Canggung.
Hanya itu yang bisa menggambarkan situasi yang William dan Gretta hadapi sekarang. Tapi William tidak bisa terus-terusan merasa canggung di depan Gretta.
Nasi sudah menjadi bubur. Profesi yang dia jalani sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu dan William harus tetap profesional di depan Gretta.
Bagaimanapun Gretta tetap clientnya. Dia harus tetap memperlakukan Gretta dengan baik karena akan mempengaruhi performanya yang dia sudah bangun susah-susah.
"Err– jadi mau kemana kita hari ini? Sayang banget, kan, kamu udah bayar aku mahal-mahal kalau cuma diam di satu tempat aja?" ajak William mencoba mencairkan suasana.
Gretta terlihat sedikit terkejut ketika William mengajaknya pergi. Tapi gadis itu teringat bahwa tujuannya kali ini memang ingin mencoba service yang diberikan oleh si boyfriend rent.
"Ayo kita pergi nonton!" ajak Gretta pada William. Gretta pikir tidak ada salahnya mengajak duluan. Selama apa yang mereka kerjakan tidak melanggar peraturan dan dalam batas normal.
Lagian gadis itu tahu batasan dan hubungan di antara mereka itu jelas sebagai partner bisnis. Gretta membayar jasa William sebagai teman jalan, William mendapat bayaran yang sesuai berarti harus mengikuti keinginan Gretta.
Awalnya William kaget karena Gretta yang William kenal dulu terlihat sangat anti sosial. Bahkan William pernah mendengar kabar bahwa gadis itu sulit didekati dan bicara hanya seperlunya saja.
Dia tidak tahu bahwa Gretta yang dulu terkenal pendiam bisa senekat ini.
Ya buktinya saja gadis itu nekat menggunakan jasa rental pacar dengan alasan yang William sendiri tidak tahu apa. Gretta itu tipe wanita independent yang bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Dan sepertinya kebutuhan akan pasangan tidak diperlukan oleh gadis itu.
Tapi kenapa Gretta tiba-tiba mau menyewa jasa orang asing untuk dijadikan pacar sewaan? Untungnya yang jadi pacar sewaan Gretta itu William.
Bagaimana jadinya kalau Gretta memilih orang lain sebagai pacar sewaannya?
Hal lain yang William sadari ketika bertemu Gretta lagi adalah, rasa percaya diri gadis itu yang telah berubah.
Berjalan di samping Gretta yang sekarang dan dulu sangat berbeda sekali auranya. Kalau Gretta yang William kenal dulu hanya akan bicara ketika di tanya saja, sedangkan Gretta yang sekarang lebih banyak memulai interaksi duluan.
Manusia memang makhluk yang mudah berubah.
"Boleh," kata William setuju. "Memangnya kamu mau nonton film apa?"
"Aku gak tahu ada updatean film apa aja, betewe." kata Gretta polos. Matanya memandang William dengan polosnya membuat laki-laki itu gemas sendiri.
Tawa William pecah mendengar ucapan Gretta. Kenapa Gretta begitu polos dan menggemaskan sekali?
"Ya sudah. Kalau begitu kita lihat dulu aja di sana ada film apa. Ayo!"
Saat William mengulurkan tangannya untuk Gretta genggam, gadis itu hanya melihatnya dengan canggung.
"Err– apaan ini, Will?" tanyanya sambil tertawa canggung.
"Anggap aja service. Hari ini aku, kan, jadi 'pacar' kamu, bukan? Jadi, ayo kita bersikap selaiknya pasangan khusus hari."
Seumur hidup Gretta belum pernah melakukan skinship dengan lawan jenis selain dengan ayahnya. Jangankan berpegangan tangan, berbicara hal lain selain pekerjaan saja Gretta tidak pernah dengan lawan jenis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Boyfriend For A Month
FanfictionGretta terpaksa meminjam jasa rental pacar selama sebulan agar tidak terus-terusan diejek karena statusnya sebagai jomblo abadi. © leadmyway Mulai: 19 Maret 2022 Selesai:
