Seorang wanita dengan kedua tangan yang terikat di belakang tubuhnya, tubuh yang memiliki beberapa luka bekas cambukan juga tatapan mata biru nya yang perlahan kosong dan memudar tanpa pancaran semangat sedikitpun.
Kepalanya hanya perlahan mendongak menatap seorang pria bertubuh besar di hadapannya dengan sebilah pedang tajam yang mungkin sebentar lagi akan di gunakan untuk memenggal kepalanya, dirinya yang terduduk tanpa daya hanya menunggu ajal di mana dia tidak akan merasakan apa itu sebuah rasa sakit.
" Di sini, kita akan melihat wanita penyihir di hukum atas semua dosa-dosa nya. "
Sebuah suara lantang terdengar di setiap telinga orang-orang yang berada si sana.
Sangat banyak orang yang berkumpul menonton dan menanti akan kematian dirinya, wanita dengan rambut kuning tersebut perlahan tersenyum tipis. Dia wanita jahat, bahkan mereka orang-orang yang di cintainya mengatakan dirinya jahat dan kejam.
Mata redupnya melirik ke arah ke-enam pria tampan yang berdiri di belakang seorang gadis berambut merah, dengan senyuman jahat yang hanya dirinya seorang menyadari itu, dan tingkah berpura-pura ketakutan seraya memeluk salah satu lengan pria di sisinya.
" Jika memang ada kehidupan lain, aku berharap tidak akan pernah jatuh cinta kepada kalian lagi. " ucapnya di dalam hati sebelum matanya terpejam dan pedang berhasil memisahkan kepala dan tubuhnya dengan singkat tanpa rasa sakit.
Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, mencoba meraup segala oksigen yang ada, dadanya terasa sesak, dirinya lagi-lagi terbangun dengan mimpi buruk yang sama.
Takemichi, pria dengan surai kuning dan mata biru yang indah, untuk beberapa minggu ini dia terlalu sering mendapatkan mimpi buruk, hingga kepalanya akan terasa pusing ketika terbangun di pagi hari. Mimpi buruk yang sama, tentang seorang gadis yang di hukum mati di hadapan banyak orang.
" Sedih sekali, "
Gumamnya tanpa sadar, dan tetesan air mata telah membasahi kedua pipinya. Dengan cepat mencoba menghilangkan jejak air mata tersebut, memandang ke arah luar jendela kereta api , menunggu waktu berjalan hingga kereta tersebut tiba di stasiun selanjutnya.
Bagaimana jika sedikit perkenalan singkat untuk memulai hari? Perkenalkan pria dengan surai kuning dan mata biru yang sangat indah tersebut adalah Hanagaki Takemichi, atau biasa di panggil Takemichi, take atau michi.
Tidak ada yang spesial dari dirinya, hanya pria dewasa berumur 21 tahun yang bekerja di sebuah cafe sebagai seorang pelayan, dan di malam hari melakukan kerja part-time di sebuah minimarket 24 jam yang berada di dekat rumah kontrakannya.
Dirinya hanya hidup sendiri, tentu saja dia akan selalu bekerja keras untuk bertahan hidup, kekasih? Untuknya itu belum pernah terjadi. Takemichi belum pernah berpacaran dengan siapapun, untuk gender dia tidak terlalu pemilih, bukankah sekarang hal biasa untuk hubungan sesama jenis fikirnya.
Kembali ke Take yang saat ini tengah mengenakan seragam kerjanya, dengan kertas note dan sebuah pulpen di genggamannya, mulai mencatat pesanan para pengunjung yang sedang duduk di meja uhm 10 saat ini.
" Apakah ini saja pesanan nya? Jika begitu harap di tunggu, permisi " ucapnya dengan lembut dan perlahan kembali ke belakang untuk memberikan catatan pesanan.

KAMU SEDANG MEMBACA
👑 𝕽𝖊𝖎𝖓𝖈𝖆𝖗𝖓𝖆𝖙𝖎𝖔𝖓 𝕺𝖋 𝕿𝖍𝖊 𝕭𝖊𝖙𝖗𝖆𝖞𝖊𝖉 𝕼 👑 [ Ours Remake ]
Fanfictionkarakter yang saya gunakan adalah hak milik -ken wakui sensei -