Axel terbangun ketika masih dini hari. Dia tiba-tiba kepikiran tentang packnya yang sudah dari kemarin malam ia tinggalkan, akibat terlalu merasa nyaman tinggal dengan pujaan hatinya yang baru, Aira.
Axel berdiri dan membuka jendela melihat keadaan hutan pada malam hari. Di jam seperti ini, biasanya dia dan beberapa warrior belum pulang dari acara berburunya. Tapi Axel masih tidak ingin pergi dari rumah ini untuk hanya sekedar mengecek bagaimana keadaan packnya sewaktu ia tinggalkan.
Axel melompat dari jendela yang tidak terlalu tinggi tersebut dan melesat dengan cepatnya menuju hutan. Tidak, dia tidak pergi ke packnya melainkan hanya jalan-jalan saja. Di dunia inmortal, kebanyakan makhluknya memang lebih aktif di malam hari, makanya Axel bisa terbangun sekarang.
Axel berdiri di tempat pohon yang menjadi pintu masuk antara dua dunia tersebut, akan tetapi pohon itu sudah lenyap. Axel menepuk jidatnya. Dia lupa lagi kalau sekarang dia berada di dunia manusia dan bulan purnama sudah hilang digantikan oleh bulan biasa. Bulan purnama selanjutnya akan muncul beberapa hari lagi.
Jadi, apakah dia selama beberapa hari kedepan akan tinggal di rumahnya Aira? Atau sebaiknya dia menyewa rumah atau apartmen sendiri agar tidak merepotkan keluarga tersebut? Tapi sayangnya dia tidak membawa bekal uang sama sekali, karena memang kedatangnya dunia manusia tidak di rencanakan.
Axel mencoba memindlink betanya itu. Betanya itu pasti sedang menggantikannya untuk pergi berburu. Entah betanya itu akan menyahuti mindlinknya atau tidak, dia akan mencoba.
'Beta Mark, apakah kau masih sibuk?' -Axel.
'Tidak, Alpha Axel. Saya baru selesai berburu dengan para warrior dan sekarang dalam perjalanan kembali ke pack. Ada apa memangnya, Alpha?' -Mark
'Aku mau minta tolong padamu, beri tahu aku berapa nomer ponsel Andrean. Aku ada sedikit urusan dengannya. Aku mengizinkanmu untuk membuka ponselku' -Axel.
'Baik, Alpha. Segera nanti saya menghubungi Anda saat sudah sampai di pack' -Mark.
'iya, terima kasih' -Axel.
Andrean adalah teman bisnis Axel di dunia manusia. Hanya dia satu-satunya yang dapat membantu Axel sekarang. Tidak mungkin dia menyuruh Mark sekarang juga membawakannya uang, kan? Bisa-bisa sebelum pria itu tiba di sini, tubuhnya sudah tidak bernyawa gara-gara kekuatannya terserap oleh pohon itu. Dan kalau pun bisa, dia pasti juga terjebak di sini sampai bulan purnama berikutnya. Lalu, packnya pasti akan sangat kacau dan akan menjadi sasaran empuk para rogue karena tidak ada pemimpin di sana.
Kakinya membawanya kembali ke rumah Aira. Axel memasuki rumah itu sama seperti saat ia keluar tadi, yaitu melewati jendela. Axel kini sudah ada di dalam kamarnya, dan berniat pergi ke dapur mengambil minum. Tapi, kehadiran Aira yang tiba-tiba di depan pintu kamarnya membuatnya terkejut.
"Aira, Kenapa kamu ada di depan pintu kamarku?"
Aira mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia menatap Axel dari atas sampai bawah dengan aneh, lalu gadis itu melangkah mundur menjauhi Axel yang sekarang menatapnya heran.
"Apa ada yang aneh denganku? Apa aku menunjukkan wujud asliku?"
"Ha? Wujud asli apa maksudmu?"
"Ha ha, tidak. Aku hanya bercanda, lagian kenapa kamu berjalan mundur seperti itu saat melihatku?"
"Ti-tidak, tidak ada. A-aku hanya terkejut saja."
"Terkejut kenapa?"
"Ya, karena kamu tiba-tiba muncul begitu saja. Aku tadi lihat di dalam kamarmu, kamu tidak ada di mana-mana. Bahkan aku sudah melihat di kolong tempat tidur dan meja, tapi kamu tidak ada di sana. Memangnya malam-malam begini kamu dari mana?"

KAMU SEDANG MEMBACA
My Alpha And His Soul Mate
WerewolfAira, gadis manusia yang terjebak hubungan cinta dengan seorang makhluk immortal, makhluk abadi yang berjenis Werewolf. Berawal dari pertemuan malam itu yang membuat hubungan cinta mereka terbentuk dan mulai terjalin. Axel, seorang Alpha terkuat ya...