---
"selamat pagi nona nathalia" sapa stevan padaku.
"seperti biasa, nona hari ini terlihat sangat cantik" kenapa pria ini bermulut manis sekali sih!
"kamu dapat berhenti menyanjungku sekarang, selamat pagi" kataku jengah mendengar mulut manisnya.
"Bagaimana... tangan kananmu?" tanyaku.
"ini tidak apa-apa, anda tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan saya." Aku menunduk sendu.
"nona nathalia" panggilnya yang membuat aku berpaling padanya. " Nona akan sarapan di lounge? " tanyanya tersenyum manis.
"Aku sudah sarapan"
"itu berarti nona memesan makanan sendiri, membawanya kemeja, dan bahkan menuangkan air sendiri. Apakah itu berarti nona tidak memerlukan diri saya lagi?" katanya sendu.
