BAB 4

70 7 1
                                    

Setelah kemarin aku mendorong sepedaku karena bannya bocor, aku merasa lelah sekali. Aku lelah seperti dikejar - kejar anjing.

Kali ini aku tidak sekolah, karena kelas 9 lagi melaksanakan ujian sekolah. Otomatis aku libur selama seminggu. Ehhh, bukan seminggu tapi 4 hari. Aku bingung kenapa nggak sekalian aja diliburin, jadi libur satu minggu deh.

Seperti biasanya aku melaksanakan kegiatan sehari hari aku. Tapi kali ini aku libur dulu untuk sekolah. Kegiatan aku dirumah itu hanya sedikit. Terkadang aku merasa bosan jika berada di rumah, sehingga aku menelfon Dinda untuk datang ke rumahku untuk bermain atau pun belajar bersama.

****
" Halo, assalamualaikum Dinda. "

" Walaikumsalam. " jawab seorang laki - laki yang tak aku ketahui

" Maaf, bisa bicara dengan Dinda? " Tanya aku sedikit gagap

" Siapa? Dinda? Anda siapa ya? " Tanya laki - laki itu

" Iya Dinda, saya sahabatnya Dinda. "

Sepertinya aku mengenali suara di telfon, sepertinya suara itu suaran Dinda. Wahhh, jangan - jangan Dinda ingin ngerjain aku. Liat saja kau Dinda.

" Oh iya, anda itu siapanya Dinda? Pacarnya? Atau suaminya Dinda? " Tanya aku.

" Hmmm, eeeee saaaaayaaaaa. " Jawab laki - laki itu dengan ragu

" Ohh, jangan - jangan anda suaminya Dinda ya? Oke makasih ya. Aku mau memberi kabar ini kepada teman - temanku yang lain. Assalamualaikum. "

" Ehhhh, jangan ditutup dulu telfonnya Sherin. Iya, ini aku Dinda. "

" Tuh kan benar, ternyata kamu. "

" Ada apa Sherin? Tumben menelfon aku. "

" Kamu bisa datang ke rumahku sekarang juga nggak? "

" Memangnya ada apa? "

" Sudah jangan banyak bertanya. Datang saja ke rumah ku sekarang. "

" Yasudah aku datang ke rumah kamu yaa, tapi aku mandi dulu ya. "

" Ihh, udah siang kok baru mau mandi sih? Jorok banget. "

" Biarin ah! Udah dulu ya. Assalamualaikum. "

" Walaikumsalam Dinda. "

****

Setengah jam kemudian Dinda sampai di rumah Sherin. Dinda menggunakan kemeja kotak - kotak berwarna merah campur hitam dan menggunakan celana panjang. Rambutnya yang dikuncir kuda. Dia terlihat tomboi sekali.

" Ada apa Sherin kok kamu menyuruh aku datang ke rumah mu? "

" Aku kesepian saja sendirian dirumah, jadi aku meminta kamu untuk ke rumah aku deh. "

" Yahhh, aku fikir mau ngapain.. "

" Oh iya, besok jalan - jalan yuk ke taman belakang rumah aku. "

" Ayukk, jam berapa nih? Jangan terlalu siang ke tamannya, mending sore aja. Kan enak tuh, cuacanya mendukung. "

" Iya, sore aja. Yasudah jangan lupa besok bawa sepeda juga ya. Nanti kalau aku belum datang, kamu tunggu aja di taman dekat air mancur. Oke? "

" Oke Sherin. "

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 19, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tireless Then No LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang