11. Menjauh

13 2 0
                                        

Paginya, wajah sembab Aera jelas terlihat meski tertutup masker dan kacamata. Teman-temannya paham: dia nggak bisa diganggu. Traumanya kambuh. Chanyeol mencoba mendekat ke mobil milik AION saat mereka bersiap pulang. "Aera! Aku mau jelasin sesuatu—"

Tapi Yeji menahannya, sambil menyerahkan jaket. "Oppa, ini jaketnya. Makasih udah minjemin. Aera lagi tidur di dalam. Kita balik dulu, ya." Pintu mobil ditutup. Tinggal Chanyeol, memeluk jaketnya erat-erat. "Maafin gue, Ra..." bisiknya.

Minggu dan bulan pun terlewati. Tok.. Tokk..

"Pesan antar!!" Aera sempat mengernyit. Seingatnya, ia tidak memesan makanan apa pun sore itu. Ia bahkan sempat bertanya pada teman-temannya, namun tidak ada satu pun yang merasa memesan.

"Maaf, kayaknya salah kirim," ucapnya sopan sambil hendak menutup pintu. Namun, pintu itu tertahan oleh tangan kurir yang tampak terburu-buru.

"Atas nama Kim Aera?" tanyanya. Aera refleks mengangguk. "Iya?"

"Yaberarti punya Anda! Ambil aja, udah dibayar!" nadanya agak ketus, membuat Aeraterkejut. Tanpa menunggu, pria itu menyerahkan tiga kotak pizza sekaligus. Denganbingung, Aera membawa kotak-kotak itu masuk. Rasa penasarannya memuncak saat iamembuka tutupnya. Dan yang ia temukan sungguh... membagongkan.

Di atas pizza itu tersusun potongan pepperoni membentuk simbol hati

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di atas pizza itu tersusun potongan pepperoni membentuk simbol hati.

"Ini... dari siapa sih?" gumamnya tak percaya.

Satu minggu kemudian...

"FIVE, SIX, SEVEN, EIGHT!" suara Aera bergema di ruang latihan. Keringat sudah membasahi wajahnya, namun ia masih betah berlatih. Hingga sebuah teriakan terdengar dari luar.

"Aera! Gantian dong, udah tiga jam lo di dalem!" Aera menghentikan musik dan membuka pintu. Namun, yang ia temukan bukanlah antrean trainee lain. Ruangan itu sepi. Hanya ada satu botol susu vanilla, sepotong roti keju, dan sebuah note kecil bertuliskan:

"Semangat latihannya ~~" Aera tertegun. Rasa lelahnya seakan sirna. Ia tersenyum kecil, lalu berteriak ke udara kosong, "Makasih ya... buat siapapun itu!"

Sejak hari itu, kejadian serupa terus terulang. Ada saja yang datang—obat ketika ia terluka, makan siang saat ia lupa makan, bahkan catatan-catatan penyemangat yang singkat tapi berarti. Dan yang paling mengejutkan, sebuah food truck muncul ketika AION tengah persiapan debut. Kini, AION akhirnya resmi melangkah ke panggung dunia. "Kita saksikan debut stage dari rookie terbaru, AION, dengan lagu pertama mereka—BANG BANG!!" teriak MC.

"Music cue!!"

Sorak sorai penonton bergema. Di ruang tengah asrama, keempat gadis itu duduk bersama, menonton penampilan pertama mereka di layar televisi. Awalnya, mereka akan debut dengan nama Daisy. Namun, agensi menolaknya dan menggantinya dengan nama modern dan futuristik: AION. Meski sempat menuai pro-kontra, nyatanya mereka tetap bersyukur—kerja keras mereka akhirnya terbayar.

"UWAAA! KITA KEREN BANGET!!" Junhee melompat kegirangan.

"Eh! Kita trending nomor 1 di Twitter!!" Yeji berteriak sambil menatap ponselnya. Bella menutup wajahnya yang penuh air mata haru, sementara Aera justru membuka aplikasi Melon. Hatinya berdebar saat melihat hasil pencarian: lagu mereka berada di puncak chart.

Tok! Tok! Tok!

"Siapa?" Yeji berteriak dari dalam.

"Pesan antar!" jawab seseorang. Makanan itu ternyata ditujukan pada Aera. Dua box ayam kini ada di hadapannya.

"LAGI?" ucap Yeji memutar matanya.

"Kamu nggak ada niatan cari orang yang ngirim ini?" Junhee menyelutuk.

"Iya, tiap minggu loh kita dikirimin makanan. Gapapa sih, cuma kasian aja, orangnya nggak pernah muncul," tambah Yeji. Aera terdiam. Ia menatap ayam di depannya sambil mengingat semua kejadian sebelum debut. Misterius. Terlalu misterius untuk disebut sasaeng, tapi juga mustahil kalau benar itu dari "dia."

TING! Notifikasi masuk. Ia menatap nama pengirim pesan itu. Masa iya seorang senior—apalagi Chanyeol—repot-repot mengirim makanan setiap hari?


Wah terima kasih telah membaca~
Untuk mengahargai penulis, kalian cukup vote aja kok, apalagi komen tentang bagian mana yang kalian suka. Mudah kan🤩?!

Jangan lupa vomentnya~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SUNBAENIM! {PCY} [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang