#1 'SIAPA TAU?!'

3 3 0
                                    

Seiri

Om Yohan?

Seiri~ Seiri~

Om?! Om dimanaaaa?!

To-tolong om..!

Ooooooomm!!!!

TRIINGGGGGG~~

Alarm berbunyi, gua berkeringat. Langit-langit kamar yang nampak samar ketika gua membuka mata, cahaya matahari yang mendobrak masuk melewati gorden dan ventilasi, mengartikan semua ini hanya mimpi.

"Mimpi itu lagi,"

Cekreekk

"Seiri, bangun! Cepet mandi sana, abang udah siapin sarapan,"

"Iya bang, bentar,"

"Cepet! Nanti lo telat berangkat sekolah, ini kan hari pertama lo, masa mau telat?"

"Iya iya, cerewet banget sih lo,"

Hari ini adalah hari pertama gua sekolah setelah insiden satu tahun lalu. Gua sempet amnesia, gua ga inget pasti apa yang terjadi hari itu. Om Yohan, terus-terusan dateng ke mimpi gua dan minta tolong, dengan wajahnya yang gak berbentuk itu gua selalu ketakutan saat gua liat dia. Gua amnesia, terus kenapa gua inget Om Yohan? Atau mungkin karena selama gua tidur, kurang lebihnya koma, Om Yohan yang selalu nememin gua. Om Yohan selalu hadir dengan ekspresi yang berbeda-beda. Kadang bahagia, kadang sedih, kadang marah, dan semenjak gua mimpi dikala tidur gua, kadang dia hadir dengan raut seram seperti malam tadi. Tapi karena mimpi itu gua merasa lebih baik, yang gua inget cuman Om Yohan, sisanya gua lupakan. Setelah 6 bulan perawatan dirumah sakit di Amerika, akhirnya gua ngejalanin rawat jalan dirumah. Tapi tetep aja masih di Amerika, karena waktu itu gua masih perlu perawatan lanjutan, dan gua juga belom terlalu inget sama abang gua sendiri-bang Deyrha. Jadi dokter disana belom ngizinin gua pulang ke Indo.

"Wooyy dek, kok lo ngelamun aja, makan tuh sarapan lo,"

"Eh iya bang, aelah sabar ngapa,"

"Cepet atau gua tinggalin,"

"Iya iyaaa dih cerewet banget abang gua,"

Sarapan gua habis dalam waktu 10 menit, Bang Deyrha langsung ke garasi dan ngeluarin mobilnya yang udah di lap kinclong-sekinclong pala botak Bapak tetangga sebelah.

Jeedduuukkk

"Aaawwww,"

"Awas kejedot,"

"Gua udah kejedot duluan bang... "

"Owh, ati-ati kalo gitu,"

"Tau ah, ayo cepet berangkat,"

Perjalanan yang memakan waktu 15 menit dengan kecepatan normal dari rumah ke sekolah baru gua itu, ya walaupun lumayan jauh tapi yaudahlah, seru juga. Ngeliat langit cerah berwarna biru, matahari yang bersinar terang, semilir angin dan kicauan burung yang menyertai dan keriuhan dari suara orang-orang dan kendaraan yang lalu lalang, gua harap gua bisa ngerasain suasana ini lebih lama lagi. Harapan kilat gua yang gak terkabul, tanpa sadar mobil Bang Deyrha berhenti tepat didepan bangunan gede 4 lantai, bercat merah muda berpadu coklat susu dan banyak pohon rindang yang mengitarinya. Itu sekolah gua...
Kayanya....

Penghujung Rasa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang