'Si Cupu Pembawa Sial' terdengar tak asing, seperti terbiasa menerimanya. Walau dada gua berdegup dengan kencang, bukan sakit tapi takut. Gua takut ngedenger kalimat itu lagi. Apalagi ini......................... Ngngggggggggggggg. Kepala gu-- mulai berdengung ingat sesuatu. Sakit banget, sampai rasanya air mata bakal keluar membasihi pipi.
"Sei, lo gak papa?" Tanya Olive sambil mencengkram tangannya di lengan gua. Gua balas dengan kalimat singkat kalo gua gak apa-apa. "Ga usah bohong deh Sei, lo pusing ya?" Tanya Naura dengan nada tinggi. "I-iyaa, tapi sedikit kok, gak parah," Sahut gua biar mereka gak terlalu khawatir.
"Gua anter lo ke UKS deh, biar nanti lo diperiksa--awwww!"
"Liv, lo gak papa?" tanya Naura pada Oliv yang jatuh tertabrak pundaknya. "Eh sorry gua gak sengaja, gua buru-buru!" balas si penabrak itu yang ternyata si Dhoniel!
"Lagian lo kenapa sih buru-buru? Akhirnya lu nabrak Olive kan," Sahut Naura judes.
"Iyaa maaf gua salah. Gua lagi buru-buru!"
"Emangnya ada apa Niel?
"Lo bertiga mending ikut gua ke lapangan basket sekarang juga timbang banyak tanya" Jawab Dhoniel yang nafasnya masih terengah-engah.
.......
"Lo berani sama kita hah? Liat diri lo, sadar diriii be*oo! Lo lemah cuman dengan sepatah kata gitu aja emosinya kek orang gila hahahahaha"
"Haha woi Alex! Jangan karna lo dapet dukungan dari kakak kelas lo bisa ngintimidasi gua! Lo kira gua takut sama kakak kelas bajingan kaya Romeo?!"
Buuughhhhh
"Apa?! Lo ngatain gua bajingan?"
"Apa?! Masa lo gak denger? Tuli ya lo?"
Bugh bugh bugh....
Satu, dua, tiga, empat pukulan dihantamkan beberapa kali. Sampai orang yang dipukuli balik menyerang. Mereka bertengkar sangat kacau dan brutal. Di tengah-tengah lapangan basket, dilihat banyak orang dengan gosipan yang bermacam-macam dan menyaksikan seperti pertunjukkan sirkus.
Gua...kasihan ngeliatnya! Bukan mereka, tapi dia, salah satu dari mereka yang bertengkar, melihat Dhoniel berusaha memisahkan perkelahian itu tapi malah ikut dalam arus perkelahian itu.
Satu... Dua... Tiga langkah gua berjalan kecil dan mulai berlari. Berlari ke dalam pusaran itu, sakit melihatnya terluka. Tapi siapa dia? Tubuh gua bergerak secara spontan nendang pinggul kakak kelas itu. Padahal gua pake kruk. Selancar ini gua bisa jalan cuman karna hal ini.
Brruuukkk... Dia terjatuh.
"Sialaann! Lo siapa dasar jal*ng?"
"Kepoooo," Dengan lantang gua bilang itu dan langsung tarik tangan cowo ber-name tag Adhitya Jeyhan Pratama itu, "Seiri?!" Panggil Jeyhan. Dia tau nama gua? Bingung gelagapan setelah sadar apa yang gua lakuin.
"Sialan lo! Berani-beraninya lo nendang gua! Lo kaga tau gua siapa, hah?!
"Ha-hah? Nga-ngapain gua nend-... tau siapa lo? Kurang kerjaan banget dih!" Lagi-lagi gua spontan, "Lo mau apa lagi? Ga usah ganggu dia, urusan lo ama gua," Sahut Jeyhan yang masih bingung liat gua tiba-tiba dateng. "Br*ngsek!" Mereka masih lanjut bergelut dan gua yang sok-sok-an melerai ini kena ampasnya ...... Bughh bruukkkk
"Seiri! Lo gak papa?!"ucap Naura dan Olive serempak.
Rasa panas dan perih mencabik di ujung mata. Bak kesetrum dan terjadi dengan tiba-tiba, ingin menangis tapi terlalu syok. Apa nih? Gua kesikut? Atau ketonjok? Gilaa sih ini gua malu banget. Mau taro mana muka gua. Gua masih diem. Dengan runtut, gua liat Olive, Naura, lalu Jeyhan. Raut khawatir terukir di wajah mereka.
