CHAPTER 2 - Meet Up

159 37 3
                                        

Setelah sampai rumah gadis itu bergegas lari ke kamarnya kemudian menyalakan laptop yang ia sambungkan ke internet.

Langkah pertama yang harus gadis itu cari adalah segala tetek bengek mengenai cara menyewa pacar dan apa saja yang boleh dilakukan selama kontrak sewa itu berlangsung.

Buru-buru ia membuka seluruh sosial medianya dan mencari topik mengenai boyfriend rent. Tidak disangka ternyata banyak juga yang menggunakan jasa itu.

Dari mulai orang yang butuh teman jalan hingga teman curhat. Testimoni yang dia baca pun kebanyakan bagus. Nampaknya jasa rental pacar seperti ini banyak menolong orang dan tidak semuanya memiliki pandangan negatif.

Selama bisa menjaga diri dan mengikuti kontrak yang ada, Gretta rasa tidak asa masalah. Boleh juga dicoba.

Saat Gretta sedang asik menyelam di timelinenya, ada saja hal yang membuat gadis itu kembali berpikiran skeptis.

Memang jasa rental pacar itu semuanya buruk, tapi ada saja yang tidak sengaja terjerumus ke dalamnya. Dalam arti kata lain, mereka yang terlalu terbawa perasaan dan lupa batasan bahwasannya yang mereka lakukan itu hanya sekedar bisnis.

Entah itu dari si penyewa yang malah jatuh cinta pada yang disewa, atau sebaliknya. Gretta jadi kepikiran bagaimana kalau dia terjebak dalam situasi seperti itu?

Dengan cepat ia gelengkan kepala ketika pikiran negatif mulai meracuni otaknya. Bukan saatnya dia ragu untuk sekarang. Hal seperti itu bisa Gretta pikirkan nanti.

Yang terpenting saat ini adalah menemukan seseorang yang mau diajak bekerjasama sebagai partner jalan gadis itu. Gretta tidak boleh mundur lagi dari keputusan yang telah dia bikin.

Menghabiskan cukup banyak waktu mencari informasi, Gretta mulai mencari situs-situs yang menyediakan layanan jasa rental yang dimaksud. Ada juga sosial media agensi yang menyediakan talent mereka.

Gadis itu takjub dengan perkembangan jaman yang begitu pesat. Siapa yang sangka bisnis pinjam meminjam bukan hanya sekedar uang atau barang belaka saat ini, tapi juga bisa meminjam jasa orang.

Terkecuali jasa pembunuh bayaran tentunya. Itu lain cerita.

Gretta semakin takjub ketika melihat situs-situs yang menampilkan profil orang-orang yang bisa disewa sebagai pacar sewaan. Dari mulai yang berusia awal 20 hingga mendekati 60. Tidak hanya orang dari negaranya, melainkan negara lain juga. Tinggal disesuaikan dengan apa yang diinginkan.

Saat sedang asik melihat satu persatu profil dari calon teman jalannya, mata Gretta menangkap sosok yang menarik perhatian gadis itu.

Tidak seperti yang lain, profil laki-laki itu sangat misterius dengan data seadanya dan foto profil yang menutupi wajah.

Tidak seperti yang lain, profil laki-laki itu sangat misterius dengan data seadanya dan foto profil yang menutupi wajah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rasa penasaran mulai mengusik gadis itu. Memberanikan diri membuka profil laki-laki itu, Gretta mendapati testimoni yang mengatakan bahwa laki-laki misterius itu adalah pacar sewaan terbaik.

Boyfriend For A MonthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang