"Selama ini kebodohanku telah menghancurkanku sendiri."
-Daniel Evan Starsgard –
Allan yang sedang menikmati makan malamnya setelah menangani beberapa pasien menyernyit heran saat melihat Vanessa menelfonnya tiba-tiba.
"Halo sayang. Bagaimana kabarmu?" Allan menjawab panggilan panggilan kekasihnya sambil memakan big burger ditangannya.
"Allan, sepertinya kau harus segera ke rumah Julian. Aku takut Daniel akan berbuat nekat. Ini berkaitan dengan masa lalu mereka, termasuk Allison. Aku akan menceritakan detail nanti. Sekarang ku mohon pergilah ke rumah Julian." Suara khawatir Vanessa ditambah pernyataan yang baru saja diucapkan kekasihnya berhasil membuat rasa laparnya hilang seketika.
Oh, shit! Here we go again. "Baiklah, aku akan segera ke rumah Julian." Allan segera melepas jas dokter serta meninggalkan makanannya begitu saja di atas meja. Secepat mungkin ia harus segera sampai di rumah Julian.
Sedangkan di tempat lain, Daniel sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju rumah Julian. Lelaki itu mencengkeram erat kemudi, saat ini dia benar-benar ingin membunuh seseorang dan orang itu adalah Julian.
Bagaimana bisa dia tega membunuh anaknya? Penerusnya?! Dia akan membunuh Julian terlebih dahulu, kemudian dia akan membunuh Allison. Dia sudah tidak peduli lagi dengan perempuan itu.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit dengan kecepatan penuh, akhirnya Daniel sampai di depan rumah Julian. Daniel menghitung ada sekitar 10 bodyguard yang menjaga bagian depan rumah.
"Not bad." Gumamnya. Dia bahkan bisa membunuh 35 orang dengan tangannya sendiri. Daniel keluar dari mobil dan berjalan ke dalam rumah Julian. Tanpa aba-aba dia langsung menghajar semua orang didepannya.
When We Were Us
Suara ketukan pintu mengembalikan kesadaran Julian. "Masuklah."
Salah satu bodyguard berlari tergesa menghampirinya, "Bos ada kabar darurat."
Julian menyernyitkan alisnya, "Kenapa dengan wajahmu?"
"Daniel Evan Starsgad ada di depan Bos, mengajar semua bodyguard yang sedang berjaga di depan." Julian langsung berdiri dari kursinya dan melangkah keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Sesampainya di ruang tamu, ia melihat Daniel sedang menghajar anak buahnya, "Apa yang kau lakukan di kediamanku Starsgad?!" ucapnya dengan suara lantang.
Suara Julian berhasil menghentikan aksinya. Daniel menatap Julian dengan pandangan sulit diartikan, "Akhirnya kau keluar juga."
Daniel berjalan cepat ke arah Julian lalu mencengkeram kerah baju lelaki itu kasar. "Aku akan membunuhmu Brengsek?!" geram Daniel.
Pukulan Daniel tak bisa ia hindari dan membuat Julian tersungkur di lantai, "Sialan! Apa maumu hah?!" Julian menyentuh bibirnya yang robek akibat pukulan Daniel.
Daniel duduk diatas tubuh Julian, "Mauku? Tentu saja membuatmu musnah brengsek?!" lalu dia memukuli Julian tanpa ampun.
"APA YANG KAU LAKUKAN DANIEL!" Allan bergegas lari ke arah Daniel yang sedang memukuli Julian yang hampir kehilangan kesadarannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
When We Were US
Любовные романыSejauh apapun aku pergi , takdir akan mempertemukan aku dan kamu. Seperti benang tipis yang selalu menghubungkan kisah di dalam takdir. Takdir tidak akan berhenti di tengah jalan. Karena takdir akan menyelesaikan apa yang seharusnya di selesaikan. H...