Drrttt... Nit-nit-nit-nit
Smartwatch gua bergetar dan terus berbunyi, menyadarkan gua yang masih syok.
"Cia!" Teriakan Jey dan gerakan tangannya yang langsung ngangkat tubuh gua di punggung lebarnya itu. Membawa gua dengan gerakan cepat meninggalkan lapangan.
"Woy Jey! Mau kemana lo?! Urusan kita belom selesai!"
Jeyhan menghiraukan semua panggilan dan pertanyaan yang terlontar dari mereka semua yang ada di lapangan-termasuk Olive, Naura, dan Dhoniel. Ngebelah kerumunan dengan teriakannya, Jeyhan melesat pergi ke gedung utama.
UKS. Tertulis di depan ruangan itu. Jeyhan yang buru-buru masuk dan nurunin gua di atas bangkar.
Berdiri di hadapan gua dengan kepala tertunduk"Ci, maafin gua, gua gak sengaja, gua bener-bener minta maaf! Gu-gua ga-"
"Adhitya Jeyhan Pratama-", mendengar namanya Jeyhan balik menatap mata gua dengan maniknya yang sudah berkaca-kaca. "Itu nama lho?" Tak ada jawaban, hanya suara pintu yang terbuka. Seorang dokter, Olive, Naura, juga Dhoniel.
"Gua ga inget siapa lo. Tapi..."
"Sei, lo gak papa?" Sela Olive. Setelah anggukan kecil gua, temen-temen gua heboh lagi. Gua cuman mengerutkan alis gua, gua ga tau. Dan lagi gua ngerasa sakit dan mau nangis, rasanya ingus gua keluar.
"Ci, hidung lo-" Kalimat Dhoniel buat tangan gua reflek pegang hidung. Gua kira cairan ijo yang keluar, ternyata merah. Gua mimisan, Smartwatch gua berbunyi makin cepat. -Pingsan
.......
"Sei... Seiriii! Tarik nafas pelan-pelan! Ada abang disini,"
"Ba-bangg.. Sa-saakiiittt,"
"Iya iya abang tau.. Ssshhhh tahan ya dek,"
Nitnutnitnutnitnut.....
Seorang suster yang mengisyaratkan ke Abang kalo gua udah baik-baik aja.
"Baik, kamu awasi terus,"
Lagi-lagi gua dirumah sakit. Tadi, gua pingsan kena sikutan tangan Jeyhan. Lagian kenapa sih gua spontan nolongin si Jeyhan it-tu-tungguu... Jeyhan, kalung yang dileher Jeyhan itu...
"Seiri!?... Ciaa!?" Panggil bang Deyrha ngebuyarin lamunan gua. "I-iya bang?", "Kenapa? Masih sakit kepalanya atau dadanya? Atau nafasnya sesek?" tanya bang Deyrha sambil pegangin dan elus-elus tangan gua. "Cia gak pa-gua gak pa pa bang," tiba-tiba jadi canggung setelah gua pake nama Cia.
Cia, gua inget nama itu, nama masa kecil yang pernah gua lupain. Nama yang sempat pahit didengar kembali, sekarang merasa hangat kembali.
"Mhhh adek gua yang lucu ini.. Kenapa lo bisa-bisa ikut ribut hah?" tanya bang Deyrha sambil cubit pipi gua, "aaawww.. eessshhh, makanya itu gua bingung, karna gua spontan aja langsung nendang kakak kelas itu dan pas gua liat tuh cowo-Jeyhan, dipukulin kaya gitu, dada gua sakit banget terus-"
"Iya, tubuh lu respek gitu aja karna tubuh lu inget siapa Jeyhan,"
"Emang dia siapa?"
"Gua jodoh lo, Sei!"
****************
Nah gimana? Penasaran gak nih? Kalo mau lanjut seenggaknya nambah 5 vote dan 5 bintang dong:>.. Maruk dikit gapapa kali ya...

KAMU SEDANG MEMBACA
Penghujung Rasa
Teen Fiction||𝙹𝙰𝙽𝙶𝙰𝙽 𝙻𝚄𝙿𝙰 𝙵𝙾𝙻𝙻𝙾𝚆 𝙳𝙰𝙽 𝙱𝙸𝙽𝚃𝙰𝙽𝙶𝙽𝚈𝙰:)|| .... Entah alur hidup gua yang ikut mengalir di alur hidup orang lain atau memang benang merah yang mengikat dua alur ini... Bak Sinetron Indo yang tak pernah ada habisnya, masala...