Diatap memang tidak bisa melakukan banyak hal hanya bisa melihat jalanan yang ramai kendaraan. Lea dan sasa sekarang lagi ada diatap, mereka yang lagi jam kosong paling enak kalau nongkrong diatap aslinya sasa lebih suka nongkrong diwarung depan sama reno, tapi dia digeret paksa sama lea.
jadi alasan lea membawa sasa hanya buat nemenin lea maen game online ia kecanduhan gara-gara dewa yang selalu maksa lea buat jadi tim mabarnya, lea tau kalau sasa ini sangat pro dalam hal pergame an jadi untuk menambah skillnya ia berguru.
Kesibukannya sebagai ketua ekskul pencinta alam,terkadang Sasa sendiri jarang sekali mengikuti pelajaran, hobinya yang naik turun gunung entah itu dari ekstrakulikulernya atau dia pribadi bersama temannya yang lain untuk naik gunung, ketika pulang Sasa sudah dibuat sibuk oleh orang-orang yang ngajaknya untuk hengout, hebat sekali dia mendapatkan banyak teman dari berbagai sekolah lain.
sasa itu sifatnya tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, mau dibilang labil dia sudah dewasa, memang sudah dari kelas 1 SMA sifatnya memang seperti itu Gota ganti temen, tapi ia selalu bilang meskipun Sasa sering keluar dengan yang lain bahkan terkadang 1 mingguan tidak bertegur sapa padahal satu kelas Sasa akan selalu ingat kalau dia punya Lea.
yah siapapun yang mau berteman dengan lea, ia tidak pernah membatasi teman-temannya mereka boleh saja berkawan dengan siapapun, hengout dengan siapapun Lea orangnya realistis saja.
" lo kemaren kemana anjir gue kaga diajak, mana tempatnya estetic banget lagi, jahat lo lupa sama gue "
Tanya Sasa." udah ya kalau mau kesana atur jadwal aja, lagian kemaren gue dadakan "
" okeh awas lo kalau diajak alesan sibuk "
Victory
" Lapar nggak sih " Lea menyudahi main gamenya.
"Laper lah Bego, dari tadi gue nahan "
Lea dan Sasa sama-sama berdiri mereka berdua memang sudah sangat lapar, kantin terdekat kalau dari atap itu berada di lantai 3, karena sekolah ini memiliki 4 lantai, kantin sekolah ada dua, yang pertama di lantai satu yang kedua di lantai tiga tapi yang paling lengkap itu di lantai satu semua jenis makanan tersedia disana.keadaan kantin sekarang masih sepi hanya ada beberapa murid saja yang jelas mereka yang duduk dikantin ini pastinya bolos. lea dan sasa langsung pesan makanan dan minum, mereka memilih tempat duduk dipojok.
kriiiiing kriiiiing
" udah istirahat ? "
" iya kayaknya tapi untungnya pesanan kita udah datang hehe " lea bahagia karena makannya cepat datang.
tidak sampai 5 menit saja kantin sudah diserbu kebanyakan kantin atas ini dipenuhi kakak kelas semua rata-rata lantai atas kelas 12. Para siswa yang lagi wira-wiri mereka menatap heran kearah Lea dan Sasa.
Apa cuman perasaan Lea saja kalau mereka benar-benar menatap ke arahnya dan sasa. Mungkin mereka belum pernah melihat mereka jadi sudah lah abaikan, lanjut menikmati makan siangnya Lea yang begitu laparnya sampai ia tidak menyadari kalau didepannya sudah ada kakak kelas ntah apa urusannya Lea tidak tau.
" Minggir ini tempat kita " mereka berdua menoleh ke asal suara.
" Udah penuh ya, duduk aja kali gak usah sungkan " ujar Sasa mulutnya yang masih penuh makanan.
Saat mendengar apa yang dikatakan orang yang didepannya, anes tersenyum remeh padahal semua disini sudah tau kalau meja itu hanya untuknya bahkan meskipun tidak ada meja lagi, ini meja bakal tetap kosong.
Jadi kalau diartikan dari sikap mereka berdua ini pasti dari kelas 10 atau 11, mungkin mereka belom tau siapa pemilik meja ini.
" Kalian mau berdiri sendiri dan pergi dengan cara halus atau dengan paksaan "

KAMU SEDANG MEMBACA
RUMOR
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA " yang mau nemenin lo itu banyak, tapi buat yang memahamin sikap lo itu gak ada " ucap egar sambil cengkram dagu lea dengan sangat kuat. lea akui apa yang dilakukan memang sudah salah dari awal, apa boleh buat mau memuta...